Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI

Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI
EXP 9


__ADS_3

~❤️~


sesuai rencana, Aurora kini berada di mension suaminya, sementara kakaknya menuju mension utama.


saat Aurora tengah duduk di atas ranjang suaminya, ia menatap ke arah jendela kaca besar.


ia melihat sebuah mobil memasuki gerbang pekarangan mension.


Aurora tau jika itu suaminya, maka dari itu Aurora menjadi gelisah, apa yang harus ia katakan jika ia kembali ke mension.


ia mendengar langkah kaki Alvaro, pria itu cepat sampai ke dalam kamar pribadi mereka karna Alvaro menaiki lift.


"sayang" panggil Alvaro saat berada di dalam kamar.


Alvaro memeluk tubuh istrinya, Aurora yang mendapat perlakuan itu justru merasa sakit, karna suaminya mengira jika ia istri pertamanya, Aurel.


"sayang maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk membuat mu cemburu"


"jadi kak aurel memintaku untuk kembali kesini, karna mereka sedang berantem" batin Aurora kali ini mengerti.


"sayang, jawab pertanyaan ku, aku minta maaf"


"ekhem, maaf kak ini aku Aurora" lirihnya.

__ADS_1


Alvaro sontak terkejut, dan mendorong tubuh kecil Aurora, membuat wanita itu tersungkur dan terbentur nakas besi.


bugh!


"akhh..!!!"


"kak apa yang kau lakukan" ujar wanita itu berkaca kaca,ia merasa sakit di dahi pinggirnya.


sementara Alvaro? apakah pria itu peduli.


jawabannya tidak!!! justru pria itu tersenyum sinis, bagaikan batu besar menghantam hatinya, Aurora berusaha menahan sakit di hatinya.


"heh! kau pikir kau siapa hah!!! Dimana istriku..!!!" teriaknya.


"hiks..kak Aurel memintaku untuk kesini, dia ingin ke mension utama"


Alvaro berdecih, merasa jijik dengan Aurora, mungkin karna adik iparnya yang ia anggap sebagai adik kini menjadi istrinya.


"jika kau ingin hidup, maka turuti kemauanku"


"apa? apa yang kakak inginkan dari ku? apa penyiksaan ini belum membuat kakak puas"


"masih berani menjawab" pekik Alvaro menarik rambut indah Aurora, sehingga wanita itu berteriak kesakitan.

__ADS_1


"kak....aku mohon lepaskan, apa salahku pada kalian semua" teriak Aurora menangis.


Alvaro menghempaskan kasar kepala Aurora, sehingga wanita itu kembali tersungkur. dengan tangan yang gemetar, ia berusaha bangun dari lantai mermer itu, ia melihat Alvaro menatapnya dengan tatapan membunuh, seperti ingin menelannya hidup hidup.


"kau hanyalah alat pencetak anak untukku dan istriku, maka dari itu kau tidak berhak untuk menjadi nyonya ratu dimensionku ini, paham..!!!"


tanpa banyak berkata lagi, Alvaro mendorong tubuh istri kecilnya itu dengan sangat kasar, hingga kini Aurora terlentang di ranjang.


dengan sisa tenaganya, ia berusaha memberontak, namun apa yang ia dapatkan? justru pria itu menamparnya dengan sangat kuat.


plak..!!!


"jika kau berani menolakku, maka bisa saja aku membunuhmu, kau mungkin berfikir aku lebih lemah dari kakakmu, justru sebaliknya, aku dengan Alberto memiliki kekuatan yang sama" ujarnya penuh penekanan.


Alvaro mencium kasar hingga bibir Aurora berdarah.


Aurora menangis, merasakan sakit di sekujur tubuhnya. apalagi kini Alvaro menyatukan miliknya sangat kasar, hingga kini ia merasa kesakitan dan berteriak.


namun pria itu justru seperti Tuli, dan tak mendengarkan apa apa.


Aurora menangis dan memukul keras dada bidang suaminya itu, namun justru Alvaro marah dan kembali menamparnya.


plak..!!!

__ADS_1


"sekali lagi aku akan membuang mu ke balkon kamar" ancam pria itu tak main main,Aurora pun menjadi diam dan tak berani melawan, ia menangis dalam diam dan membiarkan suaminya itu bermain dengan sepuasnya.


__ADS_2