
~โค๏ธ~
para pengawal menangkap tubuh Abercio, hingga 5 pengawal menahan tubuh Abercio, bocah kecil itu sangat kuat seperti ayahnya.
sementara Queen, gadis kecil itu masih saja menangis karna merasa takut.
asisten Ali yang sudah sedikit membaik, ia membawa tubuh Queen kedalam pelukannya dan mendudukkannya di pangkuannya.
"kalian mau tau? kenapa uncle tadi membawa momy kalian?"
mereka mengangguk dengan polosnya setelah berhenti melawan para pengawal Alvaro. "dia Deddy kalian, Deddy yang selama ini kalian cari"
"benarkah? uncle jangan mencoba membohongi kami, aku tau uncle mencoba berniat jahat pada momy kan! sekarang lepaskan kami, kami ingin bertemu dengan Momy..!!!" teriak Abercio kembali berusaha menyerang para pengawal Alvaro.
"ini sungguhan, tidakkah kalian melihat kemiripan dengan uncle tadi bersama kalian?"
"jika benar itu Deddy kami, maka momy pasti akan mengatakannya pad kami"
"kalian tidak akan mengerti masalah orang dewasa boy, ingatlah, dia Deddy mu, dan Jagan membencinya, Deddy mu mencari kalian selama ini"
"jadi momy berbohong pada kami, dengan mengatakan jika Deddy sibuk dengan pekerjaannya di luar negri" ucap Queen dengan air mata yang mengalir di pipinya.
gadis cantik itu merasa kecewa, karna telah dibohongi oleh momynya, pasalnya, disekolah ia merasa iri dengan teman temannya yang selalu bersama dengan ayah dan ibunya.
__ADS_1
"hiks..momy jahat" tangsi Queen pecah membuat semuanya menjadi panik.
"itu tidak benar girl, hey ayolah momy kalian itu benar, Deddy kalian itu sibuk di luar negri"
"lalu mengapa tadi uncle mengatakan jika deddy selama ini mencari kami"
"ya karna Deddy lupa arah jalan pulang" ucap Ali ngasal.
...๐๐๐...
sementara dikamar Aurora.
tampak wanita itu meminta terus agar dilepaskan, namun Alvaro terus saja memeluknya dengan erat dari belakang
"Aurora, aku tau kau marah padaku, tetapi aku mohon maafkan aku, mari kita mulai semuanya dari awal"
"aku tau, akan tetapi aku mohon maafkan aku, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi aku berjanji"
"berjanjilah pada wanita lain, tidak usah padaku, aku hanya ingin kau menceraikanku, lagi pula aku sudah memaafkan mu jadi sekarang lepaskan aku dari tali pernikahan kita ini"
"aku tidak akan menceraikan mu Aurora"
"baiklah, biar aku yang akan mengurus surat perceraian kita"
__ADS_1
"jika kau berani sedikit saja, aku pastikan aku akan mengambil kedua anakku itu"
deg
Aurora tentu saja dilanda ketakutan, ia tak bisa hidup tanpa anaknya, tidak ada 2 hari saja ia sudah sangat merindukannya apalagi untuk pergi dengan ayah mereka.
"aku akan membencimu selamanya alvaro"
"aku tidak perduli kau membenciku Aurora, aku mengambil anakku itu hak ku, mereka anak kandungku"
"hiks..kau jahat Alvaro" Aurora berusaha memberontak, namun gagal, pria itu masih saja memeluknya.
kekuatan Alvaro tentu saja sangat kuat dibanding Aurora, apalagi tubuh pria itu kekar sungguh idaman bagi kaum hawa.
"aku mencintaimu Aurora, sungguh maafkan aku"
lelah melawan Aurora kembali terdiam, ia menangis sepuasnya melampiaskan rasa sakit hati selama ini.
"kau pikir dengan begini aku ingin kembali padamu?"
"aku tidak ingin hidup dengan pria kasar sepertimu"
"aku tau, kau boleh membalas ku dengan memukulku, asalkan kau mau kembali bersamaku"
__ADS_1
"aku tidak Sudi kembali bersamamu, aku tidak ingin memiliki suami yang sudah beristri"
"ya, kau benar, kau memiliki suami yang sudah beristri dan kau istriku tidak ada yang lain"