Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI

Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI
EXP 3


__ADS_3

~❤️~


keesokan harinya.


Aurora kini bertemu dengan kakak kembarnya di restoran bersama Alvaro. tampak sekali pria itu menatapnya dengan tak suka, padahal dulu Alvaro bersikap baik dan selalu tersenyum kepadanya.


ya, Alvaro benci pada Aurora karna masuk ke dalam hidupnya dan juga Aurel karna di hati Alvaro hanya ada Aurel.


"Alvaro, apa sebaiknya kau menikahi adikku sekarang akan tetapi hanya kita bertiga yang tau" ucap Aurel dengan senyumannya.


"sayang jangan berfikir seperti itu, aku takut ded Kenzo akan mengetahui rencana kita, lagian mom Luna tidak pernah menyuruhmu untuk segera hamil"


"tapi aku menginginkan seorang anak alvaro"


Alvaro menghela nafasnya dengan berat, ia tidak tau kemana arah jalan pikiran istrinya ini.


"baik aku akan menikahinya, tapi ingat! dia hanya membuat anak untuk kita tidak lebih dan setelah itu aku akan menceraikannya"


deg.


Aurora merasakan sakit di dada, bagaimana bisa kedua orang di depannya ini mempermainkan sebuah tali sakral seumur hidup di hadapan tuhan, sungguh mereka sangat ingin melihat ia tersiksa.

__ADS_1


"dan kau, ingat! aku membeli rahimmu jadi aku akan membayarmu setiap aku menyentuhmu" ujarnya tanpa berperasaan dan meninggalkan tempat itu.


Aurel mengejar langkah suaminya, sementara kini air mata Aurora menetes di kedua pipinya.


sungguh miris kehidupan apa kali ini tuhan akan bersikap adil, Aurora tetap menjalankan rencana kakaknya, mengingat rasa kasih sayangnya kepada kakak kembarnya.


Aurel mengejar langkah suaminya yang pergi berlalu begitu saja, tanpa berucap Aurel menarik lengan suaminya.


"sayang mengapa kau berbicara seperti itu pada Aurora kasihan kan dia jadinya, dia adikku"


"jika memang adik mu, lalu mengapa kau menjual rahimnya padaku"


"meskipun aku menikah dengan siapapun, kau akan tetap menjadi ratu di sisi ki, dan ia harus mendengarkan perkataan mu"


Aurel mengangguk senang, setidaknya ia yang bertahta di hafi Alvaro. "tapi aku ingin kau menikahi adikku sekarang sebelum keluarga ku curiga jika kalian akan menikah"


"baik, sekarang kita ke KUA setelah itu aku mau pulang" Alvaro menatap tak suka adik iparnya yang kini menghampiri mereka.


mereka pun menuju KUA.


sebelum Alvaro takut jika alberto tahu, ia kini menikahi kedua adiknya, dan bisa saja ia akan di hukum oleh pria itu.

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


hari sudah sore.


kini Aurora resmi menjadi istri sah aurora. Aurora sendiri tak menyangka akan menjadi istri dari pria yang tidak mencintainya. namun ia mencintainya.


"sayang malam kau akan menjalan kan rencana aku akan kembali ke mension utama sebagai Aurora dan kau Aurora, layani suamiku dengan baik, ya meski ia suamimu juga, namun kau hanya menjalankan rencana saja" ujar Aurel dengan sedikit ketus.


jujur saja, Aurel tengah menahan cemburu saat ini. Aurel menaiki mobil aurora , sementara Aurora ikut dengan alvaro. pulang menuju mension milik Alvaro.


"aku berharap kau tidak melibatkan perasaan di dalam pernikahan sementara ini, karna aku hanya membeli rahimmu"


"aku paham kak" lirih Aurora menundukkan kepalanya, berusaha menahan Air mata agar tidak jatuh.


saat sampai mension, Alvaro masuk begitu saja dengan disambut para pelayan. para pelayan menyambutnya juga, namun menyebutnya dengan sebutan nyonya Aurel.

__ADS_1


__ADS_2