
"Ya ampun, tega sekali si Dwi itu, masa dia tega tak menemui anak bayinya hingga berusia lima tahun sih !" ucap Ibu Rena dengan perasaan geram setelah mendengar penjelasan Ibu.
"Aku juga tak tau alasan jelasnya Ren, dia selalu membentakku jika bertanya tentang alasanya jarang pulang ke rumah, urusan perusahaan adalah satu-satunya ucapan yang dia katakan jika aku menanyakan hal itu."
"Haduh, rupanya suamimu jahat sekali ya Mun, lalu kenapa kamu benar-benar ingin menjodohkan Manda dengan anakku Mun? "
"Aku hanya ingin memastikan di masa depan nanti putri kesayanganku, Manda bisa bersama seorang pria yang benar-benar bisa membahagiakannya Ren." ucap ibu menanggapi pertanyaan Bu Rena seraya memandang sesaat ke arahku lalu kembali memandang Bu Rena.
"Tunggu sebentar Mun, jadi menurutmu anakku bisa membahagiakan putrimu ya? "
"Iya Ren, aku yakin anakmu pasti anak yang sangat baik karena telah mendapat asuhan yang baik darimu."
"Ah, kamu ini ada-ada saja Mun, sifat anakku tak sebaik yang kamu kira kok." ucap Bu Rena yang merasa tak enak hati karena anaknya terlalu dipuji oleh ibu.
"Tapi tetap saja Ren, aku percaya kamu pasti sudah mendidik anakmu menjadi anak yang baik budi pekertinya kan? "
"Iya kalo untuk budi pakerti sih, anakku mungkin cukup mengerti tentang hal itu." ucap Bu Rena sembari mengingat kembali kelakuan anaknya.
"Nah, maka dari itu Ren aku ingin menjodohkan putriku, Manda dengan anakmu untuk memberikannya masa depan yang lebih baik daripada ibunya ini."
"Tapi Mun apakah anakmu mau menerima perjodohan ini ?, bukankah lebih baik kalo kamu memberikan dia kebebasan untuk mencari pasangan hidupnya sendiri."
"Aku juga sempat memikirkan hal itu sih Ren, tapi aku tau kalo Manda pasti akan memaklumi keputusanku untuk memilihkan pasangan hidupnya."
"Tapi kenapa kamu bisa seyakin itu Mun?" ucap Bu Rena dengan nada penasaran setelah mendengar ucapan ibu sebelumnya.
__ADS_1
"Aku bisa seyakin itu karena Manda adalah gadis yang sangat penurut padaku Ren, sejak dia kecil semua perintah dan himbauan yang aku berikan kepadanya selalu dilakukannya dengan baik." ucap ibu menjelaskan alasannya bisa seyakin itu bahwa aku pasti mau dijodohkan olehnya.
"Tapi ini menyangkut masa depan anakmu sendiri loh Mun, apa kamu yakin tak mau memberikannya kebebasan untuk hidup dengan orang yang benar-benar di cintainya."
"Justru karena ini menyangkut masa depannya Ren, aku ingin melihat Manda, putri kesayanganku hidup bahagia dengan anakmu nanti."
"Baiklah Mun jika itu pendapatmu maka akupun tak keberatan untuk menerimanya, tapi apa boleh aku bertanya sesuatu tentang Manda kepadamu? "
"Alhamdulillah syukurlah Ren kalo kamu akhirnya bisa menerima alasanku untuk menjodohkan kedua anak kita, silahkan kamu mau bertanya hal apa tentang Manda padaku? "
"Begini Mun, sebenarnya dari tadi aku penasaran tentang hal ini karena melihat seragam sekolah putrimu, jadi aku ingin tau Mun putrimu itu sekarang sekolahnya dimana sih? " ucap Bu Rena seraya sesaat memandang ke arahku lalu kembali memandang ibu.
"Oh iya tadi anakku belum sempat mengatakan hal itu ya, pantas saja kamu jadi ingin tau."
"Kamu benar Mun, soalnya seragam sekolah anakmu itu sepertinya tidak asing deh buat aku."
"Apa aku tak salah dengar Mun ?, jadi anakmu sekarang sekolah di SMA Bintang Negara ya? "
"Iya Ren dia baru masuk di tahun ini, memangnya ada apa ya? "ucap ibu dengan nada heran setelah melihat reaksi terkejutnya Ibu Rena.
"Begini Mun, kebetulan anakku yang seumuran sama Manda juga sekolahnya di sma itu."ucap Ibu Rena dengan nada santai seraya menggaruk pipi kanannya sesaat setelah dia mengatakan hal ini.
"Oh kalo begitu kebetulan banget dong Ren sekolah mereka sama, siapa tau anak kita berdua udah saling kenal di sekolah jadi kita bisa lebih mudah untuk mendekatkan mereka."ucap Ibu dengan nada senang setelah tau bahwa aku dan anaknya Ibu Rena ternyata bersekolah di sekolah yang sama.
"Tapi bukannya di sekolah mereka bakal jadi canggung Mun kalo kita kasih tau rencana kita ini ke mereka berdua."
__ADS_1
"Ya, aku juga tau Ren pasti rasa canggung akan muncul kalo kamu tau bahwa kamu udah di jodohkan sama salah satu temanmu di sekolah ya."
"Nah itu kamu udah tau Mun, terus gimana dong cara kita ngomong hal ini ke mereka? "
"Tenang aja Ren, awalnya kita saling kenalkan anak kita lalu suruh mereka buat jadi teman, setelah mereka jadi teman akrab baru kita tanya ke mereka apakah mau kalo di jodohkan dengan temannya itu."
"Oh ternyata idemu cukup bagus juga Mun, kalo begitu kemungkinan besar mereka pasti akan menerimanya ya."
"Iya kalo mereka udah saling mengenal baik pasti akan mudah untuk mereka menerima keputusan kita nanti."
"Oke deh Mun, kalo begitu nanti aku tanya ke anakku apa dia kenal sama si Manda pas di sekolah? "
"Iya Ren aku juga bakal tanya ke Manda kok, apakah dia kenala sama anakmu di sekolah, oh iya ngomong-ngomong anakmu namanya siapa ya?"
"Anakku namanya Ray Anggara Putra Mun, biasanya sih dia aku panggil Ray kalo di rumah."
"Oke jadi namanya Ray ya, nama yang bagus deh kamu memang pinter cari nama ya Ren." ucap ibu memuji nama anak Ibu Rena yang menurutnya terdengar keren.
"Ah, biasa aja Mun itu juga saran nama dari bapaknya kok."
"Hmm, jadi itu nama usulan dari suamimu ya? "
"Iya Mun, walaupun dia cuma kasih saran nama Ray doang sih terus nama Anggara Putra itu adalah usulan nama dari aku."
"Engga masalah Ren, menurutku nama itu udah bagus loh, terus kayaknya kamu dan suamimu sangat harmonis ya."
__ADS_1
"Iya bisa di bilang begitu sih Mun, tapi dia kadang-kadang bikin aku kesel juga soalnya seneng pura-pura mesra kalo ada maunya."
"Wah berarti suamimu orangnya jenaka ya Ren, jadi iri deh kira-kira suamiku bisa engga ya jadi kaya gitu?" ucap ibu dengan nada senang sekaligus memendam rasa sedih di hatinya karena ingat dengan sikap ayah yang sangat dingin kepadanya.