AKU, KAU, Dan Buku Novel Ringan

AKU, KAU, Dan Buku Novel Ringan
Episode 29 : Apakah Ini Mimpi ?


__ADS_3

Selepas sholat Jum'at usai, para siswa sekolahku lantas kembali ke sekolah kami. Aku segera merapat ke kantin untuk membeli beberapa roti untuk makan siangku hari ini.


Setelah mendapatkan dua roti ukuran sedang aku segera pergi kembali ke kelas untuk menemui Manda. Sesampainya di kelas, aku mendapati hanya ada seorang Manda yang tengah duduk di kursi yang ada di depan tempat dudukku.


Ia terlihat sedang membaca lembaran kertas yang tadi aku berikan padanya. Aku lalu berjalan ke arah Manda dan menyapanya:


"Hai Man, udah lama nungguin aku ya? "ucapku dengan nada ramah seraya duduk di kursiku.


"Oh, belum lama kok Ray paling sekitar lima menit."ucapnya dengan nada santai seraya menaruh kertas yang sedang dipegangnya ke mejaku.


"Kamu dah makan siang belum Man? "tanyaku karena heran dengan kehadirannya yang lebih dulu dariku.


"Hmm, belum sih tadi sebenarnya Sherly ngajak makan bareng tapi aku tolak soalnya takut kehabisan waktu buat diskusi sama kamu. "ucap Manda berterus terang seraya menatapku dengan tatapan kejujuran.


Dalam hati aku berkata :


"Duh sampai segitunya kamu mau ngobrol sama aku ya Man. "ucapku dalam hati dengan perasaan haru melihat kesungguhan Manda.


Aku segera memberikan satu dari dua roti yang baru saja aku beli dari kantin kepadanya sembari berkata:


"Biar kamu bisa konsentrasi pas kita diskusi, nih lebih baik isi perutmu dulu."ucapku dengan nada tegas untuk meyakinkan Manda supaya menerima roti pemberianku.


Manda sesaat mengalihkan pandangannya pada roti yang aku berikan sebelum akhirnya dia kembali menatapku sambil berkata:


"Enggak papa kok Ray, aku belum ngerasa laper kok. "ucapnya dengan nada tenang seraya tersenyum kecil ke arahku.


Tiba-tiba sesudah Manda berkata seperti itu terdengar suara aneh yang sangat jelas

__ADS_1


Gruuuk...Gruuuk


Wajah Manda langsung memerah ketika suara itu terdengar oleh kami, dia segera memalingkan pandangannya dariku.


Melihat reaksi dari Manda aku langsung menyadari bahwa suara aneh yang baru saja kami dengar pasti suara lapar dari perut Manda. Aku lalu mencoba kembali membujuknya untuk memakan roti pemberianku dengan berkata:


"Tuh kan Man, perutmu engga bisa bohong loh yuk sekarang kita makan dulu rotinya. "ucapku dengan nada ramah seraya membuka satu roti yang masih aku pegang.


Manda yang sedang menundukan wajahnya karena malu lantas berkata dalam hatinya :


"Duh malu-maluin banget ya aku ini, masa Ray sampai denger suara perut laperku sih. "ucap Manda menyesal dalam hatinya.


Mendengar kembali tawaranku yan mengajaknya makan roti bersama lantas membuat Manda mengangkat kembali kepalanya dan menatap ke arahku dengan tatapan sedih. Melihat tatapan itu lantas membuatku berkata:


"Duh, duh jangan nangis dong Man aku engga bakal kasih tau hal ini ke Sherly atau ke anak lain kok. "ucapku dengan nada santai untuk menenangkan hati Manda.


"Terima kasih Ray, tapi kamu janji ya. "ucap Manda masih dengan nada sedih seraya menunjukkan jari kelingking kanannya ke arahku untuk membuat janji.


"Iya aku janji ke sama kamu deh. "ucapku dengan nada ramah seraya memandang wajah manis Manda.


Manda lalu tersenyum ke arahku setelah kami membuat janji kelingking, sesaat setelahnya kami lalu memakan bersama roti yang tadi aku beli di kantin. Perasaanku saat ini senang sekali karena akhirnya Manda mau menerima roti pemberianku.


Caranya memakan roti itu juga sangat anggun, dengan membagi dahulu roti dengan tangan kanannya menjadi potongan yang lebih kecil lalu baru memakannya.


Benar-benar sifat feminim yang sesuai dengan penampilannya, pikirku dalam hati sembari melihatnya makan di hadapanku.


Menyadari bahwa tengah di perhatikan olehku membuatnya lantas menatapku dan berkata :

__ADS_1


"Ada apa Ray, kamu mau minta roti bagianku ya? "ucapnya bertanya dengan nada ramah.


"Engga, engga kok kan aku udah punya bagian sendiri."ucapku dengan nada gugup seraya menunjukkan roti yang sedang aku makan kepadanya.


"Kalo kamu mau minta aku suapin juga engga papa kok Ray. "ucapnya menawarkan bantuan dengan nada malu-malu.


Aku lantas termenung sesaat dan dalam hati aku berkata :


"APA disuapin sama Manda, apa sekarang aku sedang bermimpi ya."ucapku dengan nada kaget karena senang di dalam hati.


Aku segera mencubit sekeras mungkin pipi kananku dengan tangan kiriku sesaat setelah termenung memikirkan hal itu untuk memastikan apakah saat ini aku sedang berada dalam mimpi atau tidak?, dan


Aww...


Ternyata aku merasakan sakit dari cubitanku sendiri, ini tandanya aku sedang tidak bermimpi kan. Manda yang melihatku melakukan hal aneh itu lantas bertanya padaku:


"Eh kamu kenapa Ray, kok kamu cubit pipimu sendiri sih? "tanya Manda dengan nada cemas melihat tingkah anehku.


"Engga papa kok Man, cuma pengin tau kalo aku sekarang engga lagi mimpi kan."


"Memangnya apa Ray, yang membuatmu berpikiran kalo sekarang ini lagi di mimpimu? "ucap Manda dengan nada penasaran dengan perkataan barusan.


"Ehmm itu karena tadi kamu nawarin suapan roti ke aku kan, kayaknya itu engga mungkin terjadi di dunia nyata deh."ucapku dengan nada gugup sembari memalingkan pandanganku dari Manda.


"Oh itu ya, tapi tadi aku serius nawarin kok Ray."ucap Manda dengan nada ramah seraya memberikan senyuman manisnya kepadaku.


Aku yang sudah tak kuat menahan pesona dari Manda lantas berkata:

__ADS_1


"Udahlah yuk kita habiskan rotinya, nanti malah keburu habis waktu buat kita diskusi."


"Kamu bener juga ya Ray, yuk kita habisin rotinya terus langsung mulai diskusinya."


__ADS_2