Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI

Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI
EXP 20


__ADS_3

~❤️~


usai melakukan pekerjaannya, kini Aurora kembali ke mension suaminya. saat sampai di sana, Aurora dapat melihat dengan jelas saat suaminya itu duduk di sofa dan menatapnya dengan sangat tajam.


perlahan Aurora mendekati suaminya dan menundukkan kepalanya.


"kau tahu bukan ini sudah jam berapa..!!!"


"maaf tuan, aku tadi terlalu sibuk jadi sampai pulang ke malaman"


"banyak saja alasan yang kau lontarkan, kau pikir aku bodoh? tidak ada wanita yang tidak murahan Seperti istriku" sinis Alvaro menatap jijik ke arahnya.


Aurora memilih diam dan menunduk, melawan Alvaro tidak akan ada habisnya, yang ada ia akan mendapatkan perlakuan kasar lagi.


"terserah anda tuan Alvaro, saya ingin istirahat terlebih dahulu" ucap Aurora meninggalkan tempat itu, namun sebelum beranjak, tiba tiba lengannya di cengkram kuat oleh Alvaro.


"akh...tuan apa yang kau lakukan, ini terasa sakit" pekik Aurora tertahan, karna sudha malam takut seluruh pelayan mendengar.


asisten Ali yang melihatnya dari cctv hanya bisa menghembuskan nafasnya, ia tak habis pikir dengan tuannya.


"sungguh kejam kau tuan Alvaro, aku harap kau tidak menyesal"


Alvaro menyeret paksa Aurora masuk ke dalam kamar, yang jelas Alvaro menginginkannya sekarang.

__ADS_1


dengan langkah terseok Seok, Aurora mengikuti langkah suaminya itu, langkah nya yang kecil tidak mampu mengimbangi langkah suaminya.


Brakh!!!


suara tendangan pintu cukup menggema, Alvaro kembali menutup otomatis pintu kamar dan mendorong kasar Aurora ke ranjang, hingga terjerembab.


"tuan aku mohon, aku sedang tidak enak badan" gemetar Aurora ketakutan.


Aurora beringsut mundur ke belakang, dengan wajah panik ia berusaha menghindari Alvaro yang hendak menidurinya kembali.


Aurora kalah telak oleh suaminya, Alvaro menarik kaki Aurora hingga kini Aurora berada di bawah kungkungannya.


"kau tidak akan bisa lari dari ku" bisiknya menyeringai membuat Aurora bergidik ngeri.


Aurora berusaha melepaskan dirinya, saat suaminya perlahan membuka pakaiannya satu persatu.


pakaiannya di sobek secara paksa, hingga kini ia tak berbusana, hanya tubuh Alvaro yang menutupi tubuhnya.


Alvaro bermain dengan kasar, namun perlahan menjadi lembur hingga membuat keduanya tak berhenti mengeram.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


sementara di kamar Aurel.


Aurel tampak mencari keberadaan Alvaro,namun ia tak kunjung menemukannya. "kemana alvaro? mengapa jam segini belum pulang" Aurel memutuskan untuk menunggu di sofa sembari menonton tv acara kesukaannya



sementara di dalam kamar Aurora.


masih dengan aktivitas nya, Alvaro tampak mengeram dengan keras saat sesuatu di bawah sana tersalurkan, dengan gaya angkuhnya ia beranjak dari tubuh istrinya yang tampak lemah tak berdaya.


Alvaro menutupi tubuh Aurora dengan selimut, pria itu segera mengenakan pakaiannya kembali dan bergegas keluar dari dalam kamar hendak menemui istri tercintanya.


Aurora hanya diam menatap punggung kekar itu, yang perlahan menghilang dari balik pintu.


ia tak mampu mengeluarkan suara, ia lelah sehabis bekerja, sepulang dari cafe ia harus melayani nafsu bejat suaminya.


Aurora pun akhirnya tertidur tanpa pakaian karna ia sangat kelelahan dan tak kuat menahan kantuknya.


di kamar Aurel.

__ADS_1


Alvaro tak melihat keberadaan wanita itu, ia mencari ke arah kamar mandi, namun hasilnya nihil, ia yakin pasti istrinya berada di ruang tv, dengan langkah lebar ia menyusul istirnya.


"sayang" panggilnya pada wanita yang sedang duduk menonton tv. Aurel menoleh ke arahnya dan kemudian kembali menatap kearah tv.


__ADS_2