AKU, KAU, Dan Buku Novel Ringan

AKU, KAU, Dan Buku Novel Ringan
Episode 20 : Hutang Ray dan Buku Suplemen


__ADS_3

"Bukan itu Sher, aku Cuma harus mulai baca naskah yang di kasih sama Manda dan aku engga mau ganggu kalian yang lagi asik belajar disini."ucapku dengan nada sopan untuk menciptakan kesan peduli padahal sebenarnya aku cuma mau lari dari situasi saat ini.


"Ah payah kamu Ray, padahal Manda itu seneng banget tau kalo bisa ngobrol lama-lama kamu."ucap Sherly dengan nada usilnya.


Manda yang mendengar perkataan usil sahabatnya itu, lantas menambah jumlah pukulannya ke bahu Sherly sembari berkata :


"Ih kamu nakal ya Sher, jangan ngomong yang engga bener tentangku di depan Ray dong."ucap Manda dengan wajah yang semakin memerah karena malu.


"Iya, iya maafin aku Man, jadi udah berhenti ya mulai kerasa sakit nih pukulanmu."ucap Sherly memohon pada Manda untuk menghentikan pukulan ke bahunya.


"Ok aku behenti mukul kamu, tapi janji jangan ngomong kaya tadi lagi ya Sher."ucap Manda seraya menghentikan pukulannya dari bahu Sherly.


"Iya Man aku janji keliking deh."ucap Sherly pada Manda dengan menawarkan satu jari kelingkingnya untuk mebuat tanda janji.


Manda lantas mengaitkan jari kelikingnya ke jari kelingking Sherly sebagai tanda bahwa mereka sudah membuat janji kelingking. Manda lalu berkata :


"Janji ya Sher kamu jangan ngomong yang engga-engga lagi tentang aku."


"Iya Man aku janji ke kamu engga bakal ngomong kaya gitu lagi deh."


Aku yang melihat hal itu lantas berkata dalam hati "Ini cewe cantik berdua kok masih percaya sama janji anak TK ya, apa ini yang di maksud kekuatan dari persahabatan?"ucap hatiku sembari melihat dua sahabat itu di hadapanku. Sesaat kemudian aku kembali ingat dengan rencana awalku untuk segera keluar dari keadaan ini jadi aku lantas berkata :


"Berhubung kalian berdua kayanya lagi senang banget jadi aku izin pergi ya biar engga ganggu momen persahabatan kalian ini."ucapku pada mereka berdua seraya berdiri dari kursiku dan bersiap pergi.


"Eits, tunggu sebentar Ray!, kamu udah bayar hutangmu ke Manda belum ?"


"Hutang ?, aku punya hutang apaan memang ke Manda perasaanku engga ada sih."

__ADS_1


"Duh kamu ini Man, jadi kamu belum bilang ke Ray ya ?"ucap Sherly seraya kembali menatap Manda yang ada di hadapannya.


Mendengar pertanyaan dari Sherly, refleks Manda langsung :


"Udah engga papa kok Sher, aku ikhlas bayarin makanan tadi buat Ray."


"Aduh kamu ini memang udah kesengsem banget sama nih cowo ya."


"Engga gitu juga Sher!, kebetulan aja aku punya uang saku lebih jadi apa salahnya kalo aku bagi sedikit ke temen nulisku."ucap Manda dengan nada geram seraya kembali memukul pelan bahu sahabatnya itu satu pukulan.


Mendengar pembicaraan mereka aku lantas tersadar dengan apa yang mereka maksudkan dari pembicaraan itu.


Apa ini berhubungan dengan ingatanku yang terlupa ketika meninggalkan kantin ?, ternyata benar ingatanku yang terlupa itu adalah aku lupa membayar makan siangku dan di bayarin oleh Manda yang di tagih oleh Bu Kantin.


Aku yang merasa bersalah karena telah merepotkan Manda hingga harus membayar makan siangku dengan uang sakunya lalu berkata :


"Maafkan aku merepotkanmu lagi Man, jadi berapa uang yang harus aku ganti untuk membayar makan siang tadi ?"ucapku seraya memasukan satu tanganku ke kantung celana untuk mengambil uang saku yang aku bawa.


"Kalau begitu makasih ya Man, jadi sekarang aku pamit ke kelas dulu ya."ucapku seraya mengeluarkan satu tanganku dari saku celana dan meminta izin pada mereka berdua.


"Ok silahkan Ray sampai ketemu dikelas ya."ucap Manda seraya memberikan senyuman manisnya kearahku.


"Sampai ketemu dikelas juga ya."ucapku membalas salam perpisahannya dengan nada gugup.


Sherly yang sendari tadi melihat percakapan kami lalu menunjukan ekspresi usilnya sembari berkata :


"Kalian ini mesra banget ya sebagai pasangan kekasih udah kaya mau nikah aja nih."

__ADS_1


Mendengar ucapan Sherly yang seperti itu langsung membuatku langsung mengambil langkah cepat berjalan keluar dari perpustakaan meninggalkan mereka disana, sementara Manda lantas menanggapai perkataan Sherly dengan berkata :


"AH, kamu ini ngomong kaya gitu lagi kan Sher, terus apa gunanya janji kita tadi ?"ucap Manda dengan nada kesal pada sifat usil sahabatnya itu.


"Iya maafin aku lagi ya Man, soalnya aku engga tahan kalo diem aja ngeliat sikap kalian yang saling malu-malu gitu."


"Ih kan, kamu ngomong engawur lagi Sher."


"Iya, iya maafkan keteledoran hamba ini tuan putri Manda."ucap Sherly memohon maaf seraya mengeluarkan candaannya untuk menghibur hati Manda.


"Iya deh aku maafkan kelakuanmu tadi, tapi engga usah panggil aku tuan putri juga kali kita kan bukan anak kecil lagi."ucap Manda sembari menunjukkan wajah malu-malunya karena senang hatinya sebab tak menyangka kalau Sherly masih ingat dengan kenangan masa kecil mereka.


"Ok makasih ya Man, eh BTW kamu jadi cari buku buat suplemen referensi UH Sosiologi atau engga ?"


"Oh iya, ya aku sampai hampir lupa sama tujuan keduaku datang kesini, makasih udah ngomong ya Sher."


"Iya sama-sama, udah gih buruan cari buku yang menurutmu bagus terus kita langsung balik ke kelas soalnya bentar lagi bel masuk bakal bunyi nih."


"Ok tunggu sebentar ya Sher."


"Iya ini aku tungguin kok."


Manda lantas menyusuri rak buku Sosiologi yang menyimpan beragam buku paket yang sedikit berdebu karena terlalu lama berada di rak dan tak tersentuh para siswa. Dalam hitungan menit dia sudah menentukan buku paket mana yang akan dipinjamnya, ia lantas mengambil buku paket tersebut dan membawanya menemui Sherly.


Melihat sahabatnya sudah menemukan buku yang di butuhkan membuat Sherly langsung berdiri dari kursinya dan mengajak Manda untuk menemui libraryman atau penjaga perpus guna mendata buku yang akan mereka pinjam.


Penjaga perpus nampak terhibur dengan hadirnya dua bidadari sekolah itu di perpustakaan, maklumlah saat ini kan sangat jarang warga sekolah yang berkunjung ke perpustakaan. Jadi dia bersyukur Karena bisa melihat pemandangan yang indah di hadapannya saat ini.

__ADS_1


Setelah proses pencatatan selesai dua bidadari sekolah itu lantas mengepakan sayap mereka dan terbang kembali ke kahiyangan.


Eh tunggu bentar ini mah kaya cerita negeri ajaib bukan cerita tentang novel ringan lagi, Ok back to the track. Jadi maksud author dua gadis cantik itu segera berjalan kembali ke kelas mereka setelah proses peminjaman buku selesai.


__ADS_2