
~❤️~
keesokan harinya.
twins terbangun dari tidur nya, Queen merasa terkejut saat melihat ayahnya memeluk ibu mereka.
tentu saja Queen merasa sangat senang, mereka merasa keluarga mereka kembali utuh. Abercio yang baru saja bangun juga ikut terkejut. mereka mengabadikan momen ini dengan mengambil gambar ayah dan ibunya.
"itu pasti ponsel Deddy, jika kita berhasil Deddy pasti akan bangga" ucap Abercio pada adiknya.
"tapi apa sandinya?"
"biar aku saja kak yang membuka nya" Queen membobol sandi ponsel Alvaro, dengan mudah gadis itu membuka nya, mereka tertawa puas, setelah mengambil gambar ayah dan ibunya, mereka menjadikannya wallpaper.
setalah itu mereka pun bersiap siap mandi untuk pergi ke sekolah, mereka memilih untuk bersiap siap di kamar tamu, mereka tak ingin menganggu ayah dan ibunya.
__ADS_1
saat twins telah pindah kamar, tak lama Aurora terbangun karna merasa sesak di dadanya.
saat membuka matanya, Aurora mendapati tangan kekar yang memeluknya, saat ia menoleh ke belakang, hidung nya dengan jelas menyentuh hidung mancung pria tampan yang sedang tertidur pulas.
jantung Aurora berdetak begitu cepat, ia merindukan rasa hangat ini. setelah bertahun lamanya ia berusaha melupakan rasa dihatinya terhadap pria itu, kini dengan mudahnya pria itu menemukannya dan kembali membuat hatinya terguncang
Aurora mendorong tubuh Alvaro, namun kalah telak kekuatan Alvaro jauh lebih besar dibanding tubuh Alvaro yang kekar itu.
karna kesal Aurora menarik kasar hidung mancung itu hingga membuat sang empunya terbangun karena merasa sulit bernafas.
"mengapa kau menarik hidungku" ucap Alvaro dengan nada seraknya, pelukannya semakin erat bahkan kepalanya semakin dekat. "Alvaro lepaskan aku, jika begini aku tidak bisa menyiapkan sarapan untuk anak anakku" ucap Aurora dengan tegas dan berusaha melepaskan diri dari cengkraman pria itu.
"aku tidak perduli, sekarang lepaskan atau kau akan menyesal" ancam Aurora, Alvaro terkekeh ia semakin menempelkan kepalanya di ceruk leher Aurora sehingga mengenai pipi mulus Aurora.
"biarkan seperti ini sebentar, aku tidak ingin jauh darimu sayang" bisik Alvaro dengan lirih sepertinya pria itu sedang berusaha menahan rasa sedihnya. pelukan semakin erat, Aurora menjadi teringat pada kakaknya Aurel.
__ADS_1
"dimana kakakku Aurel?" tanya Aurora tiba tiba.
"aku tidak tau, yang jelas aku sudah menceraikannya" ucap Alvaro membuat Aurora terkejut. "mengapa kau menceraikan kakakku! apa kau sudah gila" pekik Aurora merasa tak percaya.
"aku menceraikannya saat kau pergi dari Mension ku, aku telah menceraikannya selama 5 tahun, dan untuk keberadaannya aku sama sekali tidak tau"
"kau mencintai kakakku, dan kau sama sama mengucapkan janji suci dihadapan Tuhan , lalu dengan mudahnya kau menceraikannya?" Aurora merasa kecewa pada Alvaro, meski dulu ia menyukai Alvaro, namun kini ia benar benar akan melupakan pria itu, akan tetapi pria itu telah menceraikan kakaknya, apakah ia harus kembali menerima Alvaro sebagai suaminya demi anak anaknya yang menginginkan sebuah keluarga utuh.
saat Aurora sibuk dengan pemikirannya, dengan jahil Alvaro memasukkan tangannya kedalam baju tidur Aurora dan menyentuh area terfavorit nya dahulu, aurora tentu saja terkejut dan langsung menepis kasar tangan kekar itu. "apa yang kau lakukan, lepaskan, aku harus mengantar Abercio dan Queen ke sekolah" ucap Aurora terus memberontak, hingga akhirnya Alvaro melepaskannya.
Aurora menatap tajam kearah pria yang masih berstatus suaminya itu, ia lalu melangkahkan kakinya keluar dari kamar twins, dan mencari keberadaan anaknya.
saat ia melangkah keluar, ia tak mendapati anak anaknya, ternyata mereka sedang sarapan yang telah di hidangkan oleh 2 chef.
"kalian siapa?" tanya Aurora merasa bingung.
__ADS_1
"maaf nyonya, kami chef yang ditugaskan tuan Alvaro untuk menyiapkan sarapan untuk tuan dan nona muda" ucap mereka membungkukkan badan memberi penghormatan.
Aurora menjadi lebih kesal, selain mesum! Alvaro menjadi se enaknya di dalam apartemennya, ia paling tidak suka ada orang asing di dalam, namun Aurora merasa tak enak jika harus mengusirnya, maka dari itu lebih baik aurora membiarkan mereka bekerja di apartemen ini.