
~❤️~
Alvaro melangkahkan kakinya, pria itu kemudian membuka pakaian lemari istrinya dan mengambil sebuah ok sel iPhone keluaran terbaru berwarna silver.
"itu milik siapa?"
"ini milikmu sayang, aku mengganti ponselmu yang aku rusak kemarin"
Aurora tentu saja merasa sangat senang, semenjak keluar dari kehidupan keluarganya , Aurora tak dapat merasakan kehidupan mewah lagi, ponselnya saja lebih murah dari yang ia miliki dulu, karna ponselnya telah ia jual untuk membeli susu twins dulu.
maka dari itu, saat ia melihat ponsel mewah seperti miliknya dulu, tak heran Aurora merasa sangat senang.
"apa kau suka" bisik Alvaro di telinga wanita itu dan mengigit Kecil dengan penuh nafsu.
"emhh"
tanpa sadar Aurora mengeluarkan suara yang mampu memancing Alvaro. bagaimanapun ia juga seorang pria normal, wajar jika ia sulit untuk mengendalikan diri sendiri.
Alvaro memeluk pinggang istrinya dan mencecap sana sini leher wanita itu. kotak ponsel di tangan Aurora terjatuh, wanita itu merasa aneh dengan dirinya sendiri, ia sangat ingin menolak namun tubuhnya menginginkannya, apakah dia termasuk orang munafik? bohong jika Aurora tak mau, mungkin akalnya menolak namun tubuhnya berkata lain.
__ADS_1
kini Alvaro sudha menindih tubuh wanita itu, Alvaro mencecap hingga turun ke perut. Aurora telah kehilangan semua pakaian yang ia kenakan, kini sisa bra dan CD saja, karna ulah Alvaro pria mesum itu.
Alvaro berhasil melepaskan bra milik Aurora, ia ***** dengan pelan namun pasti, Aurora berhasil mendesis karenanya. Alvaro merasa bangga karna berhasil membuat aurora mende***. saat hendak melepaskan cd nya, tiba tiba terdengar suara ketukan pintu kamar mereka.
tok..tok..tok
"shh...Alvaro...mhh, ada yang menge..tuk" ucap Aurora terbata bata, karna kini pria itu bermain di bawah.
tok..tok..tok
ketukannya terdengar semakin keras, dan kini diiringi suara teriakan 2 anak kecil, membuat Alvaro menjadi kesal pada kedua anaknya.
"ohh shitt...*****" Alvaro terpaksa harus menahan gairahnya untuk sekarang. Alvaro segera masuk kedalam kamar mandi, Aurora mengenakan pakaiannya dan segera turun dari ranjang untuk membuka pintu.
"momy, apa kita jadi untuk jalan jalan malam ini?"
"tentu sayang, kalian bersiap lah dulu, karna momy juga ingin mandi"
"ok mom"
__ADS_1
Aurora tersenyum, ia menyusun kasurnya agar terlihat rapi kembali. saat Aurora telah selesai, Alvaro kembali dengan wajah di tekuk. "dimana anak anak?"
"mereka sedang bersiap siap, karna kita akan pergi keluar nanti malam"
"ini masih belum waktunya, kita bisa bermain sebentar Beby" seringai licik terlukis di wajah Alvaro membuat Aurora sedikit gugup.
"Alvaro, aku Iskan pergi mandi, kau tidak bisa melakukan ini"
"bagaimana kalau kita mandi berdua saja sayang"
pria itu langsung mengangkat tubuh Aurora dan membawanya masuk kedalam kamar mandi.
akhirnya Alvaro menuntaskan hasratnya dengan puas, Aurora mencengkram bahu alvaro dengan kuat, karna ia duduk di atas meja westapel dan pria itu dengan lihai nya bermain dengan pelan.
"shhh udah ya, aku lelah"
"dikit lagi sayang hh"
hingga akhirnya mereka pun melepasnya secara bersama sama. pria itu mencium kening aurora yang dipenuhi oleh keringat, ia juga mencium bibir ranum wanita itu. Alvaro pun memasukkan tubuh Aurora di dalam bet up, mereka Oun kembali melanjutkan aktivitasnya mandinya, meski sesekali Alvaro melakukannya
__ADS_1