Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI

Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI
EXP 24


__ADS_3

~❤️~


"jika saja aku tak mengingat persahabatan kita dari kecil, bisa saja mungkin saat kini kau mati di tanganku, namun aku tak sampai hati melihat aunty Luna menangis melihatmu menghadap Tuhan"


"dimana Aurora"


tak ada yang menjawab, membuat Alberto kembali murka. "JAWAB!!" bentaknya membuat Aurora tersentak.


"sedari siang Aurora belum kembali kak"


"cihh, berbohong saja terus untuk tak bisa hamil, semoga itu terjadi dengan benar agar kau menyesali perbuatanmu itu" segera puas menghakimi mereka berdua, Alberto meninggalkan mension dan menyuruh asisten Lucas untuk mencari keberadaan adiknya.


"sayang jangan dengarkan kakakku, dia itu bermaksud agar kau membenciku" lirih Aurel hendak menolong suaminya, namun segera di hempaskan begitu saja oleh Alvaro.


"tega sekali kau pada adikmu Aurel, aku tak menyangka akan menikahi wanita iblis sepertimu, aku menceraikanmu mulai saat ini" Aurel yang mendengarnya tentu saja terkejut.


"maafkan aku Alvaro, ku mohon jangan ceraikan aku"


Alvaro tak mendengarkan istrinya, ia pun meninggalkan istrinya yang menangis di lantai sepeti anak kecil.


Alvaro mengunci pintu agar wanita itu tak bisa masuk kedalam kamarnya.


"AKH..." teriak Alvaro membuang seluruh benda yang ada di dalam kamar. "maafkan aku aurora, maaf.." Alvaro menyesali perbuatannya itu, mengingat perlakuan kejam pada istrinya hingga membuat wanita itu pergi dari hidupnya.


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Italian.


Aurora memutuskan untuk tinggal di kos kosan terlebih dahulu, karna uangnya tak cukup untuk membeli rumah.


Aurora tersenyum meskipun kecil, ia merasa nyaman berada disitu, perlahan ia mengelus perutnya yang masih rata.


"maafkan momy yang sayang, kita terpaksa harus tinggal disini tanpa Deddy kamu, tapi momy janji akan terus merawat kamu" ucap nya bergetar jujur saja Aurora masih mencintai Alvaro, namun demi kebaikan masa depannya, ia akan melupakan cintanya pada Alvaro.


"bagaimana apa kau sudah menemukannya?"


"sudah tuan, nona Aurora berada di negara Italia dan tinggal di sebuah kos kosan kecil"


"biarkan dia mandiri, akan tetapi lindungi dia, jangan biarkan Alvaro tau jika Aurora berada di situ, aku juga akan memberi pelajaran padanya karna mau saja ia di jahati oleh manusia Ibis itu"


"baik tuan"


Lucas menuruti perintah tuannya, ia menutup akses bagi Alvaro yang hendak mencari Aurora di Italia, hingga jaringan kantornya tak terhubung dengan negara Italia.


zaman canggih sekarang, tak mungkin alberto tak menemukan keberadaan semua yang ingin ia tahu.

__ADS_1


mension Alvaro.


pria itu tampak menyesali perbuatannya, ia enggan untuk keluar, perutnya terasa seperti di aduk, ia kembali mual dan memuntahkan seluruh isi perutnya.


"ada apa denganku? mengapa terasa seperti ini"


Alvaro memuntahkan, bahkan ia merasa tak enak makan, ia pun meninggalkan makan malamnya, karna ia tak bisa makan sedari tadi.


bibirnya yang terdapat luka lebam, telah ia olesi oleh salep penahan perih, ia tidur dengan keadaan jendela terbuka, ia membiarkan keadaan kamarnya berantakan.


ia tak perduli lagi dengan istrinya Aurel, yang jelas besok ia benar benar menceriakan wanita biadab itu.


namun matanya tertuju pada laci yang sedikit terbuka, kebetulan ia berada di kamar aurora, hingga Alvaro mengenakan bantal Aurora, karna wangi gadis itu masih menempel pada ranjang milik aurora., hingga Alvaro merasa nyaman berada di sana.


Alvaro perlahan mendekati laci dan membukanya, ia melihat ada sebuah amplop kecil, pria itu pun membukanya.


RUMAH SAKIT STAR.


hasil pemeriksan, dinyatakan positif hamil dan sudah berumur 4 bulan.


nama: Aurora Merry Smith


kertas itu terjatuh, Alvaro merasa tak percaya, jadi Aurora meninggalkannya dalam keadaan hamil.


wanita itu membawa pergi anaknya, tak bisa Alvaro harus segera mencarinya.

__ADS_1


__ADS_2