
~โค๏ธ~
"mom, biarkan kak Abercio mencapai impiannya, kasihan dia"
"sayang, mom hanya khawatir pada kalian"
"tenang saja mom, kami bisa melindungi diri kami, bukankah Abercio pandai bela diri"
Aurora menghela nafasnya dengan berat, mengapa melarang kedua anaknya itu sangat susah.
"cepatlah kalian memakan makanan kalian, setelah ini tidur karna besok kalian harus masuk sekolah"
"tapi mom, Abercio mohon.."
"Abercio, momy tidak melarangmu, akan tetapi momy khawatir"
"ohh mom please"
Aurora memejamkan matanya sejenak, dan menghela nafasnya dengan berat, akhirnya ia pun memutuskan untuk mengizinkan, akan tetapi ia akan menyewa seorang bodyguard untuk melindungi anaknya.
"baiklah, momy izinkan"
"benarkah..??? ho..ree tanks mom, i love you"
Aurora hanya tersenyum menatap putranya yang tampan itu, sangat mirip dengan Alvaro.
ya, mereka memang masih belum bercerai, namun suatu saat Aurora akan menggugat cerai dari Alvaro.
__ADS_1
...๐๐๐...
setalah makan malam usai.
Aurora bergegas menuju kamar untuk memeriksa beberapa berkas penting, sementara twins kini berada di kamar nya.
"kak, kita harus menemukan keberadaan deddy"
"kau benar Queen, apa kau dapat menemukan keberadaan nya..???"
"tenang saja, aku akan berusaha"
namun setelah berusaha sebaik mungkin, Queen hanya menemukan seorang penguasa. Kenzo Smith dan Alberto Aroon Chaiden Smith.
"apa kau yakin Deddy kita ini?"
"dari mana kau tau?"
"entahlah, aku hanya berpikirnya seperti itu"
"ck, dasar"
Queen mencebikkan bibirnya, dan merasa tidak perduli dengan kakaknya yang hanya bisa mengejeknya itu.
akhirnya Queen memutuskan untuk meretas sistem keamanan di salah satu perusahaan yang menjadi targetnya.
"Queen, ingat kata Mony kau jangan meretas perusahaan secara sembarangan"
__ADS_1
"tidak sembarangan kok, hanya sedang melakukan uji coba" ucap Queen menyeringai penuh arti.
"itu sama saja"
"tenanglah kak, aku hanya ingin meretas sistem keamanan, aku telah menemukan salah atau perusahaan terbesar di negara paris, aku yakin orang ini sangat berkuasa"
Queen mengotak Atik laptopnya dengan sangat serius, cukup banyak virus yang ia kirim pada orang tersebut.
Queen tersenyum sangat puas, akhirnya ia berhasil menjalankan misi, dengan cara ini Queen akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
negara paris.
tampak seorang pria tampan dengan tatapan dinginnya duduk di depan layar laptop dengan sangat serius. tidak ada pelangi di wajahnya, hanya aura dingin yang mencekam, semenjak kejadian 5 tahun lalu ia sama sekali tidak diterima di keluarga Kenzo Smith. akan tetapi ia masih menjadi menantu keluarga Smith, ia memang menceraikan Aurel, namun ia masih suami sah aurora Merry Smith.
sementara itu, Aurora bekerja di perusahaan milik Alvaro tanpa ia ketahui, Alvaro memang hanya mengurus perusahaan di Paris, karna itu perusahaan terbesar no 2 didunia
Alvaro terkejut mendapati keamanan sistemnya berusaha di retas oleh seseorang. Alvaro baru kali ini mendapati seseorang dengan beraninya meretas sistem keamanannya.
"Ali..!!!" panggilnya menggelegar membuat asisten ali yang berada diluar ruangan terkejut.
"iya tuan"
"siapa yang berani meretas sistem keamanan ku ini? apa orang ini sedang mencari mati" pekiknya marah dan terus mengotak Atik laptopnya, dan mengetik beberapa kode hack dengan cepat, dan langsung mengirimnya. hingga membuat hacker tersebut mundur.
"heh! dia bermain main dengan aku rupanya" sinis nya.
namun, aksi Alvaro tidak membuat hecker itu mundur, orang tersebut masih saja bisa menyerang balik virus yang Alvaro kirimkan, dia juga tidak mau kalah
__ADS_1