Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI

Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI
EXP 57


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


Aurora panas dingin, pria itu sangat kuat dibanding dirinya, bahkan Aurora sampai sampai tak bisa melawan tubuh kekar ini. bagaimana mungkin ia akan melawan suaminya yang sangat super super mesum.


"eungh..alvaro lain kali aku Tidak ingin ikut kau ke kantor, bahkan jika kau mengajak ku" gumam Aurora mulai kehilangan kendali. pria itu terus menggerayangi tubuh Aurora dengan lincah, hinga membuat sang pemilik tak tahan.


akhirnya mereka benar benar melakukan hal itu dalam kantor, hingga membuat Aurora tertidur. "tidurlah sayang, aku akan pergi meeting" ucap Alvaro mengecup kening istrinya dengan lembut setelah membaringkan tubuh Aurora di ranjang dikamar pribadinya.


Alvaro bergegas menuju ruang meeting bersama asisten Aldo. wajahnya menampilkan senyum yang sangat jarang ia tunjukkan, hingga membuat semua orang menjadi takut melihat senyuman Alvaro. bukan karna apa, mereka takut ini adalah hari terakhir mereka makanya Alvaro tersenyum seperti itu.


"selamat pagi" sapa asisten Aldo dan segera di sambut penuh hormat oleh orang orang yang berada di dalam kantor. Alvaro duduk dengan penuh wibawa, ia menatap angkuh ke arah rekan rekan bisnisnya, namun yang di tatap hanya biasa, karna mereka terbiasa dengan sikap Alvaro.

__ADS_1


"mulai" ucapnya datar.


asisten Aldo memulai presentasinya dengan cepat dan tanggap, semua orang di dalam ruangan tampak puas dengan asisten Aldo, termasuk Alvaro. "kapak di mulai kerja samanya, tanggal berapa, hari apa" tanya Alvaro dengan singkat.


"kerja sama akan di mulai 3 hari kedepan tanggal 5 December"


"baiklah aku setuju, aku harap tidak ada yang mengkhianati ku, atau menjilati dari belakang, bisa ku pastikan kalian akan kehilangan seseorang yang kalian sayangi" ucap Alvaro dengan tegas , semua orang membungkuk hormat. "aku akhiri meeting ini sampai di sini"


semenjak Aurora meninggalkan nya, sekarang Alvaro takut Aurora kembali meninggalkan dirinya seperti dulu. "sayang" panggilnya saat melihat seorang wanita duduk di atas ranjang membaca buku.


wanita itu menoleh, Alvaro segera berlari dan memeluk erat tubuh sang istri. "ada apa sayang, mengapa kau seperti anak kecil" ujar Aurora terkekeh melihat kelakuan suaminya, apalagi pria itu menggesek gesekkan kepalanya di dada Aurora. "aku merindukan mu"

__ADS_1


"what?? sayang, aku dikantor mu, bagaimana bisa kau merindukan ku" ucap Aurora gemas dengan pria itu. "sama saja, tidak ada yang boleh menyentuhmu, apalagi saat nanti kita ke Indonesia bertemu dengan kakak mu, kau tidak boleh memeluk kakak ipar" ucap Alvaro tanpa penolakan.


"sayang kak Alberto kakak ku, bagaimana mungkin aku Tidak memeluknya, aku juga merindukan keponakan ku matheo dan zanetta"


"tetap Tidak boleh memeluknya kau hanya boleh memelukku"


"iya baiklah aku hanya akan memelukmu" ucap Aurora memilih untuk mengalah saja.


"apa pekerjaan mu sudha selesai? aku takut anak anak akan mencari ku"


"baiklah, aku akan menyuruh para pengawal mengantarmu pulang, disini pekerjaan ku masih banyak" ujarnya mengecup lembut kening Aurora. "baiklah, sampai jumpa sayang aku akan menunggu di rumah"

__ADS_1


Alvaro tersenyum menatap kepergian istrinya, ia pun segera menyelesaikan pekerjaannya agar cepat cepat pulang lebih awal


__ADS_2