Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI

Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI
EXP 31


__ADS_3

~โค๏ธ~


setelah kepergian kedua anak kembarnya, aurora langsung menuju kantor dengan cepat, karna takut terlambat.


"mengapa hati dan pikiranku sangat tidak tenang" Aurora tidak dapat berfikir dengan jernih.


saat sampai di kantor, ia langsung menuju ruangannya tanpa memperdulikan orang orang yang kini menatapnya dengan aneh.


Aurora selalu memikirkan kedua anaknya. akhirnya mau tidak mau ia pun menelfon sang bodyguard anaknya.


"halo nyonya"


"apa anakku baik baik saja"


"tenang saja nyonya, kami telah sampai di bandara, dan sebentar lagi kami akan berangkat"


"jaga anak anakku dengan baik"


"siap nyonya"


Aurora pun bisa bernafas dengan lega, setidaknya ia menyuruh seseorang untuk menjaga anaknya.


ia bahkan rela membayar dengan harga mahal sekalipun, asalkan anaknya bisa selamat.


di bandara V


tampak Queen terkagum kagum dengan pesawat besar dihadapannya. ia meminta bodyguard nya untuk memotret nya sebelum pesawat lepas landas.


"paman fotokan aku"


"nona, sebentar lagi pesawat akan lepas landas"

__ADS_1


"apakah lama? aku hanya meminta beberapa foto saja"


"fotokan saja paman, Queen tidak pernah naik pesawat" ucap Abercio membela adiknya.


"baiklah tuan muda"


pria itu menuruti permintaan anak nyonya nya, dari pada nanti terjadi masalah besar, sebab pria kecil itu sangat pintar bela diri.


tak lama mereka pun segera masuk kedalam pesawat bersama murid lainnya, yang dipilih untuk mewakili negara.


Queen ikut hanya untuk menyaksikan kakaknya bertanding.


negara paris.


Brak!!!


"mengapa kau sangat bodoh? mencari anak dan istriku saja kau tidak becus..!!!" teriak Alvaro marah pada asistennya.


"nyonya Aurel juga berusaha untuk mencari keberadaan nyonya Aurora, namun gagal"


"tidak usah membahas wanita itu, aku muak mendengarnya"


"aku tidak mau tau, kau harus menemukan anakku itu, aku yakin mereka masih hidup"


'yang bilang meninggal siapa tuan' tampak asisten Ali melamun.


"apa lagi yang kau pikirkan, cepat lakukan"


"baik tuan"


asisten Ali pun mau tidak mau kembali mengerahkan seluruh anak buahnya, asisten Ali juga berusaha untuk meminta bantuan asisten Lucas, namun pria itu menolak mentah mentah, sudha cukup nyonya aurora diperlakukan tidak adil oleh pria itu.

__ADS_1


Alvaro pun memutuskan untuk ke kembali ke Indonesia untuk menuju ke mension Alberto.


"siapkan jet pribadi ku, aku akan terbang ke Indonesia sekarang juga"


"siap tuan"


sementara itu...


kini Abercio dengan Queen telah sampai di negara paris. Abercio tidak bisa berbahasa Paris, namun pria itu ahli berbahasa Inggris. sementara Queen, gadis kecil itu sangat pandai menguasai beberapa bahasa negara sama seperti ayahnya.


"waoww lihat kak, menara Eiffel itu sangat indah, aku sangat menyukainya"


"cepat anak anak, kita harus segera sampai di tempat penginapan, besok kita akan berangkat"


"siap guru" ucap murid murid serentak.


mereka akhirnya menemukan tempat penginapan dan menginap untuk semalam, karna besok pertandingannya akan dimulai.


...๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€...


hari malam yang tenang, suasana tampak sunyi, Aurora pulang membawa ayam karamel favorit Abercio dan Ketang goreng favorit Queen. akan tetapi senyum cerah diwajahnya mulai menghilang, mengingat anaknya yang pergi meninggalkannya untuk 3 hari.


Aurora menghela nafasnya dengan berat, ia menelfon bodyguard nya untuk menanyakan keadaan anak anaknya, apakah mereka baik baik saja.


"halo nyonya"


"Aden, bagaimana keadaan anakku, apa mereka baik baik saja?"


"tuan dan nona muda baik baik saja nyonya, mereka sedang beristirahat"


"apa mereka sudah makan malam?"

__ADS_1


__ADS_2