Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI

Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI
EXP 58


__ADS_3

Aurora sampai di mension, kemudian ia menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya dan membersihkan diri. kegiatan tadi membuatnya menjadi gerah dan merasa lengket.


"momy!! kami pulang" teriak kembar berlari memasuki mension. para Beby sister dan pengawal tampak membawa beberapa tas belanjaan mereka.


"momy di mana kak"


"mungkin momy lagi di kamar"


mereka pun menuju kamarnya untuk membereskan mainan yang mereka beli di mall tadi. kedua Beby sister mereka mengikutinya dari belakang takut tuan dan nona mereka terluka. siapa yang menyia nyiakan pekerjaan seperti mereka, sebulan saja mendapatkan gaji sebesar 100 juta.


Aurora selsai dari aktifitasnya. ia menuruni tangga menuju meja makan, ja ingin menyiapkan makan siang anaknya. "apa anak anak bum pulang" tanya nya pada salah satu pelayan wanita. "tuan dan nona muda kecil berasa di dalam kamar nyonya"


"baiklah terimakasih"


Aurora segera membuatkan makanan untuk queen dan abercio, sebelum mereka berteriak meminta makan. "terkadang sifat mereka membuatku kesal sekaligus sangat gemas"


kantor alvaro.


selesai dengan pekerjaannya, alvaro beristirahat sejenak sebelum kembali ke mension. ia melihat kearah kaca besar yang memperlihatkan seluruh bangunan kota. "Aldo, apa menurutmu aku harus meminta maaf pada ayah mertua ku"

__ADS_1


"menurut saya kau memang harus minta maaf pada tuan Kenzo tuan, karna tuan Kenzo dan nyonya Olivia pasti merasa sedih, karna 2 putrinya di hancurkan oleh seorang pria" mendapatkan perkataan itu, sontak Alvaro menatap tajam kearah asistennya.


"apa kau menyindir ku" cibir Alvaro namun tak dibalas oleh asisten Aldo.


"ayo pulang, aku merindukan anak dan istriku"


mereka pun pulang menuju mension Alvaro. sesampainya disana, pria itu langsung bergegas masuk kedalam kamarnya. ia membuka pintu, namun tak menemukan keberadaan istrinya, Alvaro mengganti pakaiannya dengan pakaian santai, menampilkan otot otot nya yang besar.


"mungkin yang dikatakan asisten Aldo benar, aku harus meminta maaf pada mom Olivia dan ded Kenzo"


setelah itu, Alvaro menuruni tangga menuju ruang makan. ia melihat ke tiga orang yang ia sayangi berada di meja makan. "apa tidak ada yang merindukan Deddy" ucapnya.


"baru saja Deddy pulang"


"ded momy memasak tamyang untuk kami, rasanya enak banget" ujar Queen tersenyum sumringah. Alvaro menggendong putrinya dan menciumnya dengan gemas, Aurora hanya tersenyum melihatnya.


"ded tadi kami membeli banyak sekali barang"


"benarkah"

__ADS_1


"iya, dan kami tadi menemukan seorang wanita mirip dengan momy, dia berjalan dengan terburu buru memasuki mobil berwarna abu abu"


Aurora dan Alvaro terdiam, mereka tahu jika yang dilihat anaknya adalah saudara kembar Aurora. "mengapa kalian Tidka cerita ke momy" tanya Aurora lirih.


"kami baru mengingatnya mom, dia sangat mirip dengan mama, kamu ingin mengejarnya tapi Beby sister dan pengawal Deddy melarang kami" ujar Queen menatap pengawal yang berdiri di pintu utama dengan sebal.


"sayang, itu bukan Momy, mungkin kalian salah lihat"


"Tidak mom, bahkan matanya hampir sama dengan momy" ucap Abercio berusaha menjelaskan.


"sudahlah Tidak usah dipikirkan, segera habiskan makan malam kalian, besok kita akan ke negara Indonesia dan tinggal di sana, Deddy akan membeli mension baru"


"wahh benarkah itu ded..ho..ree..." si kembar melompat kegirangan, Alvaro tersenyum menatap kearah anak anak nya. sementara Aurora menjadi tak enak makan, ia menjadi gelisah bercampur takut. ia menjadi waspada karna takut kakaknya akan melakukan sesuatu hingga menghilangkan anaknya.


"jangan dipikirkan sayang, ada aku tenang saja" bisik Alvaro di telinga istrinya.


"aku takut sayang, bagaimana jika kakak melukai anak anak kita"


"itu tidak akan terjadi, sedikit saja ia menyentuh anak ku maka akan ku pastikan, ia Tidka bisa melihat matahari lagi"

__ADS_1


__ADS_2