Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI

Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI
EXP 59


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


seusai makan, Alvaro menemani anak anaknya didalam kamar hingga tertidur. setelah itu ia kembali menuju kamar, menemui istrinya. ia melihat Aurora sedang berdiri di balkon kamar, menatap hutan hutan lebat yang terlihat cukup kecil jika dari atas. Alvaro memeluk istrinya dari belakang, ia mencium tengkuk istrinya dan menyembunyikan wajahnya di sana.


"apa yang sedang kau lakukan hmm?" bisik nya meniup lembut daun telinga wanita itu. Aurora merasa geli, ia tertawa kecil menahan rasa geli yang diberikan oleh pria itu. "menurut mu, apa kak Aurel akan membalas kan dendam pada kita, sehingga ia terus mengejar kita hingga kesini"


"kau masih memikirkan itu rupanya" ucap Alvaro mulai lirih. tangan nya mulai berkelana kemana mana, setelah ia ia mencium ceruk leher Aurora ia pindah ke pipi. "jangan khawatir sayang, sudah aku katakan, ia tidak akan berani bermacam macam, saat itu setelah ia datang ke apartemen mu, aku mengusirnya dari negara Italia dan memblokir untuknya memasuki kawasan negara Italia, maka dari itu ia kembali ke sini dan tak berani ke italia"


"jadi ia sama sekali tidak tahu jika kita berada disini, dan menurut mata mata yang aku kirimkan, ia memiliki seorang kekasih bernama fang Leng dari China dan sahabat nya bernama gradia"


"lalu apa tujuannya saat kini?"


"tujuannya adalah, ingin meminta maaf pada mom dan ded Kenzo"


"saat itu, ia sudah berani kembali ke mension utama, namun dengan keras dan kasar ded Kenzo mengusirnya, karna ia berani mengorbankan adik kembarnya sendiri"


"apa kau tidak berniat menolongnya?"


"tidak"

__ADS_1


"tapi kenapa? bukankah kau mencintainya dahulu, bahkan sampai rela menerima kata kata kasar darinya"


"sayang,jangan mengungkit masa lalu, aku membencinya"


"iya iya, aku tidak akan mengungkit masa lalu, aku hanya mengatakan nya saja"


"itu sama saja girl, maka dari itu kau harus dihukum"


"khiaaa...Alvaro apa yang kau lakukan, turunkan aku"


Alvaro menggendong tubuh istrinya ala bridal style dan membaringkannya di ranjang. ia mencium bibir istrinya penuh nafsu. dan akhirnya mereka pun melalui malam panjang nya.


"thank you beby"


"i love you hubby"


keesokan harinya.


sesuai rencana Alvaro, ia akan berpindah ke negara Indonesia. ia juga sudah resmi menjadi orang Indonesia. perusahaan nya ia berikan untuk Abercio saat besar nanti. maka dari itu untuk sementara Alvaro akan mengurusnya dari Indonesia. ia juga membangun kembali perusahaan nya yang baru, dengan judul yang sama.

__ADS_1


bisnisnya semakin berkembang pesat, bahkan banyak karyawan asal Indonesia yang melamar kerja di perusahaan nya. namun tidak semudah itu untuk masuk kesana, dan juga gajinya yang terbilang sangat mengagumkan dan membuat menganga.


Alvaro dan Aurora pindah ke mension baru. Abercio juga bersekolah di smart school dan baru menempati kelas 4 sedangkan Queen kelas satu.


sudah seminggu mereka tinggal di Indonesia, hari ini mereka akan menuju mension utama untuk menemui ibu dan ayah Aurora. "apa kau sudah siap sayang" ucap alvaro pada istrinya. "aku sudah siap"


kemudian mereka berjalan memasuki mension utama. yang pertama ia lihat adalah ibunya yang sedang duduk membaca buku, meski sudah tua wanita itu tampak elegan. itulah ibu kesayangan Aurora.


"momy" panggilnya lirih.


wanita itu menatap kearah sumber suara, matanya menangkap seorang wanita yang sulit ia tebak. ia ingin marah, namun tiba tiba 2 anak kecil berlari kearahnya dan seorang pria yang sangat ia kenal.


"granma..!!!" teriak si kembar memeluk neneknya.


"tunggu, kalian siapa?" tanya Olivia merasa bingung.


"jadi granma Tidka mengenali siapa kami? padahal kami cucu granma" si kembar merasa sangat sedih, ia kemudian melepaskan pelukannya dan ingin berjalan kearah Aurora.


"tunggu, ini tidak seperti yang kalian bayangkan, granma hanya terkejut saja tadi" ucap Olivia memeluk kedua cucunya dengan penuh kasih sayang. Alvaro memberi kode pada istrinya untuk mendekat, dengan ragu ragu Aurora mendekati ibunya.

__ADS_1


__ADS_2