AKU, KAU, Dan Buku Novel Ringan

AKU, KAU, Dan Buku Novel Ringan
Episode 25 : PHP di Pagi Hari dan Chat yang Mengejutkan


__ADS_3

Segera aku kembali duduk di kursi belajarku dan membuka file novel yang telah dikirimkan Manda. Aku juga menyiapkan sebuah kertas dan pulpen untuk mencatat hal-hal yang harus diperbaiki dari teks ini. Aku baru bisa mengoreksi enam halaman pertama ketika jam di kamarku sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam.


Mengingat besok aku harus berangkat sekolah jadi aku memutuskan untuk menghentikan kegiatan koreksi tersebut dan akan aku lanjutkan besok malam saja. Tapi yang terpenting aku sudah mendapat beberapa poin yang mungkin bisa mengobati keingintahuan Manda tentang kesalahan dari naskah yang dia tulis.


Suara adzan subuh dari masjid di dekat rumah membangunkanku dari dunia mimpi di pagi itu. Tanpa pikir panjang segera aku mengambil air wudhu di kamar mandi dan berganti pakaian muslim untuk sholat subuh. Keseharian pagi hariku tampak tak banyak berubah hari itu terkcuali sikap Nia yang sekarang lebih baik kepadaku.


Aku bisa berkata seperti itu karena dia baru saja mengatakan sebuah ucapan yang aku pikir tak akan dia ucapkan lagi kepadaku yakni "Ka Ray yang semagat ya di sekolah."ucapnya seraya tersenyum manis kearahku. Tentu ini adalah pendorong semangat pagi yang sangat hebat bagi diriku.


Aku berangkat sekolah dengan hati yang sangat bahagia hingga saking senangnya aku pun tersenyum-senyum sendiri sepanjang jalan ketika berangkat sekolah.


Orang-orang lantas melihatku dengan tatapan seperti melihat orang gila, tapi mereka hanya tidak tau bahwa saat ini aku sedang sangat senang.


Sesampainya aku di depan gerbang sekolah entah kenapa berbarengan dengan mobil mewah yang mengantar seseorang. Dalam hati aku langsung berkata :


"Cih pasti ini mobil nganter anak orang kaya yang manja deh, udah ah engga usah dipikirin mending aku segera masuk ke kelas."ucapku dalam hati seraya terus melanjutkan langkahku ke dalam sekolah.


Tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara gadis yang kukenal dari arah belakangku. Aku lalu menghadap ke belakang untuk melihat siapa sih gadis yang memanggilku dan ternyata gadis itu adalah Manda yang baru aja keluar dari mobil mewah yang berhenti tadi. Dari kejauhan ia berteriak padaku:


"Ray tungguin aku dong."ucapnya sembari berjalan dengan langkah cepat kearahku.


Karena merasa malas aku hanya menghiraukan ucapannya dengan tatapan dingin seraya membalikan badanku dan kembali berjalan menuju kelas. Manda yang tak terima aku hiraukan lalu mulai berlari kecil untuk menyusul langkahku dan usahanya itu akhirnya membuahkan hasil dengan dirinya yang saat ini sudah berhasil berjalan di sampingku.


Ia lalu berkata dengan nada kesalnya yang imut:


"Ih Ray ini jahat banget ya, masa tega sih ngacangin aku."


"Oh kalo kamu tersinggung, aku minta maaf ya."ucapku dengan nada sopan


"Iya aku sedikit tersinggung sih, tapi yang buat aku marah bukan itu Ray?"


"Terus kamu marah ke aku karena apa?"ucapku dengan nada tenang supaya terlihat keren.

__ADS_1


"Soalnya aku mau ngomong penting ke kamu nih."ucap Manda sembari menunjukkan wajah malu-malunya.


DEG, DEG detak jantungku seketika berdetak dua kali lebih cepat ketika mendengar Manda mengatakan hal itu. Akankah ini sebuah pernyataan cinta dari Manda?. Aku lantas menghentikan langkahku seraya berkata pada Manda :


"Emang kamu mau ngomong penting apa ke aku ?"ucapku dengan nada gugup.


"Duh Ray ini ngomong sambil jalan juga bisa kali, engga usah berhenti di sini juga."ucap Manda yang terkejut melihatku berhenti berjalan.


"Engga bisa Man!, aku pengin dengar omongan pentingmu ke aku disini."ucapku dengan nada maksa pada Manda.


"Ok deh kalau kamu memang pengin dengar banget omonganku, begini Ray jadi sebenernya aku ini pengen kamu...."


Dalam hati aku sudah berharap jika kelanjutan dari perkataan Manda itu adalah:


"Aku ini pengen kamu jadi pacarku Ray."ucapnya dengan nada memohon.


Tapi ternyata aku saja yang terlalu banyak berharap karena ternyata kelanjutan dari ucapan Manda itu adalah:


"Begini Ray aku pengen kamu ngobrol lagi sama aku ya pas istirahat pertama nanti."ucapnya dengan nada santai seraya tersenyum kearahku.


Manda yang menyadari kekecewaan dari ekspresiku lalu bertanya :


"Kamu kenapa Ray kok keliatannya engga seneng gitu sih?"


"Engga, engga papa kok Man udah ya sampai ketemu di perpus pas istirahat nanti."ucapku dengan nada gugup menanggapi pertanyaan Manda seraya kembali berjalan menuju kelas dengan langkah cepat.


"Ih tunggu aku dong Ray."ucap Manda memohon padaku yang sudah berjalan mendahuluinya.


"Iya, iya tapi nanti pas mau masuk ke kelas kamu masuk duluan ya."ucapku memberi arahan pada Manda dengan sabar.


"Ok Ray, nanti aku turuti arahanmu itu deh."ucap Manda seraya mengedipkan satu matanya.

__ADS_1


"Bagus deh kalau kamu udah ngerti."ucapku dengan nada datar padahal sebenarnya seneng banget melihat kedipan mata itu.


Kami lalu kembali berjalan beriringan ke kelas, hatiku saat ini sebenarnya sangat senang karena bisa dekat dengan Manda bahkan dipagi hari. Tapi untuk menjaga perasaanku ini diketahui olehnya aku hanya memasang wajah datar selama kami berjalan.


Ketika kami hampir sampai di kelas Manda lantas berlari kecil untuk mendahuluiku masuk ke kelas, tetapi sebelum ia sampai di kelas langkahnya sempat terhenti untuk memberikan senyuman manis dan kedipan mata kanannya kepadaku.


Dalam hati aku berpikir:


“Hmm, apa itu tanda perpisahan darinya ya?pikirku dalam hati seraya menghentikan langkahku sejenak.


Aku hanya menanggapi tanda perpisahannya itu dengan sekali anggukan kepala. Manda lantas meneruskan langkahnya memasuki kelas setelah melihat tanggapan dariku. Sekitar dua puluh detik setelah ia masuk aku baru menyusulnya memasuki kelas.


Di dalam kelas, Manda sudah berbincang dengan beberapa anak perempuan yang dekat dengannya termasuk Sherly. Tanpa memperdulikan mereka aku langsung menuju ke tempat dudukku dan duduk dengan santai.


Aku melihat jam dinding yang terpasang di depan kelas kami, ternyata bel masuk baru akan berbunyi sekitar sepuluh menit lagi. Mengetahui hal itu aku lantas membuka handphone untuk mengisi waktu dengan membaca novel online.


Tapi baru saja aku membuka handphone, ternyata ada notifikasi chat WA dari nomer yang tak aku ketahui pemiliknya. Rasa penasaranpun mendorongku untuk membuka pesan itu dan ternyata pesan WA tersebut bertuliskan:


Assalamualaikum Ray


Ini Sherly, tolong sepulang sekolah nanti kita ketemuan di belakang sekolah ya


Ok Terima Kasih kalau udah dibaca


Note : Harus dateng ya dan Jangan ngomong apapun tentang pertemuan ini ke Manda atau orang lain kalau engga, kamu bakal tau sendiri akibatnya nanti!!!


Perasaanku saat selesai membaca pesan itu langsung bercampur antar senang dan takut. Bagaimana engga senang coba?, seorang Sherly ngajak aku ketemuan berdua di tempat sepi lagi.


Engga salah lagi ini pasti rencana pernyataan cintanya ke aku. Tapi hatiku juga takut karena di pesan itu dia terkesan sangat memaksaku untuk menemuinya, belum lagi aku tak boleh ngomongin ini sama orang lain termasuk Manda.


Namun, aku mencoba berpikir positif bahwa Sherly pasti melakukan itu karena merasa malu kalo rencananya nembak aku sampai diketahui sama orang lain.

__ADS_1


Secara cewek sekelas Sherly kan engga mungkin jadian sama cowok kaya aku, tapi kalau dia memang beneran nembak aku sepulang sekolah nanti bakalan aku pertimbangkan dengan senang hati perasaanmu cintamu itu Sher.


Pikirku seraya tersenyum melihat Sherly yang sedang ngobrol dari kejauhan atau lebih tepatnya dari tempat dudukku.


__ADS_2