
~❤️~
Aurel menatap tajam punggung adiknya, mengapa ada perasaan tak terima saat adiknya itu mengatakan jika ia akan berusaha merebut Alvaro darinya? namun ia tak yakin karna pria itu hanya mencintai dirinya.
"dari mana saja kau! kau pikir aku tidak kelaparan menunggumu" bentak Alvaro pada Aurora membuat wanita itu terperanjat.
"maaf kak, aku habis membersihkan diri"
"ck, apa kau mandi menggunakan 7 air sumur hingga sebegitu lamanya" bentaknya lagi.
dan Aurora lagi lagi hanya menundukkan kepalanya tanpa mau menjawab perkataan pedas suaminya.
tidak mungkin ia akan mengatakan jika ia habis berdebat dengan kakak kembarnya, bisa bisa pria itu akan menghukumnya.
Aurora duduk menjauh dari Alvaro, sementara itu, tiba tiba saja Aurel datang dan duduk di pangkuan Alvaro.
pria itu hanya tersenyum dan menerima setiap perlakuan sang istri, Aurel menatap penuh kemenangan pada Aurora, sementara wanita itu hanya diam dan tidak perduli, seolah olah tak terjadi apa apa.
ia sadar jika kakaknya berlaku jahat padanya, ia sungguh menyesal larut dalam kata kata manis kakaknya.
hanya keheningan menyelimuti mereka, meja makan itu terasa dingin dan mencekam, apalagi sesekali suaminya itu menatap Aurora dengan tajam bahkan tak mengalihkan perhatian darinya.
__ADS_1
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
setalah drama makan malam usai, Aurora kembali ke dalam kamarnya untuk beristirahat, Alvaro dan Aurel tentu saja akan bermesraan di dalam kamar.
namun perasaan Alvaro terasa sangat berbeda saat bersama dengan Aurel.
'mengapa justru aku memikirkan wanita itu, apa yang sedang ia lakukan sekarang..???' batin alvaro melamun.
"tidak ada, aku hanya memikirkan tentang honeymoon kita Minggu depan" ucap Alvaro agar istrinya tidak curiga.
"benarkah???" Aurel sungguh senang sekali, ia pasti akan menghabiskan waktu berdua dengan Alvaro.
"sayang aku menginginkan mu, bukankah kita sudah lama tidak melakukan hal itu" ucap Aurel dengan menggoda suaminya agar Alvaro terpancing.
Alvaro yang mengerti segera menahan tangan Aurel, ia tidak sedang berselera sekarang, apalagi pikirannya terus tertuju pada Aurora, apa yang sedang gadis itu lakukan.
__ADS_1
"sayang aku tidak sedang ingin melakukannya, saat kita honeymoon saja ya, apalagi sekarang aku sangat sibuk, ka tidur lah"
Aurel yang mendengarnya tentu saja menjadi kesal, namun ia tetap berusaha tersenyum.
"baiklah, aku akan tidur lebih dulu, tapi aku ingin tidur di pelukan mu" ucap Aurora dengan manja.
Alvaro tersenyum, ia pun memeluk tubuh istrinya hingga Aurel kini benar benar tertidur.
setalah itu, dengan perlahan Alvaro turun dari ranjang besar itu, dan keluar dari dalam kamar.
ia melangkahkan kakinya menuju kamar istri kecilnya.
ia langsung membuka pintu dan menguncinya, ia melihat Aurora tertidur pulas di atas ranjang..ia menyeringai licik, ia mendekati istrinya dan langsung mencium bibir Aurora tanpa memberi jeda sedikitpun.
Aurora yang merasa seperti ada benda kenyal di bibirnya, segera membuka matanya dan betapa terkejutnya ia saat melihat suami mesumnya itu bermain dengan bibirnya.
"hmpp..." Aurora berusaha memberontak namun tenaganya tidak sebanding dengan kekuatan yang Alvaro miliki.
Aurora lagi lagi hanya pasrah dan menangis karna lagi lagi pria itu menyebut nama kakak kembarnya saat bercinta dengannya.
Alvaro tak peduli akan hal itu, yang terpenting ialah menuntaskan hasrat birahinya pada sang istri.
__ADS_1
entah mengapa jika bersama Aurel rasanya tidak puas, ia lebih puas jika bersama Aurora.