AKU, KAU, Dan Buku Novel Ringan

AKU, KAU, Dan Buku Novel Ringan
Episode 16 : Analisa dan Rasa Bersalah


__ADS_3

Aku lantas kembali membalikan badanku kearah mereka berdua dan berkata :


"Maaf banget ya, aku sebenarnya juga engga mau cepat-cepat pergi dari kalian tapi kali ini aku bener-bener ada urusan yang penting."ucapku dengan memasang senyuman palsu kearah mereka berdua untuk menyembunyikan perasaanku yang sebenarnya juga ingin mengobrol lebih lama dengan mereka.


Sherly yang sepertinya menyadari senyuman palsuku lalu berkata dengan nada kesal :


"Kamu mencoba untuk ber...."


Belum sempat Sherly menyelesaikan perkataanya Manda sudah menyela perkataanya dengan berkata :


"Udah Sher biarin aja Ray pergi, toh dia lagi ada urusan yang lebih penting kan."


"Iya Man aku tau tapi percuma lah kita ajak dia makan bareng kalo enggak bisa ngobrol sama kamu."ucap Sherly memprotes perkataan Manda yang terkesan pasrah.


"Udah Sher hentikan omonganmu!, silahkan Ray kamu boleh pergi."ucap Manda membungkam perkataan Shely dan membiarkanku pergi dari tempat itu sembari tersenyum ke arahku.


Sherly yang merasa terkejut mendengar perkataan teman baiknya lantas duduk kembali di kursinya dan meneruskan makan siangnya, sementara Manda masih tersenyum hingga aku meninggalkan mereka berdua. Sherly yang geram dengan tingkah Manda yang cenderung pasrah membiarkanku pergi lantas bertanya pada sahabatnya itu setelah mereka berdua menghabiskan makan siang masing-masing. Sherly memprotes tingkah Manda yang terkesan pasrah tersebut dengan berkata :


"Man kamu kok pasrah banget sih biarin Ray pergi kaya tadi, padahal kamu pengin ngobrol sama dia kan? "

__ADS_1


Mendengar ucapan Sherly itu membuat Manda langsung berkata pada sahabatnya itu dengan mengecilkan volume suaranya :


"Bukan maksudku pasrah begitu aja Sher, tapi apa kamu tau kenapa tadi Ray buru-buru pengin pergi dari sini?"


"Dia ada urusan mendadak kan? "


"Kamu udah nebak kalo itu alasan bohong kan."


"Iya aku udah curiga itu cuma akal-akalan aja sih biar dia engga ngobrol sama kamu."


"Mamang bener Sher itu tadi cuma alasan bohongnya Ray soalnya dia lagi ketakutan saat ini."


"Memangnya si Ray takut karena apaan Man?, disini kan cuma ada manusia bukan hantu atau monster."


"HAH!, iri ke dia karena apa Man? "


"Kamu sadar engga murid-murid di sekolah ini memandang kita kek gimana? "


"Kayaknya sih mereka liat kita berdua sebagai gadis-gadis cantik dan populer di sekolah ini. "

__ADS_1


"Terus menurutmu gimana pandangan mereka sama Ray? "


"Kayaknya mereka bakal bilang kalo dia itu penyendiri, kurang gaul, pecinta novel ringan yang cupu."


"Nah tentu mereka kaget kan pas liat seorang cowok cupu bisa makan bareng sama kita yang dikenal sebagai cewe kelas atas, nah itulah yang bikin mereka iri ke Ray."ucap Manda dengan meniru aksen seorang detektif yang sudah bisa menemukan titik terang dari sebuah pembunuhan.


"Oh jadi itu alasannya kenapa dia pengin cepat-cepat pergi dari kita ya."


"Iya soalnya Ray itu orangnya Introvert yang paling engga suka mancing perhatian orang lain. "


"Wah hebat banget kamu Man udah tau banget tentang Ray, udah siap jadi istrinya nih wkwkwk."ucap Sherly seraya menunjukkan senyum usilnya.


"Ih, Sherly kamu ngomong apaan sih aku sama Ray kan teman jadi wajar dong kalo aku tau karakternya."


"Ok, ok Man aku percaya sama kamu ko, jadi kalian sekarang masih teman nulis novel doang nih?"


"Iya Sher kamu itu engga percayaan banget sih sama omonganku."ucap Manda pada Sherly sembari menunjukkan wajah kesalnya dengan cemberut menahan udara di mulutnya.


"Iya, iya aku percaya deh sama kamu makanya jangan cemberut gitu ya senyum dong."ucap Shely memohon Manda untuk memaafkannya seraya tersenyum pada sahabatnya itu.

__ADS_1


Mendengar permohonan Sherly membuat Manda tak kuasa untuk menahan senyuman manisnya. Dia lantas tersenyum membalas senyuman dari sahabat dekatnya. Sementara aku yang sudah pergi beberapa menit sebelumnya, saat ini sedang berjalan menuju Mushallah dengan perasaan gundah di hati. Perasaan ini muncul sebab aku baru saja membohongi dua gadis yang dengan senang hati mengajakku makan siang bersama mereka dan itu baru aku alami selama kehidupan sekolahku yang membosankan hingga saat ini.


Aku tanpa sadar sudah sampai di Mushallah sekolah kami dan langsung melakukan sholat dhuhur. Rasa bersalah mendorongku untuk mengirimkan chat permintaan maaf pada Manda selepas aku sholat dhuhur sembari duduk di pelataran mushallah. Aku juga menyelipkan pesan bahwa aku bisa mengobrol dengannya di perpustakaan saat istirahat ketiga nanti.


__ADS_2