Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI

Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI
EXP 15


__ADS_3

~❤️~


Tampak dari kejauhan.


Aurel diam diam tersenyum penuh kemenangan melihat Alvaro memperlakukan Aurora kasar.


disini masalahnya, Aurel sengaja balas dendam terhadap Aurora adik kembarnya karna selalu mendapatkan apa yang ia inginkan, sementara ia? ia mengalah karna ia lahir lebih dulu meski hanya beberapa menit, namun ia tetapkan kakak Aurora.


sebenarnya Aurel tidak memiliki kerusakan pada rahim, hanya saja Aurel sengaja meminum obat kontrasepsi untuk mengubah cara kerja tubuh dan mencegah kehamilan.


Aurel tahu jika Aurora mencintai Alvaro, dan ia ingin membuat Aurora adik kembarnya menderita karna Alvaro lebih mencintai nya di banding adik kembarnya.


Aurora masih berdiri menatap punggung kekar itu perlahan meninggalkan dirinya. tampak Alvaro mendekati Aurel dan menggandeng tangan wanita itu.


kedua pasang sejoli itu memasuki mobil mewah dan perlahan keluar menyusuri pekarangan mension dan keluar dari gerbang.


Aurora menatap sendu, ia menangis disana. sebenarnya apa yang kakak kembarnya rencanakan? ia terus berdoa agar anaknya segera hadir di dalam rahimnya dan ingin segera cepat² pergi dari kehidupan pria itu.

__ADS_1


meski di hatinya masih ada rasa cinta, namun seiring berjalannya waktu, perlakuan kasar pria itu mampu menggores luka di hatinya.


"mengapa aku selalu gagal dalam percintaan???" lirihnya tersenyum miris.


Aurora tidak bisa berbuat apa apa, ia ingin masuk, namun Alvaro memerintahkan para pengawal berjaga di depan pintu dan melarang Aurora bergerak dari tempatnya.


Aurora yang memang belum sarapan pagi, merasa pusing di kepalanya dengan tubuh yang bergetar hebat.


"mau sampai kapan aku seperti ini? dimana mereka" lirih Aurora tak terdengar oleh siapapun.


"bolehkah aku masuk, aku ingin makan, aku berjanji akan kembali berdiri di sini namun aku ingin makan, aku belum sarapan pagi" ucap Aurora pada pengawal Alvaro.


asisten Ali yang melihatnya dari cctv hanya bisa menatap prihatin ke arah nona mudanya.


ia yakin, jika tuan Alberto kakak nona Aurora tau, bisa habis Alvaro olehnya, namun kedua pria bersahabat dan berkuasa itu, tidak mungkin berpecah belah.


di mall Westfield Forum des Halles.

__ADS_1


tampak Alvaro membiarkan istrinya berbelanja yang wanita itu suka, dari tas branded, high heels, serta pakaian yang tentunya glamor Aurel sengaja membelikan Aurora lingerie agar aurora terkesan murahan dan menggoda Alvaro.


"sayang aku lapar"


"baiklah kita makan dulu ya, baru pulang"


sementara di mension.


Aurora masih setia berdiri menunggu kepulangan kedua manusia tak berhati itu, aurora benar benar kecewa dengan kakaknya, merusak masa depan adiknya sendiri hanya untuk seorang pria tak berhati seperti Alvaro.


mata sayup sayup itu mulai redup, sakit di kepalanya terasa dengan jelas, hingga bersamaan penglihatan nya mulai gelap, hingga akhirnya ia terjatuh dan tak sadarkan diri.


pada pengawal yang berjaga segera menggotong tubuh Aurora untuk di bawa masuk kedalam mension.


Aurora di baringkan di ranjang, dan para pelayan mulai menggantikan pakaian Aurora yang kotor akibat ulah Alvaro yang menyeretnya tadi.


luka di lutut Aurora juga di bersihkan oleh maid, dan juga dengan sigap mereka membawakan makanan untuk nona nya.

__ADS_1


sesaat Aurora siuman karna mencium bau makanan, ia membuka matanya perlahan dan melihat ke sekeliling.


__ADS_2