
~❤️~
twins sudha bersiap berangkat ke sekolah, sesuai janji Deddy Alvaro mengantar mereka kesekolah.
saat sampai di sekolah, seluruh guru serta kepala sekolah yang menganggap mereka sebagai anak haram, kini berpura pura berbuat baik. mereka masih tak percaya jika Queen dan Abercio anak dari seorang tuan penguasa setelah keluarga Kenzo Smith.
"silahkan masuk tuan" ucap guru yang mengajar di kelas Abercio dan Queen, guru cantik yang terbilang masih muda memang mengidolakan mantan asisten tuan Alberto itu, namun ia hanya di anggap angin lalu oleh pria itu, membuat wanita itu semakin kesal.
"mengapa anakku duduk di belakang? pindahkan mereka kedepan" ucap Alvaro menatap tajam kearah guru tersebut.
guru cantik itu sedikit merasa ketakutan, sehingga kini ia menyuruh beberapa anak murid yang lain untuk pindah ke belakang.
setelah mengurus anaknya, Alvaro kembali masuk kedalam mobil diikuti pengawal Alvaro yang mengikuti dari belakang mobil Alvaro menggunakan mobil khusus. Alvaro ingin segera kembali dan berduaan dengan Aurora, meski wanita itu menolaknya namun ia tak perduli.
bahkan ia tersenyum sendiri membuat asisten Ali merasa jengah melihatnya. "tuan apa anda baik baik saja?" pertanyaan yang di lontarkan oleh asisten Ali berhasil membuat Alvaro menatapnya dengan tatapan tanda tanya. "apa maksudmu?"
__ADS_1
"maksud saya, apakah anda baik baik saja?"
"tentu saja aku baik, kau pikir aku sakit?" ujar Alvaro merasa kesal dengan kebodohan asistennya itu. "kena sedari tadi anda tersenyum Sendiri tuan,membuatku sedikit merasa takut"
"sialan kau" ucap Alvaro sembari menendang kursi yang diduduki oleh asisten Ali
" satu bulan kedepan, bonus mu aku potong 30% "ucap Alvaro dengan Enteng, membuat asisten Ali merasa lemas dan tak punya kekuatan untuk menyetir. tak lama mobil mewah itu sampai di apartemen, dengan gesit Alvaro lari mencari keberadaan istrinya.
ia melihat Aurora terlihat sangat rapi, Alvaro mengernyitkan dahinya merasa bingung dengan Aurora. "kau ingin kemana?" tanya pria itu membuat Aurora seketika menatapnya.
"tidak! kau tidak boleh bekerja" tolak Alvaro dengan tegas.
"apa hak mu! aku bekerja untuk mencukupi kehidupan anak anakku" ucap Aurora merasa tak rela pria itu tak mengizinkannya. "kau tidak boleh bekerja Aurora, ada aku,. aku berhak melarangmu, karna aku suamiku, dan masalah anak anak, aku yang akan menafkahi mereka dan juga kau" terang Alvaro perlahan melangkah mendekati Aurora.
"terimakasih atas ucapan mu, tapi aku tidak butuh semua itu, kau urus saja surat perceraian kita, aku akan bekerja keras sendirian untuk anak anakku" tolak Aurora mentah mentah.
__ADS_1
"kau yakin?" ucap Alvaro Menatap intens istrinya dengan tatapan yang sulit di artikan. "tentu saja aku yakin, untuk apa aku ragu"
"kau boleh memintaku untuk menceraikan mu, tapi apa kau tidak akan menyesal? jika aku mengambil hak asuh atas mereka berdua?" ucap Alvaro yang sebenarnya tidak ingin menceriakan istrinya, karna Aurora sekarang segala galanya baginya.
"apa maksudmu?"
"tidak ada maksud, jika kau ingin aku menceraikan mu, aku akan mengambil hak asuh atas Abercio dan Queen" ucap alvaro dengan tegas.
"kau tidak berhak atas mereka, karna aku yang menjaga nya selama ini"
"aku berhak Aurora, karna aku ayah kandung mereka"
Aurora dibuat bungkam oleh Alvaro, kini wanita itu dilanda cemas, ia ingin sekali berpisah dari pria itu, akan tetapi bisa saja pria itu membawa pergi kedua anaknyw, bagi Aurora abercio dan Queen adalah mahkota baginya sekarang, sungguh ia tak sanggup jika harus kehilangan kedua anak itu.
"aku mohon jangan bawa mereka dari kehidupanku alvaro" tangis mulai terdengar dari mulut wanita itu.
__ADS_1