
Bel istirahat kedua telah berbunyi beberapa saat yang lalu, memecah suasana membosankan di kelas karena pelajaran menjadi suasana riang karena menandakan jam makan siang telah tiba. Setelah klarifikasi hubungan antara aku dan Manda telah selesai. Aku lantas pergi kantin untuk mengisi kembali tenagaku setelah tadi cukup banyak terkuras ketika berdebat dengan Manda saat istirahat pertama. Tapi ternyata menu makanan favoritku sudah habis di pesan dan pesanan terakhir menu itu di lakukan oleh Manda. Dalam hati aku berkata "Kurang ajar ya, berani-beraninya kau pesan menu makananku. "tapi itu hanya sekedar gurauan hati karena ketika melihatnya aku kembali teringat dengan senyumannya yang dia berikan kepadaku tadi. Manda yang menyadari aku melihat makanannya lalu berkata :
"Hei Ray ngapain kamu ngelihat terus ke makananku? mau minta di bagi ya?"sembari mengangkat piring makanannya ke arahku.
"Engga papa Manda, cuma pengin liat aja kok. "aku membalas pertanyaannya dan langsung memalingkan pandanganku dari makanannya.
"Yakin nih engga mau di bagi, padahal ini porsinya kebanyakan loh buat aku. "ucap Manda seraya melihat ke arah piring makanannya.
"Engga usah Manda, makasih ya udah nawarin aku mau pesan soto banjar aja hari ini. "ucapku seraya mengambil benerapa uang di saku celana ku untuk membeli makan siang.
"Oh, ok Ray kalo gitu yang cepet ya makannya biar kita bisa ngobrol lagi di perpus."
"Iya, kamu sendiri juga dipercepat ya makannya biar waktunya sempet."
Manda tidak bisa lagi membalas ucapanku karena sudah mulai menguyah makanan yang dia pesan jadi ia hanya menganggukan pelan kepalanya untuk merespon ucapanku. Setelah beberapa menit pesanan Soto Banjarku akhirnya sudah tersaji didepan mataku. Manda sudah selesai makan dan ke perpus beberapa saat lalu. Aku lantas mengambil sendok dan mulai memakannya dengan mencicipi kuahnya yang dilanjutkan ke isiannya. Baru empat suapan aku memakan Soto Banjarku, tiba-tiba ada seseorang yang menggebrak meja makanku.
Hingga aku terkejut dan tanpa sengaja menumpahkan kuah Soto Banjar yang sedang aku makan kebajuku. Bajuku yang bersih akhirnya ternodai oleh kuah makananku sendiri. Orang yang bertanggung jawab atas ternodainya bajuku adalah Deby yang merupakan ketua anak nakal dikelas kami. Dia adalah cowok yang paling merasa berhak untuk bisa jadi pacarnya Manda, tapi bagi Manda dia itu paling anak nakal yang mengganggu kehidupan sekolahnya. Dia lalu berkata padaku :
"Hei Ray kau berani juga ya! "
"Berani apa ya? aku kurang tau ?"ucapku seraya mengelap noda soto dibajuku dan menaruh mangkuk sotoku ke pinggir meja.
Deby lalu menarik kerah bajuku dan berkata padaku :
__ADS_1
"Kau berani juga ya buat Manda nangis di depan gue."
"Tapi kan kami engga ada hubungan spesial apapun diantara kami. "
"Namanya nangis, ya tetep nangis! pulang sekolah aku tunggu kau di taman anggrek, kita buktikan siapa yang pantas untuk jadi pacarnya Manda."
"Kalau kau mau kaya gitu silahkan aja, aku usahakan dateng."
"Awas lu ya kalo enggak dateng!"
"Iya aku usahakan Deb. "
Deby lalu melepaskan tangannya dari kerah bajuku dan pergi meninggalkan kantin. Haduh waktu istirahatku yang berharga hilang karena perbuatan bodoh. Aku lantas melanjutkan makan siangku dan setelah selesai aku pergi ke kamar mandi untuk membasuh noda soto di bajuku. Tak lama kemudian bel masuk kelas berbunyi, aku segera menuju ke kelas dengan baju yang masih memiliki noda soto di depannya. Manda masuk kelas beberapa saat setelah aku, tampak sedikit rasa kecewa tersirat dari wajahnya yang manis. Aku tau, itu pasti karena aku yang ingkar janji dan tidak menemuinya di perpustakaan saat istirahat tadi. Pelajaran di kelasku lantas dimulai setelah bu guru datang sesaat setelah Manda masuk ke kelas.Tanpa terasa bel istirahat ketiga berbunyi dan penduduk kelasku lantas berhamburan keluar kelas untuk mencari jajanan penutup di hari ini. Manda hanya duduk dikursinya ia bahkan sepertinya menolak ajakan dari Sheli yang ingin mengajaknya keluar kelas. Aku yang merasa prihatin lalu menghampirinya dan duduk di kursi di depan mejanya seraya berkata :
"Kenapa kamu tadi engga ke perpustakaan Ray?"dia langsung bertanya balik padaku dengan menunjukkan wajah kesalnya.
"Sorry banget ya, tadi aku ada masalah di kantin sekolah. "
"Masalah apa Ray, kamu engga bisa bayar makananmu ya? atau kamu engga bisa milih menu lain selain yang biasa kamu pesan?"ucap Manda dengan rasa penasaran di benaknya lalu diapun melihat noda soto di kemejaku dan bertanya lagi.
"Lah itu baju seragam kamu ada nodanya itu noda apa? "tanya Manda seraya menunjuk ke arah noda di bajuku.
"Oh, ini noda soto banjar makan siangku tadi. "ucapku dengan nada santai.
__ADS_1
"Jadi itu masalahmu ya, halah kamu ini Ray kalo mau disuapin aku ngomong aja kali engga usah kasih kode kaya gitu. "
"Bukan begitu Manda begini-begini aku masih bisa makan sendiri tau, ini tuh gegara masalah antar lelaki. "ucapku dengan nada congkak.
"Hohoho, masalah apa nih yang kalian ributin?rebutan cewe ya? "ucap Manda dengan nada usil.
Dalam hati aku berkata "Iya nih ngerebutin kamu tau! "
"Udah ah engga usah dibahas lagi, jadi kamu mau tau tips nulis berikutnya kan? "
"Iya pasti dong Ray, kamu kan mentorku buat nulis novel ringan, jadi kali ini tipsnya apa ?"
"Tips kali ini hubungannya sama ending dari cerita, jadi kalo semisal kamu udah sampai di bagian akhir cerita terus kamu bingung harus ngasih ending kaya gimana maka tulis aja TAMAT di bagian paling bawah."
"Tunggu bentar Ray, bukannya itu berarti cerita belum selesai ya."
"Iya memang ini tips cadangan, kalo semisal kamu memang engga bisa nulis ending ceritamu atau kehabisan ide di tengah jalan pas lagi nulis."
"Ok Ray, jadi itu cuma tips cadangan yang dipake kalo pikiranku buat ending cerita udah buntu ya?"
"Iya, intinya kaya gitu lah."
"Oh oke Ray, tapi berhubung ini udah tips yang kesekian kalinya gimana aku save kontak WA kamu?"
__ADS_1
"Boleh aja sih kalo buat sharing tentang nulis novel, nih nomerku."