
~❤️~
Aurora keluar dari kamar tergesa gesa, mencari keberadaan kedua anaknya. setelah ia berhasil melepaskan diri dari Alvaro, Aurora dengan cepat mencari anaknya.
"momy!!!" teriak kedua bocah itu dan berlari memeluk ibunya.
"sayang kalian baik baik saja"
"momy jahat! mengapa momy berbohong pada kami, padahal kami sangat menginginkan seorang deddy"
"momy tidak bermaksud seperti itu sayang"
"tidak, kami benci momy" teriak twins dan berlari menuju kamarnya.
Aurora kembali menangis, Hari yang seharusnya membuatnya paling bahagia, kini hancur karna ulah Alvaro, Aurora pun sangat membenci pria itu.
"apa yang harus mom lakukan sayang, agar kalian mau memaafkan momy, Abercio maafkan momy..." Aurora terus menggedor pintu membujuk kedua anaknya, agar membuka kan pintu untuknya.
"Queen, momy berjanji akan menuruti permintaan Queen, asal jangan membenci momy, kau putri kesayangan momy" isak nya.
"biar aku yang mencoba membujuk mereka" ucap Alvaro dari belakang,membuat Aurora menoleh kearah nya. wanita itu menghapus air matanya dan menatap tajam ayah dari anak nya itu.
__ADS_1
"kau tau? karna ulahmu ini, kedua anakku membenciku...aku membencimu Alvaro Alexander!!!" teriak Aurora mengeluarkan amarahnya.
"aku tau kau marah padaku Aurora, tetapi tahanlah emosimu terlebih dahulu, amarah yang kau tumpahkan, tidak akan bisa mengembalikan keadaan" buku Alvaro agar wanita itu mau mendengarkannya.
Alvaro membuka pintu itu menggunakan kunci cadangan yang ia minta pada bodyguard twins, ia masuk kedalam dan melihat kedua anaknya itu menangis saling berpelukan.
"hey anak anak Deddy, kemarilah bukankah kalian merindukan deddy" ucap Alvaro merentangkan kedua tangannya, si kembar langsung berlari memeluk ayahnya dengan begitu erat.
"Deddy jahat, Deddy lebih memilih pekerjaan daripada kami" Isak mereka memukul mukul ayahnya.
"hey boy dengarlah, Deddy ini orang terkuasa di berbagai negara, jadi Deddy sangat banyak kerjaan"
"momy tidak berbohong?"
"momy mengatakan, jika Deddy sedang melakukan bisnis diluar negri"
"itu benar putri Deddy, momy tidak berbohong"
namun, Alvaro tetap membela istrinya dari pada Aurora dibenci oleh si kembar, Alvaro membenarkan ucapan kedua anaknya itu. "berarti Deddy lebih memilih pekerjaan dari kami? hiks Deddy jahat"
"tidak seperti itu sayang, Deddy sangat sibuk, jadi tidak sempat pulang"
__ADS_1
"tapi uncle Ali mengatakan, Deddy mencari kami selama ini, karna momy menyembunyikan kalian"
"hey aku tidak berkata seperti itu" sahut asisten Ali dari ambang pintu dan langsung di tatap horor oleh Alvaro.
"berani sekali kau mengatakan hal itu pada kedua anakku"
"maafkan saya tuan, tapi saya tidak berkata seperti itu" Belanya agar tidak terkena amarah tuannya.
"sekarang sebaiknya kalian meminta maaf pada momy kalian" bujuk Alvaro pada kedua anaknya.
namun di kembar tidak mau melepaskan pelukannya pada ayahnya, mereka masih terus menempel seperti benalu yang ada di pohon.
Alvaro mengantar anak anaknya ke dalam kamar Aurora, tampak wanita itu menangis dengan menutupi wajahnya di pinggir ranjang.
"momy..maafkan kami" lirih sikembar memeluk ibunya.
"momy, kami berjanji tidak akan melakukan hal seperti itu lagi pada momy, jika boleh, momy pukul saja kami"
sikembar ikut menangis karna melihat ibunya menangis karna mereka. Aurora tersenyum dan memeluk kedua anaknya agar menenangkan suasana yang sedang panas itu.
"momy, maafkan kami"
__ADS_1
"momy berjanji, asal kalian jangan ulangi kesalahan yang sepeti tadi"
"iya mom, kami berjanji"