
~❤️~
setalah makan, mereka memutuskan untuk pulang dan beristirahat. Aurora menggandeng tangan anaknya masuk ke dalam apartemennya.
semenjak Aurora bekerja di perusahaan corp, Aurora bisa membeli kebutuhan sehari hari.
"kalian pergilah mandi, mom akan membersihkan diri juga"
"ok mom"
Abercio berlari menuju kamar di ikuti Queen. dengan langkah kecilnya mereka berlari dengan girang.
"Queen, apa kakak boleh meminjam laptopmu untuk bermain?"
"jangan kak, nanti rusak, aku tidak bisa mencari data dan keberadaan Deddy kita nanti"
"hanya sebentar saja tidak akan lama"
"tidak!!"
"kau itu sangat pelit" ucap Abercio menarik hidung adiknya dan kemudian berlari menuju kamar mandi.
Queen yang merasa kesal pun memutuskan untuk menyimpan laptopnya di dalam lemari, agar kakaknya itu tidak memainkan laptopnya.
sementara Aurora.
__ADS_1
setelah mandi, wanita itu segera menyiapkan makan malam, karna kedua anaknya itu hanya memakai daging tanpa menggunakan nasi, ia tau pasti anak anaknya belum kenyang.
Aurora dengan semangat membuatkan nasi goreng untuk keduanya dan dirinya. ia mulai mengeluarkan bahan bahan dari dalam kulkas dan mulai mengelolanya dengan baik.
hingga tak lama, ia mendengar kedua anaknya berlari menuju ke arahnya dengan tertawa ria.
"hai mom"
"hai sayang, duduklah momy akan membuatkan nasi goreng untuk kalian"
"wahhh, tanks mom kami menyayangimu"
"sama sama sayang"
"sayang, bukankah momy sudah mengatakan jika Deddy itu hanya kerja jauh saja, dan ia akan kembali jika urusannya sudha selesai"
"kami bertanya dimana Deddy bekerja mom?"
'tidak mungkin aku memberi tau keberadaan Alvaro, tingkat IQ Queen sangatlah tinggi, ia akan menemukan keberadaan Alvaro nanti ' batinnya merasa bingung, apa yang harus ia katakan.
"momy tidak tau Deddy bekerja dimana sayang, yang jelas Deddy bekerja untuk kalian"
"jika Deddy bekerja untuk kami, lalu mengapa momy bekerja???" sungguh! anaknya sangatlah cerdas, DNA ia tak mampu untuk menjawab pertanyaan anaknya.
"momy bekerja untuk kebutuhan tambahan Abercio dan Queen, bisa saja Deddy kalian tidak mendapatkan gaji yang cukup bukan?"
__ADS_1
apa ini Aurora, tidak mungkin Alvaro tidak memiliki gaji yang cukup, bahkan Alvaro mampu membiayai seluruh hidup semua orang di negara Italia. pikirnya
"mom, bolehkah Abercio mendaftarkan diri di lomba bela diri? Abercio sudha menantikan ini mom"
"baiklah momy izinkan sayang, tapi momy tidak bisa hadir"
ya, akhir akhir ini Aurora sangat sibuk, karna ia seorang menjerit di Perusahaan, maka dari itu ia harus mengurus semua kepentingan perusahaan.
"tapi mom, lomba itu berada di negara paris, dan Abercio kesana bersama dengan guru Abercio"
Aurora yang mendengar membulatkan matanya, tidak, ini tidak boleh terjadi, Aurora trauma dengan apa yang di alaminya, mungkin bisa ia maklumi jika kedua anaknya bertemu ayahnya, akan tetapi, Aurora takut jika kakaknya Aurel akan menemukan anaknya dan membawanya pergi dari kehidupannya.
untuk membayangkannya saja, sudah mampu mengobrak Abrik hari Aurora. "tidak sayang, momy tidak mengizinkan Abercio ke negara paris"
"aku mohon mom, jika Abercio menang, Abercio akan mendapatkan penghargaan dan uang tunai yang lumayan besar"
"tidak sayang, momy tetap tidak mengizinkan"
"aku mohon mom, ini kesempatan Abercio untuk kesekian kalinya"
"bukankah piala yang Abercio sudha banyak? untuk apa dikumpulkan"
"tapi mom, Abercio ingin mengembangkan bakat"
bukannya apa, tapi untuk saat ini Aurora belum siap, ia takut kedua anaknya dibawa pergi oleh Alvaro dan Aurel.
__ADS_1