
~❤️~
Alvaro tak memperdulikan istri barunya, ia melihat kamar yang ia tempati dengan istri pertamanya Aurel. Aurora sebenarnya ingin sekali kamar pengantin nya itu di riasi bunga bunga seperti yang ia tonton di tv.
namun pernikahan yang miliki ini, hanya bekas Kakak kembarnya dan sangat tidak menarik di mata.
"menahan kau tidak mengganti pakaian mu? cepat gunakan pakaian itu dan kerjakan tugasmu" ucap Alvaro dengan nada tak suka.
jujur saja, ia tidak ingin menyentuh Aurora, namun ia harus segera menjalankan rencana nya dan segera berpisah dengan Aurora.
Aurora menurut, ia berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya.
tak butuh berapa lama, ia keluar menggunakan pakaian yang disediakan di dalam box yang diberikan kakak kembarnya
"ini pakaian apa, mengapa sangat tipis" gumamnya tak sadar jika kini suaminya berada di dalam dan menatapnya lekat.
alvaro menelan salivanya cukup susah, ia sudah tak bisa menahannya lagi, ia segera menarik Aurora dan merebahkannya di ranjang.
ciuman demi ciuman ia di leher putih mulus itu. Aurora menggigit bibirnya agar tidak mengeluarkan suara aneh yang akan semakin memancing suaminya. ia berusaha menahan air mata agar tidak keluar. ia harus menjalankan rencana apa yang kakaknya katakan.
tanpa banyak berbicara, Alvaro menarik paksa pakaian tipis itu hingga rusak. ia menarik celana miliknya hingga kini mereka polos tak tersisa.
saat menyatukan miliknya, dengan spontan Aurora menjerit dan menangis, namun Alvaro segera menciumnya untuk meredakan rasa sakitnya.
aurora Berlinang air mata, memang ia akan memberikan nya pada alvaro, namun pria itu sama sekali tidak mencintainya.
__ADS_1
sementara Alvaro, pria itu mengeram nikmat merasakan milik nya itu kini bersarang di tempat persembunyian nya.
sungguh! Aurora jauh lebih nikmat dibandingkan Aurel istri pertamanya. hingga kini Alvaro menghabisi Aurora tanpa membiarkan wanita itu istirahat dan akhirnya tertidur lemah di ranjang.
Alvaro dapat melihat dengan jelas darah segar yang mengalir di miliknya, menandakan jika ia pria pertama yang menyentuh wanita itu.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
malam harinya.
tampak mertua Aurel datang ke mension Alvaro untuk menjenguk mereka. "apa kalian baik saja"
"baik mom"
"mana Aurel?"
"istriku sedang membuat minuman"
"tumben, biasanya pelayan yang membuatkan minuman"
__ADS_1
"mungkin dia lagi ingin"
"baiklah"
tak lama Aurora keluar dengan nampan yang berisi minuman dan ia taruh di atas meja.
Luna semakin heran karena biasanya Aurel akan memakai mek up tebal dan glamor.
"tumben kau mengenakan mek up tipis, biasanya kau akan memakai mek up tebal" ujar Luna tersenyum pada menantunya.
Aurora hanya tersenyum. "dia tidak sempat mom"
"baiklah mom mengerti"
mereka pun berbincang bincang di ruang tamu. Aurora jelas sekali heran pada Kakak kembarnya. padahal ibu mertuanya sama sekali tidak menuntut seorang anak.
"segini inginnya kah ia menginginkan seorang anak! hingga ia mengorbankan masa depan adiknya" batin Aurora tersenyum miris.
"baiklah,mom akan segera pulang takut ded mu akan mencari mom"
"hari hati mom"
"ohh iya, apa kau tidak pernah berkunjung tempat kakak iparmu, semenjak kau berhenti bekerja, kau tidak pernah bermain ketempat Alberto"
"aku lagi sibuk mom, lain kali saya kalau ada acara"
__ADS_1
"baiklah"
Luna pun pergi dari mension Alvaro, meninggalkan alvaro dan Aurora yang masih berada di ruang tamu.