Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI

Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI
EXP 12


__ADS_3

~❤️~


setelah Aurora berada di kamarnya.


tampak terlihat Aurora sedang membersihkan diri. kemudian ia keluar hendak menyiapkan makan malam.


namun, ia melihat seluruh maid telah menyiapkan makan malam. akhirnya mau tidak mau Aurora hanya terdiam.


ia melihat suaminya sedang memakan makan malam tanpa menawarinya untuk bergabung dan ikut makan.


Aurora memutuskan untuk kembali ke dalam kamar, namun saat baru beberapa melangkah, tiba tiba Alvaro berdehem membuat ia menghentikan langkah kakinya.


"apakah ada seorang istri yang tidak melayani suaminya makan..???"


"maaf kak.." Aurora memilih untuk meminta maaf dari pada masalah semakin panjang.


Aurora berdiri di samping Alvaro dan menundukkan kepalanya, ia melirik kearah suaminya yang sedang menghubungi seseorang, tampaknya itu adalah kakak kembarnya, sebab terlihat sangat jelas ia tertawa bahagia dan bermesraan.


"besok aku akan segera ke Paris sayang"


"baguslah, aku akan menunggumu sampai di mansion ku beby"


"i love you my husband"

__ADS_1


"love you too my wife"


ungkapan² mesra terdengar jelas di telinga Aurora, membuat wanita itu jengah sekaligus kesal mendengar nya. namun, ia hanyalah seorag wanita yang meminjamkan rahim.


Aurora pun meninggalkan Alvaro yang masih asik bermesraan dengan Aurel. hingga ia tersadar istrinya tidak berada di sampingnya, membuat ia menjadi marah dan kesal. "****...wanita itu, kau akan mendapatkan hukumanmu girl" batin Alvaro menatap tajam ke depan, membuat seluruh maid yang berdiri di samping meja makan menjadi ketakutan dan bergetar hebat.


tampaknya tuan mereka marah, mereka pun memutuskan untuk diam dan tak berani mengeluarkan suara.


tak...tak..tak


bunyi suara sepatu Alvaro menggema, memenuhi ruangan yang di jaga oleh setiap pengawal.


dengan langkah tegas dan sedikit terburu buru, Alvaro pun menuju kamar Aurora, hingga tak sadar jika ia menaiki tangga dan tak menggunakan lift khusus untuknya.


pintu mewah itu di dobrak begitu saja oleh Alvaro.


Aurora yang sedang duduk di atas ranjang tentu saja terkejut bukan main, wanita itu langsung berdiri dan membelalakkan kedua matanya.


"kak, ada apa denganmu" lirihnya bergetar ketakutan, mengapa mata sang suami yang memerah, seperti sedang menahan amarah.


dengan langkah cepat ia mendekati istri kecilnya membuat Aurora beringsut ketakutan.


Srek!

__ADS_1


"akhh...kak sakit, aku mohon lepaskan rambutku..." tangis Aurora pecah, wanita itu memukul tangan Alvaro agar terlepas dari rambutnya.


karna semakin marah Aurora melawannya, Alvaro menghempaskan tubuh aurora di ranjang.


pria itu mel*mat leher jenjang Aurora dengan kasar, Aurora pun menangis berusaha menahan rasa sakit.


'*kenapa seperti ini?'


'kenapa jalan hidupku menjadi menyedihkan seperti ini?'


'aku sungguh tak kuat menahan rasa sakit yang pria ini lakukan'


'apa salahku ya tuhan, aku diperlakukan seperti seorang wanita penghibur oleh suami ku sendiri, mengapa aku selalu mendapat ketidakadilan dalam dunia percintaan*' teriak Aurora bergetar hebat, ia sungguh tak bisa menahan ini semua.


sedangkan saat itu, Alvaro yang sudah kehilangan kendali atas dirinya, memeluk tubuh Aurora dengan kuat, sehingga wanita itu tak bisa melepaskan diri dari cengkraman nya.


pria itu memberikan tanda kepemilikan di leher aurora cukup banyak.


berapa kali pun Aurora memohon untuk di lepaskan, Alvaro seolah olah tak mendengarnya dan malah fokus untuk menuntaskan hasratnya.


Aurora berusaha melepaskan diri dari Kungkungan suaminya, namun yang ia dapatkan adalah tindakan kekerasan dari Alvaro.


hingga tak sadar, sudut bibir Aurora berdarah akibat tamparan Alvaro.

__ADS_1


__ADS_2