
Masalahnya apakah hubungan kami saat ini sebagai teman nulis sudah bisa dikatakan sebagai teman akrab ya?, pertanyaan itu lantas terbayang-bayang dalam pikiranku sebelum akhirnya pikiranku teralihkan oleh suara notifikasi chat yang tiba-tiba terdengar dari ponsel kepunyaanku yang kebetulan berada di meja samping tempat tidurku.
Jadi dengan segera aku pun mengambilnya dan mengecek dari siapakah chat itu, ternyata gadis yang baru saja kupikirkanlah yang mengirimkan chat ini, ya Manda lah yang rupanya mengirimkan chat ini kepadaku. Dalam chatnya itu dia bertanya kepadaku:
"Assalamualaikum, Ray maaf ya, ganggu kamu malem-malem gini aku cuma mau nanya nih, untuk rencana kita hari minggu ini kamu bener-bener bisa kan? "
Diriku yang dulu pasti akan langsung mengacuhkan pesan dari Manda ini dan baru membalasnya di esok hari.
Tapi setelah mengetahui cerita tentang keadaan keluarganya saat ini dari ibu tadi, rasanya aku pun tak sampai hati untuk mengacuhkan pesan darinya. Aku tau pasti dia hanya ingin mencari teman yang bisa melengkapi kekurangan yang ada dalam kehidupannya. Jadi aku pun segera membalas chat darinya dengan mengetik pesan:
"Wa'alaikumsallam, Engga papa kok Manda, aku juga lagi punya waktu senggang kok. Insyaallah untuk acara kita di hari minggu ini, akan aku usahakan buat on time ya."
Ketikku seraya menyertakan emuticon wajah senyum berkeringat sebagai tanda bahwa aku setuju plus gugup menerima ajakan darinya. Walaupun aku enggak yakin juga dia akan tau maksud dari emuticon ini sih. Tak lama kemudian Manda segera membalas pesanku dengan menuliskan :
__ADS_1
"Oh, syukur deh kalo kita bener-bener bisa jalan bareng, soalnya nanti aku juga mau minta saran referensi buku sama kamu, kalau gitu kita nanti ketemuan jam sembilan pagi di Taman Anggrek ya."
Aku sebenarnya ingin langsung membalas pesannya itu dengan pesan pendek "iya" tapi aku pun kembali teringat dengan janji Manda yang katanya akan memakai penyamaran supaya kami tak kepergok sedang jalan bareng semisal ketemu sama teman sekolah kami di bazar itu. Jadi aku pun berinisiatif untuk menanyakan hal itu ke Manda dengan menuliskan :
"Oke, oh iya tentang penyamaranmu itu jadinya gimana Man? "
"Oh, untuk masalah itu kamu engga usah khawatir Ray, soalnya aku udah tau bakal make apa aja buat penyamaranku ko, jadi kamu tenang aja ya."
"Iya deh aku percaya, tapi jangan sampai penyamaranmu itu malah terlalu mencolok nantinya ya."
"Ok, ok kalau gitu aku pegang kata-katamu di chat ini ya Man."
"Iya Mas Ray ganteng, silahkan aja toh aku juga berani jamin engga bakal ngelanggar janjiku kok." tulis Manda dengan diakhiri emuticon tersenyum genit untuk membuatku tak terlalu cemas dengan pakaian apa yang akan dikenakan olehnya untuk menyamar nanti.
__ADS_1
"Iya deh aku percaya sama kamu, udah dulu ya ini aku mau baca-baca buku dulu nih. "
"Oh iya udah Ray, oh iya jangan lupa koreksi naskahku juga ya, bye selamat malam."
"Iya nanti aku sempetin waktu juga buat baca naskahmu ya, bye juga."
"Terima kasih banyak ya Ray temen nulis aku." tulis Manda dengan menyertakan emuticon hati di akhirnya sekaligus menutup perbincangan kami saat ini.
Melihat emuticon hati yang disertakan oleh Manda sempat membuat jangtungku berdetak lebih cepat, sebelum akhirnya aku pun dapat kembali sadar bahwa diriku sangat ini masih sangat jauh dari harapan untuk bisa menerima perasaan cinta dari seorang Manda. Aku tau selama beberapa minggu terakhir ini dia hanya menganggapku teman menulis novel dan untukku sendiri itu sudah lebih cukup untuk mewarnai keseharian monotonku di sekolah sih.
Jadi aku pun tak terlalu berharap untuk menjalin hubungan yang lebih serius lagi dengannya, gumamku dalam hati seraya masih menatap layar ponsel android yang kumiliki. Sesaat setelahnya segera kuletakan ponselku ke tempatnya semula lalu mulai membaca novel-novel ringan yang aku miliki untuk menambah referensi dari cerita yang saat ini sedang aku buat dan kuberi judul "Antara Cinta dan Keberuntungan", cerita ini akan menceritakan perjuangan seorang Dean Giofani siswa SMA yang tampangnya biasa saja tapi penuh keberuntungan untuk bisa merebut hati gadis cantik yang bernama Arina Alexandra yang terkenal dengan sikap dingin dan juteknya ke semua anak cowok di sekolah, nah dengan sifat hoki dari Dean ini kira-kira bisa enggak ya buat merebut hari Arin yang sedingin es. Ya, kira-kiranya begitulah novel karyaku yang baru aku tulis sampai bab awalnya saja.
Adapun untuk kelanjutannya ceritanya akan aku cari referensi lagi supaya alurnya bisa mengejutkan dan tak mudah ditebak oleh para pembaca.
__ADS_1
Setelah aku membaca beberapa bab dari novel ringan untuk referensi karyaku lantas aku mulai menuliskan kelanjutan cerita dari karyaku tadi dan setelah mencapai dua lembar atau kira-kira 800 kata, aku pun berhenti lalu mulai mengkoreksi naskah kepunyaan Manda. Tapi rasa kantuk perlahan menguasai diriku dan membuatku tak fokus dalam mengerjakan tugasku saat ini, jadi aku putuskan untuk tidur dan akan melanjutkan tugasku ini di esok hari, kebetulan besok juga hari libur kan. Segera Kurebahkan ragaku di kasur seraya melafalkan doa sebelum tidur untuk mengantarkanku terlelap ke alam mimpi yang tenang dan baik.