AKU, KAU, Dan Buku Novel Ringan

AKU, KAU, Dan Buku Novel Ringan
Ibuku dan Ajang Pamer Istri


__ADS_3

Ibu yang merasa bersalah telah berburuk sangka padaku lantas meminta maaf dengan berkata :


"Ya udah kalu gitu maafkan ibu ya nak, udah nuduh yang engga-engga sama kamu."


"Iya engga papa bu, toh itu tandanya ibu peduli kan sama kami."ucapku dengan nada sopan kepada ibu.


Ayah yang mendengar perkataanku itu langsung menanggapinya dengan candaan yang menurutku cukup kurang ajar :


"Bener Ray, ibu kamu itu peduli sama kalian karena engga pengin kamu main start ke adikmu soalnya kamu sekarang kan masih JOMBLO."


"Ih bapak ini ngomong apaan sih, jangan ngomong kaya gitu lagi ah kasihan si Ray dong."ucap ibu menegur ucapan bapak kepadaku dengan nada kesal.


"Iya, iya bu maafin omongan bapak yang engga bener jadi jangan marah gitu dong nanti keriputnya nambah loh hehehe."ucap bapak meminta maaf seraya tertawa kecil kearah ibu.


Ibu yang mendengar permintaan maaf dan guyonan dari bapak lalu memukul pelan lengan bapak dengan satu tangannya sembari berkata :


"Ih bapak ini udah tua kok seneng banget bercanda ya, yaudah ibu maafin deh."ucap ibu seraya menerima permintaan maaf bapak dengan wajah malu-malu.


"Iya terima kasih istriku tersayang."ucap bapak seraya menarik satu tangan ibu sembari berlutut di hadapannya lalu mengecup lembut tangan ibu itu.


Wajah ibu langsung memerah karena kaget dengan kelakuan suaminya yang tidak terduga itu. Dia lalu segera menarik tangannya dari genggaman bapak seraya berkata :


"Ih bapak ini apa-apaan sih?, jangan malu-maluin dong itu dilihat sama Ray kan."ucap ibu dengan nada geram.


"Loh kenapa bu, Ray kan sudah tau kalo hal ini wajar buat suami istri, bener engga Ray?"ucap bapak dengan nada santai pada ibu dan diakhiri bertanya padaku.


Ditanya pertanyaan seperti itu oleh bapak membuatku langsung menjawab :


"Iya pak Ray udah tau."ucapku dengan nada datar sembari memegang erat sapu yang kugunakan untuk menyapu dari tadi.


"Tapi pak jangan ngelakuin itu tiba-tiba lagi ya, kita ini kan seharusnya memberi contoh yang baik ke anak-anak kita."ucap ibu menasihati bapak karena menurutnya perbuatan seperti itu tak layak untuk dipamerkan pada anak-anak mereka.

__ADS_1


"Iya, iya bu bapak janji deh engga bakal ngelakuin itu di depan anak-anak lagi."ucap bapak seraya menatap ibu dengan tatapan penuh keyakinan.


Dalam hati aku tersenyum dan berkata :


"Iya bu nasihatin tuh bapak, dasar ya seenaknya aja pamer kemesraan di depan jomblo kaya aku, kan jelas banget tujuannya mau enyindir kejombloanku aja."


Ibu lalu menyuruh bapak untuk berdiri dari berlutut di hadapannya dan segera bersiap diri untuk sholat di masjid.


Bapak langsung menuruti perintah ibu tersebut,sementara bapak sudah masuk ke kamar aku menyempatkan diri bertanya pada ibu sebelum dia juga menyusul bapak ke kamar dengan berkata :


"Maaf bu kalo boleh tau ibu sama bapak tadi habis ada acara apa ya?"


"Oh kamu belum tau ya Ray, kalo gitu maaf ya ibu engga sempet bilang ke kamu ini tadi dari pagi ada acara di kantor bapakmu."


"Iya bu engga papa sih, tapi memang tadi di tempat kerja bapak ada acara apa bu?"


"Itu Ray tadi ada acara peresmian kereta model baru yang baru keluar dari pabrik."


"Kalau masalah itu ibu engga tau ya, coba kamu tanya sendiri ke bapakmu nanti."


"Oh gitu ya bu, tapi ibu tadi dikenalin engga sama temen-temen bapak yang lain?"


"Iya ibu dikenalin Ray, malah sebenernya ibu juga engga mau ikut karena males kalau dikenalin ke semua temennya tapi bapakmu maksa banget sama ibu buat ikut."


"Terus tadi apa temen-temennya bapak juga bawa istri-istrinya bu ?"


"Bener Ray mereka pada bawa istrinya juga ke acara itu, kok kamu kayanya serius banget sih pengin tau?"ucap ibu yang mulai penasaran dengan pertanyaanku yang semakin dalam.


"Oh engga papa kok bu, aku cuma pengin tau aja sih gimana meriahnya acara di kantor bapak tadi."ucapku pada ibu sembari tersenyum kecil untuk menyembunyikan tujuanku yang sebenarnya.


Ibu yang tertipu dengan senyuman palsu dariku lalu berjalan kekamar seraya berkata kepadaku :

__ADS_1


"Ya udah kalo gitu ibu ke kamar dulu ya mau ganti baju sama persiapan sholat Maghrib, kamu sendiri udah mandi sore kan?"


"Pastinya udah dong bu, masa iya sih udah jam segini belum sempat mandi sore."ucapku dengan nada santai menanggapi pertanyaan ibu.


"Oh iya udah syukur deh kalau gitu ibu kira kamu lupa, udah sekarang berhenti aja nyapu lantainya buat persiapan sholat Maghrib di Masjid."ucap ibu padaku sambil berhenti sejenak untuk masuk ke dalam kamarnya sembarri memandang kearahku.


"Iya bu ini Ray bakal berhenti nyapu terus siap-siap buat sholat Maghrib di Masjid."ucapku sembari memandang kearah ibu.


"Nah begitu dong Ray, itu baru anak cowo ibu."ucap ibu seraya tersenyum kearahku karena perasaan senangnya memiliki anak yang mudah disuruh untuk beribadah.


"Iya terima kasih untuk pujiannya bu."ucapku pada ibu dengan nada malu-malu.


Setelah mendengar perkataan terima kasih dariku ibu lantas masuk ke kamarnya. Sesaat kemudian lantunan Adzan Magrib pun terdengar dari masjid di dekat rumahku. Selagi bersiap untuk berangkat ke masjid aku memikirkan kembali maksud bapak membawa ibu ke acara dikantornya.


Aku tau bapak dan rekan-rekan kerjanya pasti membuat ajang pamer istri saat acara tadi. Tentu saja bapak pasti merasa sangat bangga bisa mengenalkan ibu sebagai istrinya pada rekan-rekan di tempat dia bekerja.


Wajar saja jika hal ini terjadi karena ibuku walaupun usianya sudah menginjak 37 tahun tapi kecantikan alami dari wajah kalem seorang perempuan Jawa masih sangat memukau.


Apalagi jika ibu sudah berdandan maka kecantikannya mungkin masih setara dengan para teller di bank-bank syariah yang masih berusia di bawah 30 tahun.


Tubuh ibu juga masih terlihat ideal seperti ketika ia masih muda dulu, aku berani mengatakan hal itu karena sudah melihat sendiri foto pernikahan ibu dan bapak yang terpasang di dinding ruang tamu.


Walaupun sudah pernah mengandungku dan Nia tapi ajaibnya betuk tubuh ibu tak berubah seperti ketika ia menikah dengan bapak.


Pantas saja bapak keliatannya sangat bahagia ketika berada dirumah.


Tapi yang membuatku kagum pada ibu bukan cuma kecantikan wajah dan tubuh idealnya, tetapi juga pekerjaan apa yang di tekuni selain menjadi ibu rumah tangga. Iya aku kagum pada ibu karena selain ibu rumah tangga ia juga investor rumahan yang cukup hebat.


Bahkan berkat penghasilan dari jual beli saham yang ia lakukan setiap bulan bisa memberinya tambahan uang belanja.


Maka tak heran jika ibuku lebih suka menonton siaran dari IDX (Bursa Efek Indonesia) daripada menonton FTV.

__ADS_1


Melihat keahlian ibu tersebut lantas membuatku ingin juga mengikuti langkahnya menjadi investor jika aku sudah kuliah nanti.


__ADS_2