Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI

Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI
EXP 35


__ADS_3

~❤️~


seusia perkataan, kini kedua twins dengan ibu mereka berada di mall terbesar untuk mencarikan laptop.


saat tenaga memilih milih, Queen melihat laptop terbaru yang ia lihat di acara tv, ia sangat terkagum, apalagi kualitasnya sangat bagus.


ia meminta pada mom aurora untuk meminta laptop yang ia pilih. Aurora menuruti permintaan putrinya, ia membawanya ke meja kasir untuk membayar.


"qual è il prezzo di questo portatile?" tanyanya pada sang kasir.


"questo è il miglior laptop nel nostro centro commerciale, il prezzo è di 5.000 euro" Aurora membulatkan matanya, uang sebanyak itu mana mungkin ia punya, sedangkan di ATM ia hanya memiliki 1000 euro.


"non si può ridurre un po?" (apakah tidak bisa dikurangi sedikit?)


"Questo è il prezzo fissato dal proprietario di questo centro commerciale signora, mi dispiace" (ini sudah harga yang ditentukan oleh pemilik mall ini nyonya, maafkan saya)


Aurora tampak kecewa, ia merasa yakin jika putrinya itu akan bersedih.


"sayang, maukah kau memilih laptop yang lain? ini terlalu mahal, momy tidak mampu"


"tapi momy, Queen menginginkan laptop itu"


"tapi sayang, momy tidak memiliki banyak uang"

__ADS_1


"berikan laptop itu pada anak kecil ini" ujar seorang pria menyodorkan kartu black card nya pada kasir wanita tersebut.


"pembayaran telah selesai, terimakasih tuan, anda pelanggan VIP kami"


pria itu tak menjawab, ia mengambil boks berisi laptop dan memberikannya pada Queen, gadis kecil itu merasa gembira, ia mengucapkan terimakasih pada pria itu


"maaf, aku tidak bermaksud untuk lancang, tetapi bukankah kita tidak saling kenal? mengapa kau membelikan putriku laptop?"


"aku membelikan putriku sendiri apa itu salah?" perkataan pria itu membuat Aurora merasa sangat bingung.


pria itu melepaskan kacamatanya dan membuat Aurora menutup mulutnya seketika.


"kau merindukanku sayang?" ucapnya tersenyum smirk.


"Aurora, hey mau kau bawa kemana anakku?" teriak Alvaro mengejar istrinya dengan cepat.


pria itu tak mau sampai kehilangan wanita itu lagi, Alvaro sudha cukup merasa kesepian dan hancur karna kepergian wanita itu.


"momy tangan Queen sakit" ringis gadis kecil itu pada ibunya.


Aurora terkejut dan segera melepaskan tangannya dari pergelangan putrinya, kemarahan dihatinya kembali, hingga tak sadar ia menyakiti putrinya.


"maafkan momy sayang, momy tidak sengaja"

__ADS_1


"mengapa Momy menangis? apa karna uncle tadi momy menangis? tapi kenapa, bukankah uncle tadi sangat baik, ia memberikanku laptop"


"momy, ada apa dengan momy, siapa uncle tadi, mengapa momy lari darinya"


Abercio merasa bingung dengan ibunya, namun tiba tiba, tubuh Aurora melayang di udara karna seseorang mengangkat tubuhnya.


"turunkan aku sekarang juga, turunkan!!! atau aku akan melaporkanmu pada polisi"


"laporkan saja sayang, aku tidak takut pada ancaman mu itu"


"uncle turunkan momy kami" teriak twins berusaha menolong ibunya. Alvaro menyuruh asisten Ali agar menyuruh pengawalnya untuk menggendong twins agar tidak kabur.


mereka membawanya ke apartemen Aurora.


hingga sesampainya disana, Alvaro membawa tubuh Aurora kedalam kamar wanita itu, sementara twins yang sedang berteriak akan diamankan oleh asisten Ali.


asisten Ali akan menjelaskan pada bocah jenius itu agar bocah itu tidak akan terus berteriak.


"uncle, kenapa uncle sangat jahat! menangkap momy kami" teriak Abercio yang telah memecahkan masa depan sang asisten Ali.


"ohh boy, milik uncle rusak karnamu nanti" ucap Ali sembari memegang miliknya yang ditendang oleh Abercio.


tak sampai disitu, bocah kecil itu terus menghajar tubuh sang asisten hingga kewalahan.

__ADS_1


__ADS_2