Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI

Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI
EXP 10


__ADS_3

~❤️~


setalah pertikaian itu, dengan teganya Alvaro membiarkan Aurora menangis.


Aurora merasa sakit di pinggangnya.


dengan perasaan sedih,marah,kecewa menjadi satu.


Aurora kembali mengenakan pakaian nya. sungguh tuhan tak adil jika dalam kisah cintanya.


ia harus menjadi tokoh protagonis disini, dan ia juga harus menjalan kan kewajibannya sebagai tokoh protagonis yang berperan menjadi istri ke dua.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


hari sudah sore.


Aurel berpamitan dengan mom Olivia untuk menginap di hotel bersama teman temannya.


mom Olivia yang sudah merasa putrinya itu cukup dewasa, tak perlu memberi pengawal lagi, apalagi putrinya itu seorang yang jujur.


maka dari itu keluarga Alberto tidak mengintai Aurel dan Aurora, maupun keluarga kecil alberto.


bagi Kenzo dan Olivia anak mereka sudah pandai mengurus diri sendiri.


Aurel bukan kehotel, melainkan ke mension Alvaro.


jujur, ada sedikit rasa tidak terima di hatinya melihat kedekatan suaminya dengan adiknya.

__ADS_1


ya, dipikiran wanita itu sekarang suaminya sedang bermesraan dengan adiknya, nyatanya Alvaro menjauh dari Aurora.


"Alvaro" teriak Aurel menggelegar.


hanya pelayan mension Alvaro yang tau, jika Aurora menjadi istri ke dua tuan mereka, maka dari itu mereka segera menundukkan kepala saat Aurel datang.


Alvaro yang berada di ruang kerja bersama asisten Aliando tentu saja tidak mendengar nya.


namun asisten ali mendapat pesan dari pak Doni jika nyonya mereka datang ke Mension dan mencari tuan muda.


"maaf tuan, nyonya Aurel mencari anda"


"istriku?"


"ya tuan"


dengan langkah semangat Alvaro keluar dari ruang kerjanya dan masuk kedalam lift menuju istrinya.


Alvaro menggunakan lift agar sampai di ruang utama. tak lama ia pun melihat seorang wanita berdiri membelakanginya, Alvaro tersenyum, pria itu memeluk istrinya dari belakang.


"sayang aku merindukanmu.." bisiknya memeluk posesif tubuh Aurel.


"aku juga, pasti kau puas bukan? bermesraan dengan Aurora"


"aku tidak bermesraan dengannya, aku tidak menyukainya"


"baguslah, aku kemari ingin bersenang senang denganmu"


Alvaro dan Aurel duduk di sofa besar.


Alvaro memangku tubuh langsing Aurel, wanita itu mengalungkan tangannya pada leher suaminya.

__ADS_1


"dimana Aurora?" tanya Aurel dengan pelayan yang membawa kan jus mereka.


"nona muda berada di kamarnya nyonya"


"suruh dia yang membuatkan kami minuman, dan untuk minuman yang kau bawa ini, kau kembalikan saja ke ruang kitchen"


"baik nyonya"


sementara di kamar.


tampak Aurora menatap sebuah foto di ponselnya, dengan sedikit berlinang air mata, Aurora melepaskan kesedihannya.


"mom, ded aku merindukan kalian, aku tak menyangka kak Alvaro sejahat ini"


tiba tiba terdengar suara ketukan pintu, mau tidak mau aurora terpaksa membuka pintunya.


"ada apa bi"


"maaf nona, nyonya Aurel memerintahkan anda untuk membuatkan minuman"


"sejak kapan kak Aurel datang?"


" 5 menit yang lalu nona"


"baiklah aku akan membuatkannya minuman"


Aurora pun bergegas menuju ruang kitchen untuk membuatkan kakaknya minuman. saat ia menuruni tangga, ia melihat suaminya bermesraan dengan kakaknya. ada perasaan sedikit tak terima, namun ia hanyalah seorang rahim pinjaman.


Aurora tak memperdulikan keadaan mereka, ia pun membuatkan minuman untuk keduanya.


ia menaruhnya di atas meja, dan hendak cepat² pergi dari hadapan Alvaro dan Aurel.

__ADS_1


"tunggu Aurora, ada yang ingin kami katakan kepadamu" ucap Aurel menatap adiknya benar benar serius.


__ADS_2