
~❤️~
Alvaro berlari menuju ruang kerjanya. ia melihat asisten Ali berada di sana. "apa kau menemukan keberadaan istriku"
"maaf tuan, saya hanya melihat kamera cctv yang merekam nona aurora keluar dari gerbang tadi siang, dan setelah itu nona tak kembali lagi"
"aku tidak mau tahu temukan dia di ujung dunia sekalipun"
"maaf tuan, sudha seluruh kota dan beberapa negara saya memeriksa melalui jaringan kantor, akan tetapi tidak ada tanda tanda keberadaan nona Aurora"
"akh...siall" teriaknya menggebrak meja.
Alvaro keluar dari ruang kerja dengan perasaan marah berpura aduk, dimanakah ia bisa menemukan istrinya itu?
Alvaro masuk ke dalam kamar Aurora, pria itu berbaring di atas ranjang wanita itu, memeluk bantal yang di kenakan Aurora karna membuatnya nyaman.
"maafkan aku Aurora, aku telah melakukan kesalahan yang besar padamu, kau boleh menghukummu, akan tetapi aku mohon jangan pisahkan aku dengan anakku"
Alvaro duduk di depan balkon kamar dan mengacak ngacak rambutnya dengan kasar. apakah ini hukuman dari Tuhan, sehingga aurora pergi meninggalkannya?
cukup lama pria itu termenung, hingga kini tak lama Alvaro tertidur di balkon kamar dengan cahaya rembulan yang menemaninya.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
keesokan harinya.
Alvaro terbangun dan mendapati dirinya tidur di balkon Aurora. pria itu bergegas keluar dan bersiap siap hendak menuju kantornya.
bekas lebam di wajahnya masih berbekas, pukul alberto membuat sudut bibirnya berdarah.
saat ia keluar, ia mendapati Aurel sedang membuatkannya sarapan. namun Alvaro yang mood nya menjadi rusak, segera pergi keluar mension begitu saja, tanpa memperdulikan teriakan istrinya.
__ADS_1
"urus perceraian ku dengannya, secepatnya" ucapnya saat berada di dalam mobil.
"baik tuan"
mobil mewah itu menuju kantor pusat milik Alvaro, di tengah jalan entah mengapa tiba tiba mual di perut Alvaro kambuh.
terpaksa Aliando menghentikan mobilnya di pinggir untuk tuannya memuntahkan isi perutnya.
"tuan,apa kau baik baik saja? apa aku perlu memanggil dokter Dave"
"tidak perlu, ke kantor sekarang" lirihnya dan duduk lemas di jok belakang.
"sayang, kau benar² menyiksa deddy" ya Alvaro tau jika ia sedang mengalami yang namanya sindrom Couvade atau kehamilan simpatik, dimana sang istri hamil dan suaminya yang mengidam.
dulu ayahnya sky bercerita saat ayahnya itu merasa mual saat mom nya mengandung dirinya.
sementara adiknya Alexa? ayahnya sky tidak mengalami sindrom cauvade lagi.
saat tiba di kantor.
yang ia pikirkan hari ini hanyalah segera sampai menuju westapel dalam ruangannya.
saat sampai, ia segera memuntahkan isi perutnya, entah karna apa ia menjadi merasa gerah dan membuka seluruh pakaiannya dan hanya mengenakan celana nya saja.
asisten ali menganga lebar, bisa bisanya tuannya seperti itu saat berada di kantor. "maaf tuan, 5 menit lagi anda harus segera meeting dengan para klien"
"undur saja, dan aku ingin kau membelikan aku banyak Beef Burguignon dan Foie Gras sekarang"
"tapi tuan-"
"Al kau ingin aku memecatmu"
"baik tuan"
asisten Ali pun mau tidak mau harus menuruti kemauan tuannya dan mengundur waktu meeting nya.
__ADS_1
asisten Ali menyuruh para pengawal untuk mencari makanan Paris Beef Burguignon dan Foie Gras.
mengapa tuanya meminta makanan itu? padahal tuannya sangat membenci yang namanya daging.
steak daging saja tuan nya itu akan memuntahkan nya.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
setelah drama panjang itu selesai.
Ali bisa menghela nafas dengan lega, hari yang sudah sore itu membuat Ali bersemangat untuk pulang dan segera beristirahat.
di dalam mobil.
"apa kau sudah memberikan kepadanya"
"sudah tuan"
Alvaro tersenyum sinis, ia tak perduli apa yang akan terjadi dengan hidupnya, karna telah berani menceraikan anak seorang Kenzo Smith.
ia tidak peduli, yang jelas ia akan mencari keberadaan Aurora dan memilih untuk hidup bersama dengan istrinya.
bagaimanapun Aurora masih istri sahnya.
visual Aurora author ganti ya.
__ADS_1
Alvaro