
~❤️~
setelah seminggu pernikahan Aurora dengan Alvaro, tampak tak ada perubahan pada mereka.
seperti biasa, hari hari Aurora menjalani kehidupannya yang menyedihkan, terkadang ia melihat dengan jelas kelicikan kakak kembarnya.
saat mom oliv ingin menjenguknya, seperti biasa Aurel akan berpura pura menjadi Aurora dan tinggal di apartemen yang sudah di khususkan.
saat sedang melamun memikirkan kehidupan, tiba tiba alvaro masuk ke dalam kamarnya begitu saja dan menarik kasar pergelangan tangannya.
"akh...apa yang kau lakukan tuan, lepaskan" ucap Aurora menatap tajam ke arah pria itu.
Alvaro yang mendengarnya menyeringai licik dan menghempaskan kasar tubuh aurora ke dinding kamar.
karna merasa sakit, Aurora mendesis kesakitan.
"siapa pria yang mengantarmu kemarin"
"siapa? aku tidak mengenalnya"
"jangan berpura pura tidak tahu, aku tau kau bahkan tertawa dengan pria itu" bentak Alvaro memukul dinding sebelah Aurora, membuat wanita itu terperanjat.
"aku tidak tau tuan, apa yang aku lakukan"
"heh! wanita cilik seperti mu tidak pantas mendapatkan kebahagiaan, ingin sekali aku menghilangkan wajah murahanmu itu di dunia ini"
"mengapa kau menjadi seperti ini? mengapa kau sangat jahat, dulu saat kau bekerja dengan kakakku, kau memperlakukanku dengan baik, sebaliknya saat kak Aurel menyakitimu, mengapa kau malah mencintainya???"
"kau bertanya soal itu? asalkan kau tau, wanita yang tak peduli terhadap pria, ia seorang wanita suci"
"apa kau lupa siapa yang mengambil kesucianku?"
Alvaro diam tak menjawab, namun matanya menatap tajam ke arah Aurora, hingga wanita itu tak kuasa menahan tangisnya.
"mengapa seperti ini? kau melukai fisikku, bahkan kau melukai batinku, sekarang apa yang kau inginkan..???" ucapnya dengan bibir yang gemetar dan tubuhnya yang sedikit merasa takut.
__ADS_1
"segera lahirkan anak untukku, maka aku akan melepaskanmu" bisik Alvaro dan kemudian pergi meninggalkan Aurora yang masih setia dengan tangisnya.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
keesokan harinya.
Aurora yang memang sudah di perbolehkan keluar dari mension, maka dari itu Aurora sudah mendapatkan pekerjaan.
Aurora berangkat menggunakan taksi, setelah ia menyiapkan sarapan pagi, Aurora segera berangkat menuju cafe.
Aurora memiliki teman yang selalu menemaninya bahkan mengerti dengan keadaannya. Gabril sahabat aurora itu selalu ada untuknya.
"Ra, nanti malam mau ikut jalan ga??"
"ya kita kan ga pernah jalan keluar malam"
"ga bisa bril, kau kan tau aku telah memiliki suami, jika suamiku tau aku bisa saja di hukum olehnya"
"kan kamu bisa minta izin"
"ga dulu deh, soalnya aku juga tidak pernah mengobrol dengannya, bahkan sekedar untuk bertanya soalnha aku tidak berani"
"apalah sekejam itu suamimu memperlakukanmu..???" gabril tak habis pikir dengan kehidupan Aurora yang begitu menyedihkan.
ya, Aurora tidak memberitahukan jika ia menjadi istri pengganti rahim kakak kembarnya, ia hanya menceritakan jika ia memiliki saudara kembar.
"ya udah yok kita lanjut" ucap gabril dan dibalas anggukan oleh aurora. mereka pun kembali melanjutkan aktivitasnya.
di mension.
__ADS_1
Aurel tampak memainkan ponselnya di atas sofa.
ia sedang memilih tas keluaran terbaru, sudah banyak koleksi tas miliknya bahkan sudah banyak yang ia buang.
karna merasa bosan, Aurel memutuskan untuk berenang.
"selamat siang nyonya, tuan menyuruh Anda untuk mengantarkan makan siangnya"
"mengapa harus aku? katakan pada Alvaro aku lelah dan ingin beristirahat"
"baik nyonya"
mau tak mau pelayan tersebut menyampaikan pesan yang di katakan oleh Aurel. sementara Aurel yang mood nya menjadi rusak, memutuskan untuk menuju kamar dan tidur saja.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
hai readers kesayangan author.
tumben nih yang nyemangatin author sepi, author sedih kan jadinya, ga ada dukungan dari kalian🥺🥺🥺
author jadi malas up kalau kaya gini😭😭😭.
tapi ga papa deh, author akan terus rajin rajin buat up, agar author bisa terus hibur kalian dengan karya karya author.
lope youuuu
Deddy Alvaro.
__ADS_1