Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI

Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI
EXP 46


__ADS_3

~❤️~


"aku tidak bisa hidup tanpamu Aurora, bagaikan burung yang kehilangan rumahnya, ia harus bersusah payah untuk membangun rumahnya kembali, seperti itulah kehidupan ku, aku akan berusaha untuk mengambil hatimu, maka dari itu beri aku kesempatan sekali lagi untuk mendapatkan cintamu" Aurora tak bisa berkata kata lagi, ia menundukkan kepalanya dan menangis, kemudian ia menganggukkan kepalanya perlahan tanda Alvaro telah mendapat persetujuan darinya.


setelah sekian lamanya ia di tinggal pergi oleh wanita itu, kini cintanya kembali bersemi, ia akan berjanji untuk membahagiakan Aurora dan anak anaknya. Alvaro memeluk erat wanita yang dicintainya, tak peduli seberapa banyak ia kehilangan darah karna tangannya yang terluka itu, yang terpenting ia bisa memeluk tubuh istrinya.


karna banyak kehilangan darah, tubuh Alvaro terasa lemas, badan kekar itu akhirnya mulai melemah, kepalanya bersandar di bahu Aurora dan tak ada pergerakan sama sekali.


"Alvaro apa yang terjadi padamu!!" teriak Aurora merasa terkejut pria itu pingsan dalam pelukannya.


Aurora kembali menangis, ia berteriak meminta pertolongan hingga para pengawal segera berlari kearahnya.


"ada apa nyonya"


"tolong aku, Alvaro pingsan dan ia kehilangan banyak darah"


"bagaimana bisa nyonya, cepatlah bawa tuan ke kamarnya dan hubungi dokter" asisten Ali tentu saja merasa sangat terkejut, apa yang telah terjadi antara tuan dan nyonya nya.


...****************...

__ADS_1


...****************...


...****************...


di dalam kamar.


setelah dokter mengobati luka Alvaro, dokter tersebut kembali ke rumah sakit. Aurora juga sudah memerintahkan anak buah Alvaro untuk menjemput Abercio dan Queen. wanita itu duduk di samping ranjang tempat pria itu berbaring.


"bangunlah, jika kau mati aku akan menikah lagi" ucap Aurora dengan Enteng dan tiba tiba saja tangannya ditarik hingga ia terjerembab di atas dada Kekar Alvaro. "sebelum kau menikahinya kau menikahinya, aku akan membunuh pria itu beserta seluruh keluarganya" ucapnya dengan tajam membuat Aurora tertawa kecil.


tiba tiba pintu kamar Aurora terbuka, muncul seorang pria kecil berlari kearahnya di ikuti adik perempuannya. "momy, Deddy kenapa? kata uncle Ali Deddy sedang tidak baik baik saja"


"apakah masih sakit ded"


"tidak sayang, kemarilah, Deddy ingin memeluk anak deddy" ucapan Alvaro dengan senang hati twins melangkah dan memeluk ayahnya dengan erat.


"mom, apa Momy tidak ingin memeluk deddy"


"nanti saja momy memeluk Deddy, sekarang momy ingin membuatkan makan siang untuk kalian"

__ADS_1


"ok mom"


Aurora tersenyum dan keluar dari dalam kamar. wanita itu melangkah menuju dapur untuk membuat beberapa makanan untuk makan siang anaknya. saat sedang memasak, tiba tiba seorang wanita cantik dengan pakaian glamor datang dan berteriak memanggil namanya.


"Aurora!!!" wanita itu terkejut, merasa namanya dipanggil, Aurora keluar mencari sumber suara tersebut.


tiba tiba tubuh Aurora membeku, hatinya memanas, pikirannya kembali ke beberapa tahun yang lalu.


kakaknya Aurel itu kini berdiri di hadapannya. "kak Aurel"


"ya ini aku, aku datang kesini untuk menghancurkan mu, karna dirimu, aku kehilangan semua Yanga ku punya, suamiku, momy,Deddy, kak Alberto, semua membenciku, mereka mencoret namaku dari kartu keluarga"


"aku datang kesini untuk keadilan, aku ingin mengambil apa yang seharunya menjadi milikku, kemana anak anakmu, aku harus membawa mereka" ucapan Aurel dengan langkah cepat menaiki tangga dan melangkahkan kakinya menuju kamar Aurora untuk mencari keberadaan anaknya.


"jangan kak, apa kau belum puas dengan penderitaan ku dulu"


"aku belum puas, karna kau semua kebahagiaan ku telah hilang"


__ADS_1


__ADS_2