
Bukan tanpa alasan aku menyarankan hal itu karena perjalanan dari rumahku ke rumah sakit tempat ibu di rawat memang memakan waktu yang cukup lama yakni sekitar tiga puluh menit perjalanan. Merasa jenuh melihat pemandangan membuatku sedikit mengantuk.
Jadi akupun perlahan menutup mataku seraya bersandar ke salah satu tepi jendela mobilku. Tanpa aku sadari sesaat setelahnya akupun terlelap dalam dunia mimpi. Pak Yono yang menyadari bahwa aku sudah terlelappun tak tega untuk membangunkanku.
Hingga ingatan yang aku peroleh setelahnya ialah sentuhan lembut dan suara halus dari Kak Rani yang mencoba membangunkanku dengan berkata:
"Non Manda, bangun non ini udah di rumah loh."ucapnya beberapa kali seraya menyentuh lenganku dan mengerak-gerakannya perlahan.
Segera aku membuka kedua mataku karena menanggapi suara dan sentuhan dari Kak Rani. Ternyata aku sudah sampai di rumah ya?, pikirku dalam hati seraya mengusap mataku yang masih sayu karena tadi sempat terlelap.
Senyuman ramah segera ditunjukkan oleh Kak Rani setelah menyadari bahwa aku sudah terbangun dari tidurku. Sesaat setelahnya ia lalu berkata :
"Non Manda pasti capek ya setelah seharian sekolah, silahkan kalo Nona Manda langsung mau mandi atau makan malam, air hangat sama makananya udah siap kok."ucap Kak Rani dengan nada ramah menawarkanku untuk langsung mandi atau makan malam terlebih dahulu.
"Aku mau sholat maghrib dulu aja kak, oh iya kalo bisa kaka panggil aku Manda aja enggak usah ada sebutan Nonanya ya." ucapku dengan nada santai menanggapi tawaran dari Kak Rani.
"Maaf kan saya Non Manda, jika itu memang keinginan nona sendiri maka saya akan mengganti panggilan saya untuk nona." ucap Kak Rani dengan nada sopan kepadaku.
"Bagus deh kalo Kak Rani udah tau, terus sekarang kenapa kaka pake baju kaya gitu? "ucapku seraya melihat baju yang saat ini dikenakan oleh Kak Rani.
"Oh, ini baju pesanan saya yang baru sampai tadi siang Manda-chan." ucap Kak Rani sembari sesaat melihat kearah bajunya.
"Eh, kenapa Kak Rani sampai repot-repot membeli baju maid kaya gitu sih?" ucapku dengan nada heran setelah mendengar perkataan Kak Rani." Ini adalah inisiatif saya sendiri Manda-chan, karena saya ingin benar-benar menjadi pelayan yang mendampingi Manda-chan di rumah ini." ucapnya seraya memegang kedua tanganku dengan tatapan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
"Ehh, kenapa tiba-tiba Kak Rani jadi kaya gini sih?, perasaan kemarin masih biasa-biasa aja deh." ucapku dengan nada sedikit terkejut karena pengakuan dan kelakuan Kak Rani yang tiba-tiba mendeklarasikan dirinya menjadi seorang maid pribadiku.
"Sebenarnya kemarin saya baru saja mendapat pencerahan setelah melihat video anime tentang maid yang melayani tuannya Manda-chan." ucapnya menjelaskan dengan nada sopan ke arahku.
"Jadi sekarang Kak Rani bakal jadi maid pribadiku nih ceritanya?" ucapku dengan nada sedikit bingung setelah mendengar penjelasannya.
"Jika itu adalah keinginan Manda-chan, maka saya akan mempersembahkan jiwa ragaku untuk melayani Manda-chan." ucap Kak Rani dengan nada bersungguh-sungguh.
"Heh, engga perlu sampai segitunya juga kak, itu sih udah berlebihan banget." ucapku dengan nada sedikit terkejut mencegah tindakannya yang sepertinya akan berlebihan.
"Tidak apa-apa Manda-chan, jika itu adalah keinginan anda maka itu berarti menjadi kewajiban bagi saya." ucapnya dengan nada sopan.
"Haduh, pokoknya jangan sampai berlebihan ya kak." ucapku dengan nada memohon seraya melepaskan tanganku yang sendari tadi di pegang olehnya.
"Iya udah deh, kalo begitu Manda mau sholat maghrib dulu ya." ucapku seraya membuka pintu mobil dan mulai berjalan menuju ke dalam rumah.
Kak Rani segera mengikuti langkahku selayaknya seorang maid yang mengikuti langkah majikannya.
Jujur aku sebenarnya tak terlalu suka dengan sikap Kak Rani yang mendadak berubah seperti ini. Ini karena aku sudah menganggapnya seperti kakakku sendiri walaupun tak ada hubungan darah apapun diantara kami, tapi sosoknya yang selalu mendampingiku sejak aku kecil menjadikannya sebagai figur seorang kakak dalam hatiku. Tapi kenapa sekarang di malah bertindak sebagai seorang maid yang selalu siap mematuhi perintahku?, kira-kira apa aku bisa mengembalikan dia kembali seperti dulu lagi ya?.
Pikirku selagi berjalan menuju kamarku. Sesampainya dikamar aku segera mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat maghrib sendirian. Sementara itu, Kak Rani aku suruh untuk menungguku di meja makan untuk makan malam bersama. Karena waktunya yang berdekatan akhirnya aku memutuskan untuk sekalian melaksanakan sholat Isya di kamarku.
__ADS_1
Aku baru keluar kamar setelah selesai sholat Isya dan segera berjalan menuju ke meja makan. Kak Rani segera menyambutku dengan senyuman ramahnya begitu melihatku berjalan ke arahnya. Sesampainya aku di meja makan, Kak Rani segera menarik sebuah kursi kebelakang lalu mempersilakanku duduk dengan berkata :
"Silahkan duduk Manda-chan." ucapnya dengan aksen seorang maid yang menghormati majikannya.
"Ya ampun engga usah sampai segitunya juga kak, Manda bisa narik kursi sendiri kok." ucapku yang merasa tak enak karena sikap maid Kak Rani.
"Engga papa Manda-chan, lagipula ini kan salah satu tugas utama dari seorang pembantu untuk melayani majikannya saat akan makan." ucap Kak Rani memberikan alasan masih dengan aksen maidnya.
Aku yang tak mau menyinggung perasaan Kak Rani akhirnya hanya bisa menunjukkan ekspresi datar seraya duduk di kursi yang telah disiapkan olehnya.
Tepat setelah aku duduk di kursi itu, Kak Rani segera memberikanku sepiring nasi yang dengan cepat dia persiapkan ketika aku mulai melangkahkan kakiku untuk duduk di kursi ini. Aku hanya bisa termenung ketika dia meletakkan sepiring nasi itu tepat di hadapanku. Kak Rani lalu kembali berkata kepadaku:
"Jadi untuk makan malam hari ini, Manda-chan ingin lauk yang mana?, biar saya ambilkan." ucapnya menawarkan bantuan untuk mengambil lauk yang saat ini sudah tersedia di meja makanku.
"Udah engga usah repot-repot kak, Manda mau ambil sendiri lauknya." ucapku dengan nada sopan menolak halus tawaran dari Kak Rani.
"Oh, kalau itu memang keinginan Manda-chan maka saya akan menurutinya." ucap Kak Rani seraya sedikit menundukkan badannya ke arahku sebagai tanda menerima perintahku.
"Bagus deh kalo begitu, Kak Rani juga ikut makan ya." ucapku dengan nada ramah mengajak Kak Rani untuk makan bersama denganku.
Sembari mengatakan hal itu tangankupun mulai bergerak untuk mengambil beberapa lauk yang telah disediakan oleh Kak Rani. Tapi seketika gerakan tanganku terhenti karena terkejut dengan perkataan Kak Rani yang berkata:
"Maafkan saya Manda-chan, harus menolak tawaran dari anda karena sebagai pelayan saya hanya bisa makan setelah anda sudah tidur malam ini." ucap Kak Rani dengan nada sopan sembari kembali sedikit menundukkan badannya ke arahku.
__ADS_1