AKU, KAU, Dan Buku Novel Ringan

AKU, KAU, Dan Buku Novel Ringan
Episode 27 : Sebelum Bel Masuk Berbunyi


__ADS_3

Perasaannya kaget bukan main setelah tau ternyata waktu istirahat tinggal menyisakan waktu tiga menit lagi.


Dalam hatinya saat itu langsung terjadi dilema apakah dia harus tetap menemuiku di perpustakaan atau memilih tinggal di kelas hingga bel masuk berbunyi sebentar lagi. Dalam hatinya sempat muncul pertanyaan :


"Hmm kira-kira aku ke perpus engga ya?, sial kenapa waktunya udah mepet gini sih."


Sepintas terbesit dalam pikiranya untuk tetap di kelas, tetapi dalam hatinya kembali muncul pertanyaan:


"Tapi aku udah janji sama Ray buat ngobrol bareng pas istirahat ya?, nanti kalo sampai dia marah dan engga mau aku ajak ngobrol lagi gimana ya?"


Rasa tanggungjawab yang besar akhirnya mendorong dirinya untuk tetap menemuiku, dengan langkah cepat ia segera keluar dari kelas dan berusaha secepat mungkin sampai di perpustakaan sebelum keduluan bel masuk.


Disisi lain aku yang sejak awal jam istirahat menunggu Manda, mulai merasa bosan dan beranggapan bahwa dia mungkin tak jadi datang. Mengingat waktu istirahat yang hampir habis, akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari perpustakaan.


Aku mulai menuruni tangga dari perpustakaan ke lantai satu untuk kembali ke kelas. Tiba-tiba tepat setelah aku melewati anak tangga paling bawah dan hendak berbelok kearah kanan.


Bruk…


Seseorang menabrak tubuhku dengan cukup keras hingga membuatku terjatuh kearah belakang bersamanya. Mataku sempat terpejam sesaat karena kaget dengan tabrakan itu.


Begitu aku membuka mataku perlahan, sungguh terkejutnya jiwa ragaku karena yang aku lihat saat ini adalah wajah manis Manda yang sepertinya juga terkejut dengan apa yang baru saja dialaminya.

__ADS_1


Aroma parfum yang ia pakai bahkan sangat terasa di hidungku karena posisi kami yang sangat dekat. Sungguh aroma yang menenangkan, ucapku dalam hati.


Sesaat kemudian Manda segera memalingkan wajahnya dari pandanganku dan buru-buru berdiri lagi seperti semula. Walaupun masih tak meyangka dengan apa yang baru saja aku alami, tapi segera aku menyusulnya berdiri juga.


Dengan wajah malu-malu yang tidak berani dia perlihatkan padaku, Manda berkata dengan suara pelan :


"Lupakan kejadian yang tadi ya."ucapnya dengan nada memohon padaku.


Ucapan permohonan dari Manda itu lantas membuat aku salah tingkah dan gugup setengah mati saat ini juga, akhirnya dengan memalingkan wajahku darinya aku berkata :


"Iya, iya aku bakalan lupain kejadian ini kok."


Padahal dalam hati aku berucap:


Manda lantas kembali berkata padaku:


"Lagian kenapa sih kamu tiba-tiba muncul dari tangga?"ucapnya dengan nada bingung seraya menatap ke arahku dengan wajah manisnya itu.


"Hmm aku mau balik ke kelas lah, soalnya aku kira kamu engga bakal dateng ke perpus lagian sebentar lagi juga bel masuk kelas bunyi kan."ucapku menjelaskan dengan nada tenang.


"Tapi kamu engga marah ke aku kan?"tanya Manda seraya menatapku dengan tatapan kecemasan.

__ADS_1


"Hah marah ?, biasa aja sih soalnya kamu pasti punya alasan sendiri kenapa sampai telat dateng kan."ucapku menanggapi pertanyaan Manda dengan nada santai.


Hati Manda langsung terasa lega ketika mendengar aku mengatakan hal itu, ia akhirnya menyadari bahwa di depannya saat ini ada cowok yang sangat memahami kekurangannya.


Memikirkan hal itu sempat menjadikan Manda termenung dan berada dalam alam pikirannya sendiri, sehingga ia pun terdiam dan tak merespon perkataanku selama beberapa saat sebelum akhirnya aku memanggilnya :


"Man kamu baik-baik aja kan, halo."ucapku dengan nada santai seraya melambai-lambaikan tanganku di depan wajahnya yang saat ini sedang menunjukan tatapan kosong.


Manda seketika tersadar kembali pada kesadarannya dan segera berkata :


"Terima kasih untuk perhatiannya ya Ray."ucap Manda dengan nada ramah seraya menundukan badannya sesaat ke arahku.


"Eh iya, iya sama-sama ya."ucapku dengan nada kaget karena tingkah Manda yang tiba-tiba menunduk kearahku.


Karena penasaran dengan tingkahnya itu, aku lalu bertanya pada Manda :


"Maaf, Man kamu tadi memangnya ngucapin terima kasih ke aku karena apa ya ?"


Manda lantas tersenyum kecil setelah mendengar pertanyaanku sebelum akhirnya menjawab dengan perkataan:


"Aku tadi berterima kasih ke kamu karena seneng Ray, soalnya kamu engga marah kalo aku telat dateng."ucap Manda dengan nada senang seraya tersenyum manis ke arahku.

__ADS_1


Deg, haduh senyumanmu itu loh Man bikin hatiku tiba-tiba sesak nih, ucapku dalam hati.


__ADS_2