
Akhirnya aku bisa mengingat tips pertama untuk bisa menulis novel ringan yakni seorang penulis harus memiliki amunisi atau pengetahuan yang luas jadi akupun menyampaikan tips tersebut ke Manda dan diapun berkata:
"Oh, jadi buat bisa bikin novel ringan harus punya banyak referensi dulu ya? "
"Iya kira-kira begitu Manda, soalnya kalo kamu tiba-tiba langsung mau nulis cerita kamu memang nya mau nulis cerita apaan?, nah buat tau kamu mau nulis cerita kaya gimana harus baca-baca buku atau novel lainnya dulu. "
"Jadi kamu punya saran referensi apa Ray buat aku baca? "
"Kamu sendiri penginnya buat novel ringan genre apa? "
"Kalo aku sih pengin bikin novel ringan yang genrenya detektif Ray. "
__ADS_1
"Kalo gitu kamu bisa baca buku Sherlock Holmes atau komik Detektif Konan buat referensi atau novel sama buku lain yang genrenya detektif. "
"Oh, jadi seperti itu ya, lalu setelah aku membaca buku tentang apa yang mau aku tulis langkah selanjutnya apa Ray? "
"Setelah kau telah siap dengan materi yang sesuai dengan ceritamu maka mulailah mencari sudut pandang spesial yang bisa membedakan ceritamu dari cerita orang lain."
Setelah aku mengatakan hal tersebut tiba-tiba bel tanda masuk kelas sudah berbunyi dan Manda pun memasang muka kesal dan mengatakan :
"Yaudah ini aku punya roti nih kamu
makan buat obat laper sementara sebelum jam istirahat ketiga. "
__ADS_1
"Ok, terimakasih ya Ray kamu baik banget deh. "
Setelah aku memberikan roti yang tadi kubeli di kantin yang rencananya akan aku makan di istirahat ketiga. Manda langsung membuka bungkusnya dan hendak memakannya hingga ada suara seseorang yang mengkagetkannya :
"Hei nak, kau tidak boleh makan dan minum di dalam perpustakaan ya!!! "
Ternyata itu adalah suara penjaga perpustakaan yang melihat gerak-gerik Manda yang akan makan roti yang aku berikan. Dalam hati aku berkata "Apa Manda segitu laparnya ya?, sampai peraturan dasar perpustakaan aja dia lupakan. "Aku dan Manda lalu keluar dari perpustakaan dan bergegas menuju kelas kami.
Roti yang aku berikan pada Manda sudah dilahap olehnya sesaat setelah kami keluar dari perpustakaan. Sesampainya di kelas suasana sudah rame oleh teman sekelas kami yang sudah kembali ke kelas. Aku sendiri masuk kelas sedikit lebih lama dari Manda supaya teman sekelas kami yang lain tidak mencurigai ada hubungan diantara kami.
Hari-hari setelahnya aku kembali seperti semula dimana hanya buku novel ringan yang menjadi temanku dan menemaniku saat istirahat, sementara yang aku lihat Manda sepertinya sekarang jadi hobi membaca buku padahal sebelumnya aku jarang melihatnya mau berlama-lama bercengkerama dengan sebuah buku. Ya, itu adalah bukti kesungguhannya untuk bisa membuat novel ringan. Melihat hal tersebut tiba-tiba aku merasa tergerak untuk ikut membuat novel ringan. Malam harinya setelah aku menyelesaikan pr, aku mencoba mulai menulis novel ringan karyaku sendiri. Aku mengambil genre komedi romantis untuk novelku dan novel ini aku buat berdasarkan pengetahuan dari novel-novel ringan yang sudah selesai aku baca.
__ADS_1
Tanpa terasa sudah dua minggu sejak Manda berkata padaku bahwa dia ingin buat novel. Hari ini pula aku merampungkan novel ringan pertamaku yang kuberi judul "Antara Cinta dan Keberuntungan".