AKU, KAU, Dan Buku Novel Ringan

AKU, KAU, Dan Buku Novel Ringan
Hobi yang Sama dan Sebuah Pertanyaan


__ADS_3

Sesaat sempat muncul perasaan ragu dalam hatiku untuk memberikan nomer whatsappku padanya yang baru aku kenal, tapi setelah menatap ke arahnya sepertinya engga masalah deh kalo aku terus temenan sama dia, toh menurutku dia juga imut sih pasti kalau dia punya kakak atau adik cowok, perasaan saudaranya itu pasti bahagia banget deh punya adik cewek seimut dia. Gumamku dalam hati sambil menatapnya sesaat lalu berkata:


"Boleh aja kok, toh aku juga jarang nih bisa ketemu teman yang bisa ngobrol masalah anime Promised Neverland, soalnya kebanyakan orang kan cuma tau anime itu sekedar Naruto sama One Piece, oh iya ini nomer Whatsappku." ucapku sembari memberikan ponselku kepadanya.


Dia pun segera menyalin kontakku ke ponselnya lalu berkata:


"Bener kak aku juga jarang ketemu kok sama orang yang bisa diajak ngomong soal anime ini, oh iya kak ini sekalian aku tulis nomerku di HP kaka ya, biar bisa langsung di save."


"Iya boleh aja sih, terus jadinya aku bisa langsung tau kalau itu nomer kamu deh di WAnya aku."


Ia hanya tersenyum lalu mengangguk pelan kearahku sebagai tanda setuju dengan ucapanku barusan. Lantas dia pun menyalin nomer kontaknya ke ponselku lalu setelahnya berkata:


"Nih kak, nomerku udah ke save di HP kaka, nama kontaknya Nia Tri ya kak." ucapnya dengan nada ramah seraya memberikan kembali ponselku.


"Oh iya makasih ya dek, sekarang kita bisa ngobrol-ngobrol lewat WA deh tentang Promised Neverland." ucapku dengan nada senang seraya menerima ponselku darinya.


"Bener kak, tapi aku juga suka anime lain yang genrenya misteri kok, engga cuma Promised Neverland." ucapnya dengan nada santai.

__ADS_1


"Loh kok genre anime kita sama ya, kasih tau dong selain Promised Neverland kamu nonton anime apalagi?"


"Iya aku baru nonton sedikit sih kak, kalau selain Promised Neverland paling aku baru nonton Death Note sama Dr. Stone dan itu pun belum selesai semuanya."


"Hmm, jadi kamu juga suka sama anime Sciens Fiction kayak Dr.Stone ya?" ucapku dengan nada penasaran kepadanya.


"Iya kak, soalnya ceritanya menarik sih kita juga jadi dapet banyak pengetahuan dari praktek ilmu kimia yang di lakuin sama Senkku kan, konfliknya juga bagus."


"Wah kamu hebat banget ya, sampai bisa komentar sedetail itu kalau aku sih cuma bisa bilang kalau itu memang anime yang bagus."


"Alah, itu engga ada apa-apa nya kok kak kalau dibandingkan sama komentar kakak cowokku soal anime."


"Iya kak dan dia juga itu suka banget sama anime dan novel ringan yang genrenya romance comedy kak."


Dalam hati aku berkata"Loh kok genre kesukaan kakak cowoknya si Nia ini mirip-mirip kayak si Ray ya, atau jangan-jangan dia ini.. ",tiba-tiba Nia menepuk pundakku lalu berkata:


"Ka... Kak Manda baik-baik aja kan?, kok tiba-tiba diem sih?, ada apa kak? " ucapnya dengan nada cemas kepadaku.

__ADS_1


"Ah, engga papa kok dek Nia, kaka cuma tadi sempat kepikiran sama teman kaka aja." ucapku spontan menanggapi pertanyaan Nia.


"Oh syukur deh, aku pikir Kak Manda tadi kenapa-kenapa? "


"Kaka baik-baik aja kok, oh iya kamu kesini bareng siapa dek?"


"Oh ini kak, aku kesini bareng ibu, tapi aku males ikut ibu buat milih buah di dalem jadi aku pilih buat tunggu di sini deh, nah kak Manda sendiri di sini lagi nungguin siapa."


"Hmm begitu ya, kalau aku sih lagi nunggu supir mobilku yang lagi keluar dek."


"Wah Kak Manda sampai punya supir sendiri, berarti kaka anak orang kaya ya?" ucapnya dengan nada antusias.


"Ah biasa aja kok dek, cuma bisa di bilang keluarga kaka cukup mampu buat nyediain supir buat anter jemput kaka ke sekolah."


"Hmm begitu ya kak, oh iya kak, Nia boleh tanya sesuatu engga ke Kak Manda? " ucap Nia dengan nada memohon.


"Boleh aja kok Nia, Insyaallah selama kaka mampu pasti kaka jawab pertanyaan kamu." ucapku dengan nada ramah.

__ADS_1


"Anuu begini kak, kalau boleh tau selama ini Kak Manda udah pernah punya pacar atau belum? " ucap Nia dengan nada malu-malu sembari menundukkan pandangannya dari wajahku.


__ADS_2