AKU, KAU, Dan Buku Novel Ringan

AKU, KAU, Dan Buku Novel Ringan
Episode 17 : Janji Sherly dan Lupa Bayar


__ADS_3

Tapi sepertinya ada yang aku lupakan selepas aku makan tadi, apa ya?. Akupun berhenti memikirkannya dan berjalan ke kelas. Manda yang masih sibuk menanggapi perkataan Shely di kantin lantas teralihkan perhatiannya karena notifikasi dari chat yang baru saja di kirim olehku. Manda dalam sekejap sudah selesai membaca chat itu, Ia lalu tersenyum kecil setelahnya dan menunjukkan chat itu ke Sherly sembari berkata :


"Nih Sher coba liat deh chat dari Ray ini, dia langsung minta maaf dan ngomong katanya mau ngobrol sama aku."


Sherly lalu mengambil Hp milik Manda dari tangan sahabatnya itu untuk lebih jelas membaca chat dariku. Beberapa saat kemudian, Sherly lantas mengembalikan Hp tersebut ke Manda seraya berkata:


"Wah tebakanmu bener ya Man, ternyata si Ray itu cuma takut sama tatapan mata sinis orang-orang pas dia makan bareng kita tadi bukan karena dia engga peduli sama kamu."


"Aku udah perkirakan bakal jadi kaya gini sih, tapi tunggu bentar Sher! "ucap Manda pada Sherly dengan nada santai namun diakhiri dengan nada terkejut seakan-akan baru mengingat sesuatu yang harusnya dia lakukan.


"Kenapa emangnya Man? "ucap Sherly menanggapi perkataan Manda dengan kebingungan.


"Kenapa tadi engga aku ajak si Ray ke perpus dulu ya baru makan bareng di sini."


Sherly lantas berdeham seraya memegang dagu putihnya sesaat dengan satu tangannya lalu berkata :


"Iya juga ya Man, kalo kamu ajak dia ke perpus dulu sebelum kesini pasti kamu udah dapet info yang kamu pengin tau dari dia."


Dalam hati Manda ada perasaan menyesal karena telah mengajak Ray makan terlebih dahulu di kantin, tetapi ia tetap senang karena Ray tetap mau mengobrol dengannya di waktu dan tempat yang lain. Manda lalu mengutarakan perasaannya itu dengan berkata pada Sherly :


"Ya udah engga papa deh Sher, toh itu salahku juga langsung ngajak Ray makan disini, tapi aku tetep seneng kok soalnya dia tetep mau ngobrol sama aku walaupun enggak disini."


"Oh, syukurlah kalo gitu Man tapi aku boleh minta nomer Hp si Ray engga?"ucap Sherly memohon pada Manda dengan wajah malu-malu.

__ADS_1


"Boleh aja kok, jadi kamu mau minta nomernya si Ray buat apa Sher ?"


"Aku minta nomernya buat jaga-jaga siapa tau ada apa-apa sama kamu berarti dia itu orang pertama yang harus tanggung jawab."


"Ya ampun Sherly, kamu ini ngomong apaan sih?, aku sama Ray kan cuma teman nulis jadi jangan terlalu buruk sangka ke dia ya."ucap Manda pada Sherly sembari menahan tawanya karena perkataan aneh sahabat dekatnya itu.


“Begini Man jadi si Ray kan cowo yang paling deket sama kamu beberapa minggu ini, jadi kalo ada apa-apa ke kamu wajar dong kalo dia orang pertama yang aku curigai."


"Iya Sher aku tau perasaan khawatir darimu tap engga baik juga kalo kamu selalu curiga sama Ray dengan apa yang terjadi ke aku."ucap Manda menjelaskan pada Sherly dengan nada sabar.


"Ok Man kalo mau kamu kaya gitu, ya aku terima aja jadi aku minta nomer si Ray biar bisa nambah temen deh."


"Nah begitu dong Sher, lagian Si Ray itu orangnya baik tau kalo kamu udah akrab sama dia."


"Engga Sher, si Ray itu sebenarnyaorang baik cuma dia itu terlalu pemalu buat ngajak orang ngomong sama dia jadinya terkesan anti sosial deh.”


Di ruang kelas, aku yang sedang membaca buku novel ringan yang aku bawa lantas bersin secara tiba-tiba. Dalam hati aku berucap:


"Apa ada yang sedang membicarakanku ya ?"


Aku memilih tak terlalu memikirkan hal itu dan kembali melanjutkan kegiatan membacaku.


"Bener juga ya Man, selama ini Ray itu engga pernah berani buat ngajak ngomong teman dikelaskan."

__ADS_1


"Iya makanya aku harap dia itu bisa merubah sikap buruknya itu, oh iya ini nomernya Ray."ucap Manda seraya memperlihatkan Nomer Hp Ray yang sudah ada di kontaknya pada Sherly.


Dengan cepat Sherly langsung menyalin nomor tersebut di kontak Hp miliknya dan setelah selesai dia pun berkata :


"Terima Kasih ya Man, aku janji bakal buat si Ray selalu menjagamu."ucap Sherly meyakinkan pada Manda.


"Iya sama-sama Sher, udah engga usah ngomong ngawur lagi lah."ucap Manda menaggapi perkataan Sherly sembari tersenyum mendengar ucapan aneh dari sahabatnya.


"Ok Man aku janji deh sama kamu deh engga bakal ngomong ngawur lagi."ucap Sherly seraya menunjukan jari kelingking kanannya pada Manda.


Manda lantas membuat tanda janji dengan mengakaitkan jari kelingkingnya ke jari sahabatnya sembari berkata :


"Janji ya Sher, kamu engga bakal ngomong ngawur lagi sama aku."


"Iya man aku janji, btw yuk kita pergi dari sini nanti engga keburu sholat dhuhur."ucap Sherly pada Manda seraya melepaskan kaitan jari kelikingnya dari jari sahabatnya.


"Bener juga ya Sher, yuk kita pergi ke mushallah."ucap Manda sembari melihat jam tangan cantik yang terpasang ditangan kirinya.


"Iya yuk jalan."ucap Sherly pada Manda seraya berdiri dari tempat duduknya.


Mereka lalu berjalan kearah kios bu kantin dan hendaak membayar untuk dua porsi Soto Banjar yang mereka makan. Tapi bu kantin bilang jika porsi soto banjar yang dimakan Ray ternyata belum dibayar olehnya. Alhasil Manda dengan sukarela mengganti dulu uang makan Ray untuk membayar soto banjar itu. Sherly yang mengetahui hal itulantas berucap dalam hati


"Dasar kau Ray engga peka ya, kami kan cuma ngajak kamu makan bareng engga neraktir juga kali!"sembari menunjukan ekspresi kesal di wajah cantiknya.

__ADS_1


Tapi lain halnya dengan Manda karena telah tau bagaimana sifat Ray mengetahui bahwa hal ini pasti murni karena Ray lupa bayar bukan sengaja engga bayar. Mereka lantas pergi ke mushallah dan menjalankan sholat dhuhur berjamaah lalu setelah selesai mereka lantas kembali ke kelas.


__ADS_2