
~❤️~
Aurora menatap langit biru melalui kaca jendela. ia menangis disana, ia teringat perkataan kakak iparnya, jika nanti malam akan ada acara makan malam ulang tahun Beby twins.
tiba tiba pintu kamarnya di ketuk seseorang dari luar.
Aurora segera membuka pintunya, saya di buka ia melihat mom nya membawakan makan siang untuknya.
"mom" ucap ya DNA memeluk momynya.
Olivia tentu saja terkejut, entah ada apa dengan putrinya, kemarin putrinya itu sangat dingin seperti kakaknya, sekarang gadis itu kembali bermanja manja seperti biasanya.
"mengapa kau terlihat sangat bahagia"
"tidak ada aku hanya merindukan momy"
"ada apa dengan putri momy, kemarin tidak seperti ini"
Aurora tak menjawab, tak mungkin ia mengatakan hal yang sebenarnya, bisa bisa momy nya akan hancur mendengarnya.
Olivia melihat perubahan raut wajah Aurora, wanita tua itu menjadi curiga padanya.
"Aurora, kau tidak apa apa bukan?"
"yes mom, I'm fine"
"baiklah sekarang makan sarapan mu, dan ingat nanti malam acara makan malam jadi kau jangan kemana mana"
"yes mom"
__ADS_1
Aurora menurut, ia pun kembali mendudukkan tubuhnya di ranjang. pikirannya selalu tertuju pada suaminya yang sekarang apa yang sedang dilakukan oleh pria itu.
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
sementara itu, tampak Aurel menuju perusahaan Alvaro, karna wanita itu sudah merindukan pria itu.
baru saja 1 hari Aurel begitu merindukan suaminya, apalagi 9 bulan saat Aurora hamil nanti.
"Alvaro aku datang" ucapnya memeluk tubuh tegap nan kekar pria itu.
"sayang, kau disini hmm" ucap Alvaro merengkuh pinggang ramping tersebut.
"aku juga sayang, aku tidak bisa tidur seranjang dengan Aurora, hanya kau wanita yang membuatku tertidur dengan nyenyak"
"sudahlah, ini demi masa depan kita sayang, apa kau sudah melakukannya?"
"ya, aku sudah melakukannya"
"kau harus selalu melakukannya, agar adikku cepat hamil"
"iya, aku akan melakukannya untukmu"
Alvaro tersenyum walaupun itu sebuah senyuman dipaksa, ia kembali duduk di kursi kebesarannya.
__ADS_1
"Aliando" panggil Alvaro pada asistennya.
"ya tuan"
"apa Alberto mengizinkan perusahaan ku bekerja sama dengan perusahaan nya"
"ya tuan, dan juga asisten Lucas akan kesini membawa surat yang anda kirim"
"baiklah, kerja bagus"
"sayang, aku ingin bertemu dengan keponakanku, apa mereka baik baik saja"
"mereka baik baik saja sayang, ya meski Alberto akan marah saat aku menatap nona ariana"
"kau mengapa selalu menatap wanita itu?" ucap Aurel dengan kesal. kini wanita itu yang menjadi cemburu pada suaminya.
"bukan begitu sayang, aku hanya tersenyum karna dia tersenyum padaku, dan aku menjadi merasa tak enak"
"ck, kau tau? dia itu seperti wanita murahan"
"sayang, nona Ariana bukan wanita seperti itu"
Alvaro dan Aurel menjadi bertengkar soal Ariana, Aurel yang posesif itu menjadi marah bercampur kecewa.
"sayang aku tak bermaksud-" belum selesai berbicara, Aurel telah pergi meninggalkan kantor Alvaro, sementara Alvaro, pria itu merasa gusar, dan mengacak mengacak rambutnya.
"apa yang harus aku lakukan" ucapnya frustasi.
Aurel, wanita itu menelfon adiknya dan menyuruh untuk kembali ke mension Alvaro, Aurora merasa bingung, namun ia tetap menuruti permintaan kakaknya, Aurel mengasih saran, agar mengenakan pakaian yang sama agar momy Olivia tak curiga.
__ADS_1
Aurel dan Aurora memilik pakaian yang sama, namun tata riasan wajah mereka yang berbeda, maka dari itu Aurel menyuruh adiknya juga memakai masker.