Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI

Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI
EXP 56


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


setelah selesai sarapan. sesuai janjinya, Alvaro menyuruh beberapa pengawal dan 2 Beby sister menemani si kembar jalan jalan kemana pun yang mereka mau. sementara kini Alvaro bersiap siap menuju kantor bersama Aurora.


"sayang,mengapa aku harus ikut?"


"aku hanya ingin kau menemaniku"


"astaga Alvaro, kau membuat ku kesal" ucap Aurora menunjukkan wajah kesalnya. pasalnya, suaminya yang arogant itu memintanya hanya untuk menemaninya saja. "apa kau tidak ingin menemani suami mu di kantor hmm" tanya Alvaro dengan tatapan menggoda, membuat aurora gelagapan.


"ehh bu-bukan begitu, hanya saja.."


"sudahlah sayang, aku tau apa yang kau pikirkan, dasar wanita mesum, jika menginginkan nya maka nanti malam saja, karna adik junior lebih ganas saat malam" bisiknya di telinga Aurora membuat wanita itu menunduk merasa malu. pipinya memanas. "ck, pria mesum ini membuat ku ingin menghajarnya" gerutunya di dalam hati.


sesampainya di kantor, semua karyawan menyambut Alvaro dengan hormat. mereka semua terkejut saat melihat kedatangan Aurora, adik Alberto sang tuan penguasa. mereka bahkan lebih menghormati Aurora.

__ADS_1


Alvaro dan Aurora masuk kedalam lift khusus CEO, pria itu menggenggam erat tangan istrinya, seolah olah enggan untuk melepaskannya. "apa kau tidak lelah memegangi tanganku setiap saat" tanya Aurora menatap ke arah suaminya.


"tidak, Samapi kiamat pun tidak akan membuat ku lelah jika tangan istriku yang ku pegang"


"dihh, lebay" cibir Aurora namun kemudian wanita itu tersenyum merasa bahagia dengan sikap Alvaro yang selalu membuatnya terkadang berdegup kencang, dan juga sangat malu. apalagi saat mereka bercinta, pria itu selalu mengucapkan kata cinta untuknya.


i love you my wife


seperti itu lah kata kata yang terngiang di kepala Aurora, tak di pungkiri sekarang, wajahnya sudah merah seperti tomat, namun semakin menambah kecantikannya. mereka pun masuk kedalam ruangan. Alvaro mencegah istrinya saat melihat wanita itu berjalan di sofa. "kau mau kemana, kemarilah"


"kau akan bekerja, aku Tidka ingin mengganggu dirimu alvaro"


"bisa tidak kau tak bertingkah seperti anak kecil hmm"


"Tidak bisa, aku harus yang paling utama kau perhatikan sebelum si kembar"

__ADS_1


"bahkan dengan anak sendiri pun kau cemburu"


"aku tak rela wanita ku mementingkan orang lain selain aku, pokoknya yang pertama kau perhatikan harus aku"


"iya iya, aku akan selalu memperhatikan mu yang mulia"


Alvaro bekerja sembari memangku Aurora, bagai anak kecil wanita itu menurut saja, karna memang Alvaro yang memaksanya sedari tadi. jika Aurora terus memberontak, tentu saja jaminannya adalah bibirnya, ia akan di cium hingga ia merasa kebas pada bibirnya selama berjam jam, bahkan ia hampir saja mati kehabisan nafas.


"sayang turunkan aku, aku Tidak bisa bergerak bebas"


"kau ingin bergerak bebas hmm?? aku akan membuatmu bergerak bebas di atas tubuh ku" seringainya dan menatap Aurora dari atas sampai bawah, hingga berhenti pada benda favoritnya. sontak Aurora menutup kedua bahunya dengan tangannya, hak itu membuat Alvaro tertawa keras, merasa lucu karna wanita itu sangat takut padanya.


"sayang, apa aku berlaku kasar padamu? sampai sampai kau takut padaku" bisik Alvaro dengan tatapan sensualnya.


"Alvaro, ini di kantor, bagaimana jika asisten Aldi tiba tiba masuk"

__ADS_1


"kau tenang saja sayang, pintunya sudha aku kunci otimatis"


"Alvaro hentikan, aku Tidak mau, semalam kau menghabisi ku, bahkan tadi pagi kau juga menghabisi ku, apa kau belum puas" lirih Aurora kesal karna kini suaminya menjamah tubuhnya.


__ADS_2