AKU, KAU, Dan Buku Novel Ringan

AKU, KAU, Dan Buku Novel Ringan
Episode 12 : Siasat Deby dan Dua Pilihan


__ADS_3

DEG! Seketika jantungku seperti ditusuk dengan paku yang dipalu karena mendengar pengumuman tadi. Jangan bilang kalau Pak Irwan juga memberitahu ke pihak sekolah tentang duel yang aku lakukan dengan Deby kemarin sore, Sial ternyata meminta bantuan seorang polisi memang hanya menambah masalah saja. Dengan kaki yang sedikit gemetar dan perasaan yang was-was aku terpaksa secepatnya berjalan menuju ke kantor BK. Sesampainya disana, ternyata Deby sudah berada disana dengan Ibu Rika Hutapea, guru BK yang paling ditakuti dan disegani oleh seluruh siswa SMA ini. Ibu Rika lantas berkata keadaku :


"Silahkan Ray kamu bisa duduk di samping Deby."ucap Bu Rika dengan nada tegas sembari menunjuk kea rah kursi yang sudah diduduki oleh Deby.


"Baik bu."ucapku dengan perasaan sedikit takut seraya berjalan kekursi yang sudah diduduki Deby dan duduk agak jauh disebelahnya.


Setelah aku duduk disebelah Deby, Bu Rika lantas berkata kepada kami :


"Jadi apa kalian sudah tau alasannya kenapa saya memanggil kalian ke tempat ini ?"ucap Bu Rika dengan nada tegas ke arah kami.


"Kami sudah tau alasannya bu."Ucapku dan Deby di waktu yang hampir bersamaan seraya menganggukan pelan kepala kami sebagai tanda sudah tau apa yang dia maksudkan.


"Jadi apa kalian sadar bahwa perbuatan tersebut salah dan bisa mencoreng nama baik sekolah ?"ucap Bu Rika sembari memandang kami berdua dengan tatapannya yang tajam bak belati tukang jagal.


Melihat tatapanya itu aku tidak bisa memikirkan hal lain di kepalaku selain pikiran bahwa aku pasti tamat jika sampai ketahuan bohong. Tapi ketika aku hendak menjawab pertanyaan tersebut secara jujur dengan segenap jiwa ragaku, Deby malah berbicara terlebih dahulu dariku dan dia mengatakan :


"Saya 100 persen telah sadar bu jika itu adalah perbuatan yang salah, tetapi kemarin saya malah mendapat tantangan dari Ray untuk membuktikan siapa yang terkuat diantara kami dengan bertarung di Taman Anggrek sore kemarin."ucap Deby dengan nada yang santun supaya bisa menyakinkan Bu Rika.


Dalam hati aku berkata :"Bodoh sekali kau ini Deby, memangnya kau pikir yang mengadukan kejadian kemarin pada Ibu Rika itu siapa ?", apa kau sudah lupa ya.

__ADS_1


Bu Rika lantas menatap tajam kearah Deby seraya berkata :


"Kamu ini ya Deby!, sudah salah berani berbohong kepadaku lagi."ucap Bu Rika seraya menunjukan wajah tegasnya yang sangat mengintimidasi kearah Deby.


Deby dengan wajah pura-pura lugu lalu menanggapi peryataan dari Bu Rika dengan berkata :


"Maksud ibu apa ya ?, karena yang saya katakan tadi adalah kebenaran."


Ibu Rika lalu memukul mejanya di depannya dengan cukup keras hingga mengagetkan kami setelah dia mendengar ucapan Deby barusan, beliau lalu berkata dengan nada marah :


"Cukup Deby !, yang kamu katakan tadi memang kebenaran tapi kebenaran menurutmu sendiri kan!, Kau pikir aku ini guru yang bodoh apa?, yang bisa kau bohongi dengan kebohongan yang sangat mudah ditebak itu!"ucap Ibu Rika dengan menunjukan ekspresi kesalnya kepada Deby yang berusaha membohonginya.


Deby lalu hanya bisa tertunduk malu dengan mengatakan :


"Baik bu, maafkan saya telah mencoba berbohong pada ibu."


"Nah begitu kan lebih baik, akhirnya kau mengakui juga kesalahanmu."ucap Bu Rika menanggapi perkataan Deby dengan mengeluarkan logat orang Medan miliknya.


Baru sesaat dia mengatakan hal itu, beliau lantas menjelaskan bagaimana dia bisa tau tentang pertarungan kami di taman Anggrek kemarin sore.

__ADS_1


"Jadi begini anak-anak, tadi pagi ada seorang polisi datang ke sekolah ini dan meminta untuk bertemu dengan guru Bk, jadi ibu menemuinya dan ia menceritakan secara jelas perkelahian yang kalian lakukan kemarin sore."


Aku lalu membernikan diri bertanya pada Bu Rika dengan mengumpulkan segenap keberanian yanga ada di tubuhku :


"Maaf bu, jika boleh tau nama polisi yang menceritakan kejadian itu siapa ya ?"ucapku seraya mengacungkan tangan ku sebahu untuk meminta izin bertanya.


"Jika tidak salah tadi dia tadi berkenalan dengan ibu dan namanya adalah Lettu Irwan Subandi, tapi kenapa kamu menanyakan itu Ray ?, apa kamu mengenalnya ?"ucap Bu Rika menanggapi pertanyaaan dariku dengan nada penasaran.


"Oh tidak bu, saya cuma ingin tau saja."ucapku menanggapi pertanyaan Bu Rika seraya terseyum kecil sesaat setelahnya. Tapi dalam hati aku berkata : "Tuh kan benar tebakanku, Pak Irwan yang mengadu ke sekolah tapi syukurlah Pak Irwan sepertinya tidak memberitahu Bu Rika tentang aku yang melapor dulu sebelum duel itu terjadi."


Bu Rika lalu melanjutkan penjelasannya tentang masalah kami :


"Baiklah Deby dan Ray karena kalian berdua terbukti telah melakukan tindakan yang melanggar PeraturanTata Tertib Sekolah No.24 (b) tentang Perkelahian dan Tindak Kekerasan dengan kredit poin pelanggaran 100, jadi ibu akan memeberikan pada kalian dua pilihan."ucap Bu Rika dengan nada tegas.


"Dua pilihan tersebut apa saja bu ?"ucap kami berdua di waktu yang hampir bersamaan.


"Pilihan pertama kalian akan ibu kembalikan kepada orang tua kalian masing-masing atau bisa dikatakan dikeluaran dari sekolah ini dan pilihan kedua kalian akan dilarang mengikuti pelajaran disekolah selama waktu yang sudah diatur di tata tertib sekolah.”ucap Bu Rika dengan nada tegas sembari menatap tajam kearah kami.


Aku jamin jika mental kalian tidak kuat pasti akan segera merasakan aura mengerikan yang luar biasa. Seperti yang aku alami saat ini.

__ADS_1


__ADS_2