
Kehidupan yang membosankan dan hanya ditemani oleh buku novel ringan sekarang sudah menjadi sedikit berwarna dengan pertemananku dengan Manda, walau hubungan kami hanya sebatas teman menulis tapi bagiku itu sudah lebih dari cukup. Aku berharap semoga pertemanan ini bisa terus kami jalin hingga akhirnya kami berhasil dimasa depan nanti.
Setelah memikirkan hal tersebut aku beranjak dari kursiku dan berniat meminjam buku biologi sebagai referensi untuk cerita novel ringan tulisanku. Bel masuk kelas berbunyi tepat beberapa saat setelah aku keluar dari perpustakaan dengan meminjam buku yang aku butuhkan. Ketika aku sudah sampai di kelas, aku melihat Manda sedang membaca sesuatu di Hp nya yang tersambung dengan flashdiskku. Sepertinya ia sedang membaca cerita yang aku tulis.
Bel istirahat ketiga akhirnya berbunyi aku lantas bersiap untuk pergi ke perpustakaan dengan membawa salah satu novel ringan yang aku bawa ke sekolah.Tapi tiba-tiba Manda menghampiri mejaku dengan wajah sebal lalu berkata :
"Ayo secepatnya kita ke perpustakaan ada yang mau aku omongin sama kamu ."
"Iya Manda ini juga aku kesana, kamu pergi aja duluan ke sana. "
"Engga bisa Ray, aku mau mastiin kalo kamu engga kabur dari aku ya. "
Setelah dia mengatakan hal itu ia lantas menarik rambutku dan menyeretku bersamanya aku langsung berkata :
"Aduh....aduh sakit Manda kamu ini apa-apaan sih?"
"Udah Ray kamu engga usah protes!"
Akupun akhirnya hanya bisa menuruti kemauan Manda dan pasrah rambutku ditariknya hingga ke perpustakaan. Di perpustakaan Manda melepaskan tangannya dari rambutku dan langsung menyuruhku duduk sementara ia duduk bersebrangan denganku. Ia lantas mulai berkata :
"Ray kamu kenapa nulis novel pornografi sih!!! "ucap Manda dengan ekspresi wajah kesalnya.
__ADS_1
"Hah pornografi apanya? "ucapku dengan nada kaget dan bingung mendengar pernyataan Manda.
"Nah itu ada bagian ketika si cowo yang namanya Dean megang payudaranya si cewe yang namanya Arin itu apa?"ucap Manda seraya menunjukkan bagian cerita itu padaku.
Setelah aku membaca bagian cerita itu sesaat, aku lalu berkata dengan nada santai :
"Oh itu cuma pemanis biar ceritanya engga hambar, tapi Dean sebenarnya juga engga sengaja pegang kan?"
"Jadi itu alasanmu ya memang harus pake bagian itu ya buat jadi pemanis? "ucap Manda menanggapi penjelasanku dengan wajah tidak puas.
"Iya sebenarnya bisa pake cara yang lain sih tapi kayanya bagian itu jadi pembeda sama cerita punya orang lain. "
"Iya pembeda sih pembeda tapi kalo ada banyak orang lain yang salah menilai bagian itu sebagai pornografi kamu mau bagaimana? "
"Ciri khas karya ya, kamu bener juga Ray soalnya bagian kel gitu kan jarang ada di novel roman yang biasa ya."
"Iya aku juga udah berpikir sampai kesitu. "
"Tapi Ray kayaknya kamu harus tutupin penilaian orang ke unsur pornografi misalnya sehabis Dean enggak sengaja megang dadanya Arin dia langsung digampar atau dipukul pake apa gitu biar kesannya jadi lucu gitu."
"Ok Manda, makasih buat sarannya ya. "
__ADS_1
"Iya sama-sama Ray, oh iya Ray untuk penjelasan tips yang kemarin bisa dijelasin lagi engga? "
"Oh iya juga, kemarin kita cuma bahas tentang kalimat pertama ? "
"Iya Ray kemarin kamu cuma sempet bahas soal kalimat pertama, terus udah keburu bel masuk duluan. "
"Ok jadi kita kali ini bahas tentang gaya bahasa adalah kebiasaan ya ."
"Iya Ray itu maksudnya apaan bisa tolong dijelaskan ."Manda mengatakannya dengan ekspresi wajah yang antusias.
"Jadi begini Manda gaya bahasa adalah kebiasaan maksudnya setiap penulis buku pasti memiliki gaya bahasa tersendiri yang sesuai dengan kebiasaannya ketika menulis sebuah karya. "
"Jadi maksud kamu begini Ray, penulis buku yang terkenal itu bisa menulis kalimat dengan gaya bahasa yang bagus karena kebiasaan mereka ya. "
"Nah iya itu maksudnya, udah paham kan? jadi biar kita bisa nulis gaya bahasa yang bagus kaya mereka, maka kita harus mencarinya sendiri lewat sering menulis."
Baru saja aku selesai mengatakan hal itu, suara bel masuk kelas kembali memanggil kami. Manda pun berkata padaku :
"Ya udah Ray, berhubung ini udah mau masuk jadi penjelasannya di lanjut besok ya. "
"Ok Manda, besok kita ngobrol laginya pas istirahat kedua ya. "
__ADS_1
"Siap Ray, aku mah kapan aja waktunya bisa kok. "
Setelah Manda mengatakan hal tersebut kami segera bergegas pergi ke kelas untuk mengikuti jam mata pelajaran terakhir untuk hari ini.