
"Hai Ray, mau engga kamu makan siang bareng aku sama Sherly ?"ucap Manda dengan nada malu-malu.
"Kamu beneran ngajak aku ya ?"ucapku karena masih belum yakin dengan perkataan Manda.
"Iya aku serius Ray ngajak kamu, soalnya kamu kabur-kabur terus kalo mau ajak ngobrol sih."ucap Manda dengan nada gugup.
"Aku sih mau-mau aja ya, tapi si Sherly mau engga aku makan bareng kalian ?"
"Tenang aja Ray, malah sekarang si Sherly udah aku suruh buat pesen makanan buat kita bertiga kok."
"Eh emangnya sejak kapan dia jadi sebaik itu ya ?"
"Hus! kamu ini ngomong apaan Ray, Sherly dari dulu memang baik kok orangnya."
"Oke aku jadi ikut deh."
"Nah begitu dong Ray, ayo kita lekas ke kantin buat ketemu Sherly yang udah nungguin."
"Ok, ayo berangkat."
Aku dan Manda lantas berjalan dengan langkah agak cepat menuju kantin untuk menemui Sherly. Setibanya di kantin kami lalu sesaat memandang ke seluruh areal kantin untuk mengetahui dimana Sherly, tetapi tiba-tiba ada lambaian tangan yang mengalihkan pandangan kami. Rupanya yang melambaikan tangan itu adalah Sherly yang sudah memperoleh tempat duduk untuk kami bertiga. Sesampainya kami ditempat duduk itu, Sherly langsung mempersilahkan kami duduk. Manda lantas duduk disebelah Sherly dan aku duduk dikursi yang berhadapan dengan tempat duduk mereka berdua. Sherly dengan wajah usilnya lalu bertanya pada Manda :
__ADS_1
"Kamu kok kesininya lama banget Man, hayo tadi ngapain aja nih ?"
"Ih kamu ini apa-apaan sih, aku tadi cuma ngajak Ray ke sini kok engga lebih dari itu."ucap Manda dengan nada kesal menanggapi pertanyaan usil Sherly.
"Oh cuma ngajak aja ya, tapi serius nih engga ada hal lain kecupan sebelum makan misalnya."ucap Sherly dengan menunjukkan senyum keusilannya.
"Hus! Kamu ini ngomong apa sih, aku sama Ray cuma teman nulis novel masa sampai ngelakuin hal begituan".ucap Manda seraya memberikan cubitan pelan bertubi-tubi ke lengan Sherly sebagai tanda kekesalannya.
"Iya, iya deh aku percaya sama kamu jadi tolong berhenti ya."ucap Sherly dengan nada memohan pada Manda karena tak suka terus mendapat cubitan kekesalan seorang Manda.
"Iya begitu dong kita kan udah berteman lama masa engga percaya, oh iya kamu pesan apa buat makan siang kita ?"ucap Manda menanggapi permohonan Sherly seraya menghentikan cubitan kekesalannya.
"Iya maafin aku ya, tadi aku udah pesan tiga porsi Soto Banjar buat makan siang kita bertiga."ucap Sherly sembari mengelus-elus lengannya untuk meredakan rasa sakit dari cubitan Manda.
"Kamu kenapa Ray, ko kaget gitu kamu engga suka sama Soto Banjar ya ?"ucap Manda yang terkejut melihat reaksiku setelah tau bahwa kami akan makan Soto Banjar untuk makan siang.
"Bukan, bukannya engga suka Cuma perasaanku jadi engga enak aja pas denger nama makanan itu."ucapku pada Manda dengan nada gugup.
"Jadi engga enak kenapa memangnya?"ucap Manda menggapi pernyataanku yang semakin membuatnya penasaran.
"Udah engga usah dipikirin Man, paling Ray uangnya engga cukup buat bayar makanan itu jadinya dia kaget."ucap Sherly pada Manda dengan nada mengejekku.
__ADS_1
"Oh gitu ya, beneran Ray uang kamu engga cukup kalau kita makan Soto Banjar?"ucap Manda kepadaku dengan rasa ingin tau maksimal.
"Engga bukan kek gitu juga kali !", pokoknya ada hal yang buat aku engga pengin sementara makan makanan itu kalau belum dipesen.ucapku menggapi pertanyaan Manda dengan nada santai.
“Jadi gitu ya, oh iya Ray noda di bajumu kemarin itu noda apa ya?"ucap Manda kepadaku dengan menunjukan wajah imut penasarannya.
Melihat wajah suci itu membuat mulutku seakan bergerak sendiri untuk memberi kesaksiannya:
"Noda Soto Banjar."ucapku mengaku pada Manda tanpa sadar.
"Nah! bener kan, kamu kaget soalnya Sherly pesan makanan yang kemarin engga bisa makannya jadinya sampai tumpah ke baju kan?"ucap Manda dengan penuh semangat karena merasa berhasil menebak pikiranku.
"Bukan itu juga sih alasannya, tapi engga usah dibahas lagi ah aku jadi malu sendiri nih."ucapku dengan nada gugup.
"Udah Ray engga usah malu-malu kalau minta disuapin bilang aku aja ya."ucap Manda seraya mengedipkan matanya ke arahku.
"Duh lagi panas-panasnya nih pasangan baru." Ucap Sherly pada kami yang sendari tadi dia lihat begitu dekat ketika ngobrol.
"SIAPA YANG PASANGAN BARU !" ucapku dan Manda pada Sherly di waktu yang hampir bersamaan sehingga membuatnya terkejut sesaat, sedangkan kami saling menatap sesaat dan tertunduk malu setelah melakukan itu .
"Tuh buktinya kompak banget nolaknya, emang kalian ini serasi banget ya."ucap Sherly seraya tersenyum melihat tingkah kami.
__ADS_1
Suasana antara aku dan Manda lantas menjadi canggung karena perbuatan yang kami lakukan tadi. Sherly yang menjadi saksi perbuatan itu hanya tersenyum-senyum sendiri melihat keadaan canggung kami.