Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI

Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI
EXP 50


__ADS_3

~❤️~


sesuai janji, kini mereka keluar untuk menikmati suasana malam kota Italia, tampak Queen dan Abercio merasa sangat bersemangat.


"momy lihat, badut itu sangat menggemaskan" teriak Queen dengan disertai tawanya. Alvaro merasa gemas dengan putrinya, pria itu pun menggendongnya dan mendekat ke arah badut itu.


seolah olah tau siapa yang datang, badut itu memberi penghormatan pada Alvaro dan juga Aurora.


badut itu mulai melancarkan aksinya, membuat si kembar merasa sangat terhibur.


puas jalan jalan, Alvaro mengajak anaknya untuk makan sebelum pulang, Alvaro mengajak mereka ke La Sponda, Positano. tempat makan terbesar di Italia. "habiskan makanan kalian anak anak, setelah ini kita akan pulang, besok kalain harus pergi kesekolah"


"tidak sayang, besok mereka tidak akan bersekolah"


"loh, kenapa?"


"aku telah mengurus surat pindah tempat dari sini, Abercio dan Queen akan bersekolah di negara paris tempat tinggal ku"


deg


Aurora menjatuhkan alat makannya, membuat mereka menatap ke arah wanita itu. "momy, apa momy baik baik saja"


"momy baik baik saja sayang, kau tidak perlu khawatir" ucap Aurora dengan gugup.

__ADS_1


"sayang, apa kau baik baik saja?"


"emm, aku baik baik saja alvaro"


Alvaro merasa Aurora seperti seseorang yang sedang ketakutan, Alvaro tau pasti istrinya trauma dengan apa yang pernah ia alami dulu. "Je sais que tu es encore traumatisée chérie, mais je suis sûr que tu peux lentement l'oublier" (aku tau kau masih trauma sayang, tetapi aku yakin kau bisa perlahan melupakannya)


"Je ne veux pas dire qu'Alvaro, j'ai peur que mes enfants soient pris par eux" (aku tidak bermaksud begitu Alvaro, aku takut anak anakku di ambil oleh mereka)


"ils n'oseront pas prendre Queen et Abercio, je dois les protéger" (mereka tidak akan berani mengambil Queen dan Abercio, ada aku yang melindungi mereka)


"kak, momy dan Deddy sepertinya berbicara bahasa paris"


"bukankah kau sangat fasih, apa yang mereka katakan"


"melindungi siapa? apa kita akan dalam bahaya"


mereka saling berbisik saat ayah dan ibunya sibuk berbincang, selesai makan mereka kembali ke apartemen untuk beristirahat.


sesampainya di apartemen, Alvaro masuk ke dalam kamar tamu yang ia gunakan sebagai ruang kerja.


Alvaro mengerjakan pekerjaannya malam ini juga, karna besok ia akan kembali ke negara paris bersama anak dan istrinya. "sudah saatnya membawa mereka kembali, aku harus menyelesaikan pekerjaan malam ini juga"


Alvaro sangat fokus menatap ke arah laptopnya, hingga tiba tiba, tanpa ia sadari seorang gadis cilik naik ke atas pangkuannya. "mengapa kau belum tidur sayang"

__ADS_1


"Queen ingin tidur di peluk deddy"


"Deddy tidak bisa sayang, malam ini Deddy akan lembur"


"benarkah? apa yang sedang Deddy lakukan, mengapa Deddy lembur"


"hanya masalah kantor, Queen tidak akan mengerti"


"aku mengerti ded, boleh aku mencobanya sekali" ucapnya dengan mata berbinar.


"Queen tidak bisa, sebaiknya segeralah tidur"


"aku mohon ded, aku yakin aku bisa"


Alvaro pun mau tidak mau harus mengalah pada putrinya, ia membiarkan putrinya itu mengotak ngatik laptopnya, memasang semua virus untuk keamanan, dan juga memindahkan berbagai file seusai keinginannya. Alvaro tak henti hentinya merasa kagum dengan putrinya, masih berumur 5 tahun ia sudah sangat pintar.


"lihat ded, aku telah mengerjakan nya separuh, dan sisa sepenuhnya deddy"


"terimakasih sayang, sekarang segeralah tidur"


"tidak, aku ingin tidur di peluk oleh deddy"


masih bersikeras, akhirnya Alvaro mengalah, ia membiarkan putrinya itu masih setia duduk dipangkuannya.

__ADS_1



__ADS_2