
Setelah mengatakan itu, aku lalu mengambil sarung tangan di kantungku dan menyeka air mata Manda. Aku lalu berkata lagi :
"Manda aku minta maaf ya, telah membuatmu menangis."
"Aduh Ray, kamu itu ngomong apa sih yang buat kamu jadi repot begini kan, aku. "
"Kamu engga usah terlalu memikirkanku Manda, toh aku juga sudah biasa jadi penyendiri di kelas kita kan? "
"Iya kamu memang penyendiri Ray, tapi aku engga bisa seenaknya lah ninggalin kamu setelah apa yang udah kamu ajarin ke aku. " ucap Manda dengan nada menyesal kepadaku.
"Ok, kalo kamu memang maunya begitu gimana kalo kita klarifikasi maju bareng ke depan kelas, gimana menurutmu ? "
"Ah ide bagus Ray, aku juga pengin biar teman-teman engga salah paham lagi sama hubungan kita. "ucap Manda dengan nada semangat dan tersenyum kecil setelahnya.
Ia lalu berdiri dan bersandar di pundak sembari berkata :
"Maaf ya Ray, aku sudah buat kamu kena masalah kaya gini. "
Aku lalu memegang pundak Manda dengan kedua tanganku sambil berkata :
"Sudahlah Manda, yang terpenting kita harus menyelesaikan masalah ini bersama-sama."
Setelah aku mengatakan hal itu kulepas kedua tanganku dari pundak Manda, dia lalu duduk kembali di kursi dekat perpustakaan itu seraya bertanya :
__ADS_1
"Lalu menurutmu kapan Ray kita akan klarifikasi di depan kelas ? "
"Jika kau sudah siap aku menyarankan untuk melakukannya ketika bel istirahat kedua hari ini berbunyi dan teman-teman masih ada di kelas, bagaimana ?"
"Aku sih setuju aja sama kamu Ray, tapi nanti yang ngomong itu siapa ? "ucap Manda dengan ekspresi keinginan tahuan diwajahnya.
Aku lalu berdeham sesaat lalu berkata :
"Baiknya yang ngomong sih kamu Manda, soalnya teman-teman kayanya udah engga percaya sama penjelasanku lagi. "
Manda pun menganggukan pelan kepalanya setelah mendengar pendapatku, ia lalu berkata :
"Kamu benar Ray, Ok nanti aku yang ngomong ke mereka ya tapi kamu ikut maju kedepan kelas ya."
"Ok Ray sampai ketemu di kelas. "
Aku lalu berjalan menuju kelas dengan perasaan sedikit tegang karena harus menghadapi tatapan sinis teman sekelas ku lagi. Manda baru berjalan dari tempat ia duduk beberapa saat setelah aku berjalan.Ketika sampai di kelasku aku langsung di hujat oleh beberapa anak cewe yang cukup akrab dengan Manda, mereka berkata:
"Huh dasar cowok kuper, kurang ajar ya buat Manda sampai nangis. "
Aku tidak terlalu perduli dengan hujatan yang mereka ucapkan, karena memang aku enggak punya hubungan apapun sama Manda, kecuali sebatas teman nulis aja. Tak beselang lama Manda masuk kelas dan bel masuk istirahat pertamapun berbunyi, maka selesailah tatapan sisis yang melihatku karena teman-teman sudah bersiap untuk menerima pelajaran selanjutnya. Sekitar dua jam kemudian bel istirahat kedua berbunyi, aku dan Manda lalu maju ke depan kelas. Seluruh warga kelasku tampak bingung dengan apa yang kami lakukan. Manda lalu mulai berkata :
"Maaf teman-teman semua, bisa minta waktunya untuk tetap dikelas ? "
__ADS_1
"Iya, bisa Manda. "ucap sebagian besar warga kelasku menanggapi perkataan Manda.
"Jadi begini teman-teman, aku sama Ray maju ke depan kelas buat kasih tau hubungan kami yang sebenarnya."
"Oh, oke Manda. "jawab sebagian warga kelasku, kebanyakan yang cowok sih.
"Jadi teman-teman, sebenarnya aku sama Ray itu engga punya hubungan spesial apapun kami cuma sebatas teman dalam menulis novel ringan, benar kan Ray ? "ucap Manda menjelaskan dan melihat kearahku ketika dia bertanya kepadaku.
Mendengar pertanyaan dari Manda, aku yang sendari tadi hanya berdiri mendampinginya didepan kelas lantas menjawab pertanyaannya itu :
"Iya teman-teman, kami ini hanya sebatas teman nulis novel ringan. "
"Jadi sekarang aku mohon ya teman-teman jangan salah sangka sama Ray lagi ya. "
ucap Manda setelah mendengar pernyataanku.
"Iya Manda. "jawab sebagian besar warga kelasku menanggapi perkataan Manda. Mereka lalu bubar keluar kelas setelah mengatakan hal itu. Aku lalu bertanya pada Manda :
"Jadi gimana Manda, masih mau konsultasi tips nulis lagi? "
Manda lantas menghadap kearahku seraya berkata :
"Iya tentu, aku mau lanjut dong Ray soalnya tips itu berguna buat bantu aku nulis novelku. "dia lalu tersenyum ke arahku setelah mengatakan hal itu. Senyuman itulah yang paling aku kenang dari seorang Manda.
__ADS_1