AKU, KAU, Dan Buku Novel Ringan

AKU, KAU, Dan Buku Novel Ringan
Episode 3 : Kalimat Pertama bukan Segalanya


__ADS_3

Pagi hari itu aku dibuat terkejut oleh Manda yang sudah duduk di kursiku ketika aku masuk ke kelas. Dia lalu melemparkan senyumannya kepadaku sambil berkata :


"Pagi Ray hari ini kita ngobrol berdua lagi ya,gimana ? "


Mendengar ucapan Manda kepadaku seluruh warga kelasku yang sudah hadir langsung memberikan tatapan sinisnya kearahku. Menyadari akan hal itu membuat ku langsung berkata pada Manda :


"Iya...iya nanti kita ngobrol lagi pas istirahat ya, sekarang cepat bangun dari kursiku ya aku mau duduk secepatnya ini. "ucapku seraya menunjukkan wajah kesal kearah Manda.


"Halah Ray ini, buru-buru banget mau duduk kamu lagi nahan BAB ya ? "


"Engga nahan BAB juga kali Manda, aku cuma mau segera menghilangkan tatapan sinis yang melihatku. " ucapku dengan suara agak pelan supaya hanya Manda yang mendengarnya.


"Hah tatapan sinis dari mana Ray ? "Manda lalu melihat seisi kelas dan akhirnya menyadarinya.


"Udah liat kan?, gimana Manda. "


"Oh iya Ray, ini silahkan duduk maaf ya ganggu kamu pagi-pagi. "Manda langsung mengatakan hal itu seraya bangun dari kursiku dan berjalan kembali menuju kursinya.


Saat jam istirahat pertama seperti sebelumnya Manda tiba-tiba menghampiri mejaku dan memukulnya dengan kedua tangan.Aku yang sedang membaca klimaks dari novel yang aku bawa lantas tersentak kaget dan berkata :


"Sekarang kau mau ngomong apa lagi ke aku? "


"Ih Ray dingin banget omongannya, jadi begini Ray aku udah punya gambaran cerita buat novel ringan yang aku mau buat jadi nanti kita bahas soal itu di perpustakaan ya pas istirahat kedua. "


"Ok, aku Insyallah dateng setelah dari kantin dulu tapi. "


"Iya Ray nanti aku juga mau makan di kantin dulu ko. "


Melihat kami berbincang warga kelasku yang budiman mulai menebak-nebak hubungan antara aku dengan Manda, itu hal yang wajar karena Manda adalah gadis yang pintar, atletis, cantik, dan populer.Sementara aku adalah cowok yang kepintarannya rata-rata, gak atletis, gak ganteng-ganteng amat tapi engga jelek juga, dan engga populer. Tapi aku tak terlalu memikirkan pikiran teman-teman sekelasku,toh nyatanya tidak ada hubungan spesial antara aku dan Manda. Ketika bel istirahat kedua berbunyi aku lantas pergi ke kantin dan mengisi perutku dengan nasi udang goreng yang sering aku pesan ketika makan siang.


Tak butuh waktu lama untuk aku menghabiskan makanan tersebut, paling aku hanya membutuhkan waktu sekitar 7 menit.Setelah makan siangku sudah habis aku membeli minuman gelas lalu meminumnya di kursi dekat perpustakaan.Aku langsung masuk ke perpustakaan setelah aku menghabiskan minuman itu. Disana aku tidak menemui keberadaan Manda selang beberapa waktu sekitar lima menit Manda datang ke perpustakaan bersama Sherly.Manda lalu langsung duduk tepat di kursi yang bersebelahan denganku dan berkata :


"Maaf Ray aku telat, ini tadi si Sherly maksa minta ikut sih jadinya aku tungguin dia sampai selesai makan deh."


"Jadi memang Sherly mau ikut karena apa ?"


"Engga tau juga ya Ray, soalnya pas aku udah selesai makan terus bilang mau ketemu kamu di perpustakaan dia langsung pengin ikut."


"Lah terus kamu udah ngomong engga, alasan kamu ketemu aku ?"

__ADS_1


"Kalo soal itu belum Ray."


Dalam hati aku berkata : "Oh, pantes dia pengin ikut."


"Oh gitu ya, terus tadi katanya kamu mau bahas tentang perkembangan penulisan novel ringan kamu?"


"Jadi begini Ray aku udah punya gambaran sama sudut pandang yang menurut aku cocok buat aku tulis jadi novel ringan,terus aku mau minta tips berikutnya dari kamu untuk menulisnya."


"Bisa engga kamu kasih tau ke aku dulu tentang gambaran sama sudut pandang dari cerita yang mau kamu tulis."


"Jadi begini Ray kemarinkan aku mau buat novel ringan bergenre detektif, nah setelah aku baca beberapa buku referensi genre detektif terus akhirnya aku dapet ide buat bikin cerita kaya gini jadi ada detektif yang tiba-tiba dipecat dari kepolisian ketika sedang menyelesaikan sebuah kasus pembunuhan , terus detektif tadi ingin menyelesaikan kasus tersebut dengan usahanya sendiri untuk sudut pandang kita berperan sebagai detektif tersebut. "


"Untuk alur dari kasus pembunuhannya sendiri kamu udah punya gambarannya."


"Kalau itu karena merupakan inti ceritanya jadi aku udah punya gambarannya sih Cuma bingung mau mulai nulisnya gimana ya?"


"Jadi begini Manda tips menulis berikutnya yang mau aku kasih tau ke kamu yakni kalimat pertama itu mudah,gaya bahasa adalah kebiasaan ,dan menyelesaikan itu lebih mudah lagi."


"Itu maksudnya kaya gimana Ray bisa engga kamu jelaskan secara lebih rinci."


Jadi Manda kalimat pertama itu mudah karena kalimat pertama itu engga harus sesuai cerita supaya mudah jadi kamu boleh menuliskan kalimat pertama sesuai pikiran kamu lalu kalo sudah jadi kalimat yang mungkin ngawur bisa dihapus setelah cerita yang kamu tulis jadi."


"Iya kamu betul, jadi supaya mempermudah kamu memulai menulis cerita maka tulislah kalimat pertama sesuai dengan apa yang kamu pikiran saat itu untuk masuk ke cerita inti."


Baru aku selesai mengatakan hal tersebut Sherly yang sendari tadi bengong melihat perbincangan kami lalu berkata :


"Tunggu Sebentar kalian berdua !, sebenernya dari tadi kalian itu ngomongin apa sih ?"


"Sherly ,kami sedang membicarakan mengenai kiat-kiat dalam menulis novel ringan."Manda lalu berucap demikian menanggapi pertanyaan Sherly.


"Oh, kupikir kalian ke perpustakaan karena mau mojok atau ngomong sesuatu yang rahasia soalnya di sini kan sepi pas istirahat. "


Dalam hati aku berkata "Ternyata tujuan Sherly ikut sama Manda engga jauh beda dengan apa yang aku sangka yakni curiga adanya hubungan antara aku sama Manda. "


Setelah Sherly mengatakan hal tersebut bel tanda masuk kelaspun berbunyi dan begitu kami mendengarnya, kami lantas bersiap untuk kembali ke kelas. Tapi sebelum kami beranjak Manda berkata padaku:


"Ray bisa engga kamu kasih contoh dari tips tadi ke aku. "


Maka sembari berjalan menuju ke kelas aku pun menanggapi perkataannya :

__ADS_1


"Oh, Kalo begitu sih ok-ok aja besok aku bawa contohnya dari novel ringan yang aku tulis sendiri dua minggu terakhir. "


"Jadi kamu coba nulis juga Ray, jadi penasaran nih pengin baca."


"Iya, sabar ya dan mohon dimaklumi kalo ceritanya rada-rada garing soalnya aku juga baru pertama kali coba buat nulis. "


"Engga papa Ray aku cuman mau liat gimana bagusnya cerita yang kamu buat dengan referensi novel ringan yang sudah banyak selama ini. "


Akhirnya kami sampai didepan kelas dan seperti waktu itu, aku membiarkan Manda dan Sherly masuk terlebih dahulu dan aku masuk setelah mereka. Keesokan harinya saat istirahat kedua setelah makan siang di kantin aku lalu beranjak pergi ke perpustakaan. Disana Manda sudah menungguku sembari membaca buku tentang EYD ia lantas tersenyum menyambut kedatanganku yang segera duduk di kursi yang berhadapan dengannya. Aku lalu berkata:


"Kamu kok cepet banget dateng ke perpustakaannya, memang udah makan siang apa belum? "


"Aku sebelum ke sini udah makan siang Ray, soalnya hari ini aku dibuatin bekal sama ibuku. "


"Oh gitu ya, pantes aku tadi engga liat kamu ke kantin. "


"Iya Ray aku engga mampir ke kantin karena habis bel istirahat berbunyi aku lansung makan bekalku di kelas. "


"Jadi gimana kabarnya nih penulisan novelmu?"


"Aku semalam udah coba buat nulis beberapa paragraf sih ini ada di HP ku, coba kamu baca. "


Aku lantas mengambil Hp yang sudah disodorkan Manda ke arahku dan membaca beberapa paragraf tersebut. Hasilnya cukup bagus sih untuk seorang penulis pemula walau kalimat pertama yang ngawur agak panjang. Manda lalu melihat kearahku dengan mata yang berbinar-binar lalu berkata :


"Jadi gimana Ray menurutmu cerita yang udah aku tulis? "


"Oh iya Manda, ini awal ceritanya udah tersampaikan dengan baik, tinggal nanti kalimat pertama yang ngawur itu dihapus aja sama untuk lanjutan ceritanya tetap pakai sudut pandang awal ya. "


"Ok Ray, oh iya katanya kamu mau nunjukin novel ringan yang udah kamu tulis ke aku."


"Oh kamu bener juga ya, ini aku udah bawa filenya di flashdisk bisa kamu baca pake HP kalo ada OTG."


"Ok Ray, nanti kita bahas pas istirahat ketiga ya aku mau pinjam OTG ke Sherly dulu. "


"Jadi kita istirahat ketiga kesini lagi ya. "


"Iya dong Ray nanti kita bahas tentang cerita yang udah kamu tulis. "


Setelah mengatakan hal tersebut Manda langsung bergegas keluar dari perpustakaan dan menuju ke kelas, sementara aku tidak beranjak dari kursiku dan berpikir tentang kehidupan sekolahku sekarang.

__ADS_1


__ADS_2