Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI

Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI
EXP 40


__ADS_3

~❤️~


"mengapa kau harus berteriak? aku hanya ingin tidur bersama mu"


"kau pikir kau siapa?" sinis Aurora menatap tak suka pada pria tampan yang berdiri dihadapannya.


"aku? tentu saja aku suamimu? jika aku bukan suamimu, lalu siapa?"


"aku berfikir jika aku tidak memiliki seorang suami, jadi pergilah, tak baik seorang pria masuk kedalam kamar wanita"


Aurora membaringkan tubuhnya di atas ranjang, sementara tampak Alvaro menyeringai dengan senyuman penuh licik. ia melangkahkan kakinya mendekati wanita yang sedang berbaring itu.


grep!


Alvaro memeluk tubuh ramping itu membuat sang empunya tak berkutik. "lepaskan bod*h, apa kau ingin aku berteriak seperti sedang ke Malangan?" ucap Aurora berusaha memberontak.


"maafkan aku, aku tau kau sakit hati atas perlakuanku ini, aku mohon maafkan aku Aurora, aku berjanji akan membahagiakan mu"


"aku memang akan berusaha memaafkan mu Alvaro, akan tetapi, jika untuk menerima mu kembali, aku tidak bisa, karna hatiku telah dipenuhi rasa benci pada mu" ucap Aurora dengan tegas dan melepaskan pelukan Alvaro dengan kasar.

__ADS_1


ia pergi dari kamar, menuju kamar anak anaknya, sementara pria itu menatap kepergian wanita itu dengan tatapan sayu. "aku menyesal, ternyata cinta yang sebenarnya hanyalah kau Aurora, aku tetap akan mendapatkan mu"


di kamar twins.


Abercio sedang melihat adiknya yang fokus membobol sistem keamanan adelio corp. tampak Queen tersenyum jahil, dan menyebar luaskan data data rahasia perusahaan.


"Queen apa kau sudah gila! mereka tidak memiliki masalah dengan kita, lalu mengapa kau membongkar rahasia mereka"


"kau tidak tau kak, jika perusahaan adelio corp telah melakukan korupsi sebesar 5 miliar, dan kau tau? beberapa kota telah ia tipu dengan muslihatnya, dengan alasan untuk membantu korban bencana, padahal uang nya akan dipakai untuk mengonsumsi minuman beralkohol dan di jual ke berbagai negara" terangnya dengan mata bulatnya yang sangat lucu itu


"kau tau darimana?"


"kakak lebih hebat, kakak bisa mengalahkan 10 orang musuh dengan sekali tendangan"


"jelas saja, kakak kan seorang laki laki" ketus Queen kesal melihat kakaknya itu.


tiba tiba, pintu kamar terbuka, Aurora masuk dengan mata sembabnya.


"momy, mengapa mata momy terlihat bengkak? apakah mata momy di sengat oleh tawon" tanya Queen dengan polos, membuat Aurora tersenyum hangat.

__ADS_1


"tidak sayang, mata momy kemasukan debu, maka dari itu mata momy bengkak"


"tidak ada mata orang bengkak hanya karna seorang debu mom, apakah Mony berantem dengan deddy?"


"tidak sayang, kian tidak akan tau"


twins yakin, jika momynya memiliki masalah dengan Deddy nya, namun mereka tak bisa ikut campur urusan orang tua, karna mereka tak akan mengerti apa apa, dan apalagi mereka tidak suka dengan urusan orang lain.


"momy, bukankah tadi siang momy berjanji akan membacakan kami dongeng"


"kalian benar sayang, ayo tidur momy akan membacakan dongeng untuk anak anak momy yang tampan dan cantik"


"hore...tanks mom"


twins naik ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya. Aurora berada di tengah tengah antara Queen.


wanita itu membacakan dongeng cerita pengantar tidur, hingga setelah 2 jam akhirnya twins tertidur dengan pulasnya. Aurora menggeser tubuh Abercio agar dekat dengan adiknya.


kemudian wanita itu tidur paling ujung agar dapat memeluk kedua anaknya.

__ADS_1


__ADS_2