AKU, KAU, Dan Buku Novel Ringan

AKU, KAU, Dan Buku Novel Ringan
Episode 15 : Dua Bidadari dan Ketakutan Ray


__ADS_3

Suasana Canggung itu lalu seketika berakhir ketika Mba Sari memberikan pesanan makan siang ke meja kami. Sherly yang merasa tidak enak karena membuat kami berdua jadi canggung lalu berkata :


"Udah engga usah dipikirin lagi, toh tadi kalian cuma kebetulan kompak doang kan ?" ucap Sherly seraya membantu Mba Sari membagikan pesanan kepada kami sembari mencoba memecah suasana canggung antara aku dengan Manda.


Belum sempat aku dan Manda berucap sepatah kata, Sherly sudah berkata lagi :


"Yuk kita mulai makan siangnya."ucap Sherly kepada kami berdua dengan menunjukkan senyumannya.


Dia lantas menyantap Soto Banjar yang sudah ada di depannya. Kami lalu mulai memakan makan siang kami beberapa saat setelah Sherly memakan makanannya. Ditengah-tengah makan siang aku sempatkan untuk memandang sekitar area kantin untuk sekedar mewaspadai kedatangan Deby yang tiba-tiba seperti kemarin. Deby memang tidak aku lihat keberadaanya di kantin ketika itu, tapi apa-apaan ini?.


Tatapan kebencian dan intimidasi mengarah kearahku dari sebagian anak cowo yang sedang berada di kantin. Apa ini karena aku makan bareng Manda dan Sherly?, memang selain Manda yang dikagumi karena kecantikannya Sherly juga tak kalah cantiknya dengan Manda. Apalagi dengan rambut pirang dan mata birunya membuat semua orang berpikir pasti dia paling cantik di sekoah ini jika tidak ada Manda. Mereka pasti iri dan dengki sekaligus heran dan marah karena melihatku bisa makan bareng dengan dua gadis paling cantik di sekolah ini.


Tatapan-tatapan itu memberikan tekanan mental yang sangat dahsyat pada diriku rasanya untuk menarik nafas saja aku sudah tidak kuat, maka aku lantas memakan Soto Banjar di depanku dengan cepat supaya aku bisa izin pada Manda dan Sherly untuk pergi ke kelas duluan. Sherly yang menyadari ada keanehan denganku ketika menambah kecepatan makan lalu berkata :

__ADS_1


"Kamu ini laper atau doyan Ray ?, makannya santai aja kali engga usah segitunya juga nanti keselek baru tau rasa kamu."


Tepat setelah dia mengatakan itu Soto Banjarku sudah habis dan aku langsung berkata pada mereka berdua :


"Maaf ya Manda, Sherly aku ada urusan jadi izin balik ke kelas duluan ya."


Mereka berdua yang masih memakan makan siangnya lalu tampak terkejut dengan perkataanku.


"Urusan apa memangnya Ray ?, kamu kan udah janji mau ngobrol sama aku." ucap Manda sembari menunjukan wajah imut memohonnya.


Melihat ekspresi itu keluar dari wajah Manda sebenarnya membuatku ingin memenuhi permintaannya, tapi tekanan dari tatapan-tatapan kebencian dan kedengkian di area ini membuatku mengurungkan niat itu dan berkata dengan nada halus :


"Maaf banget ya Man, tapi ini urusan bener-bener mendesak buatku."

__ADS_1


Manda yang sebenarnya kecewa dengan perkataanku lalu mencoba menghibur hatinya dengan berkata :


"Urusanmu itu urusan ke kamar mandi ya Ray ?"ucap Manda seraya tersenyum kecil kearahku.


“Bukan itu juga sih,pokoknya ada lah udah aku pergi ya."ucapku seraya berpaling dan hendak pergi dari kursi tempatku duduk.


"Iya hati-hati ya."ucap Manda seraya menundukan kepala untuk menyembunyikan rasa kecewa di wajahnya yang manis itu.


Tiba-tiba Sherly langsung memegang salah satu tanganku dari belakang dan berkata :


"TUNGGU SEBENTAR Ray!, apa kamu engga kasihan apa sama Manda ?"ucap Sherly padaku sambil menunjukan wajah kesalnya karena baru kali ini dia melihat sahabat baiknya di acuhkan oleh seorang cowok.


Manda yang semula tertunduk lesu lantas mengangkat kepalanya kembali karena terkejut mendengar perkataan sahabat dekatnya itu.

__ADS_1


__ADS_2