Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI

Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI
EXP 33


__ADS_3

~❤️~


Abercio pulang membawa kemenangan, guru Abercio sangat bangga, tak sia sia ia mendaftarkan Abercio dalam lomba bela diri tingkat tinggi didunia.


Abercio akan menjadi murid terpintar bela diri di sekolah nanti.


padahal umur Abercio masih 5 tahun namun sudah sangat pandai.


"guru, aku sangat merindukan momy, aku ingin pulang lebih cepat"


"baiklah, kita akan langsung pulang ke Italia sekarang"


mereka langsung pulang menuju bandara V, karna permintaan Abercio, Queen sedari tadi hanya diam, ia melihat seorang pria berjas hitam tampak menatap kearahnya. Queen merasa sedikit takut, namun ia berpura pura tidak tau, lagian ia sedang digandeng oleh sang bodyguard, jadi ia tak terlalu takut.


mereka masuk kedalam bandara, dan pesawat akan segera lepas landas. pria berjas hitam itu melihat keberangkatan pesawat sembari menghubungi seseorang, Queen bisa melihatnya dari jendela pesawat.


Sementara itu.


"bagaimana?"


"mereka menaiki pesawat tuan, mereka akan ke negara Italia"


"baiklah, kau kenegara Italia bersama dengan yang lain, aku akan menyusul kalian jika kalian menemukan tempat tinggal ke dua bocah itu"


"siap tuan"

__ADS_1


para pengawal pun menuju negara Italia, dan akan mencari tau tempat tinggal Abercio dengan Queen.


sementara itu, kini Alvaro telah sampai di negara kelahirannya, ia langsung menuju mension Alberto dengan para pengawal nya.


"dimana Deddy mu?" tanya nya pada Zanetta, gadis cantik yang duduk dibangku SMA


"uncle Alvaro? Deddy berada di ruang kerjanya dengan uncle lucas"


"baiklah"


Alvaro segera melangkahkan kakinya menuju ruang kerja alberto. tiba tiba dari arah lift muncul Mateo dengan laptop ditangannya.


"siapa?"


"ohh"


Mateo langsung menuju ruang keluarga, ingin mengerjakan kembali tugasnya. "kakak, aku tidak tau cara mengerjakan MTK ini, mengapa sangat susah?"


"ck, kau itu seharusnya berusaha, lihatlah aku, aku sangat mudah"


"aku mohon, bantulah pekerjaanku ini kak"


"Zanetta, berusaha akan membuahkan hasil"


karna kesal, gadis itu memilih untuk pergi meninggalkan kakaknya yang pelit sedunia baginya.

__ADS_1


di ruang kerja..


tampak Alvaro dengan Alberto saling menatap tajam, kedua mafia kejam itu sama sama tak mau menurunkan egonya.


"aku menganggap mu sebagai sahabatku, maka dari itu aku memaafkan mu, segeralah pergi dari hadapanku, atau aku akan membunuhmu"


"aku tidak takut pada ancaman mu alberto, aku kemari ingin menanyakan keberadaan istriku, dimana dia sekarang" ucap Alvaro mengetatkan rahangnya.


"kau pikir, aku mau menyerahkan adikku padamu? lagi pula, mengapa kau mencari Aurora saja, mengapa kau tidak mencari Aurel juga?"


"jangan bahas wanita itu, aku rasa adikmu itu memiliki rasa iri pada istriku, jadi aku tidak perduli dengannya, sekarang katakan, dimana istriku berada"


"sekeras apapun kau meminta, aku tidak akan memberitahukan keberadaan adikku itu, sudha cukup dia menderita ditanganmu" ucap Alberto kembali marah mengingat masa lalu itu.


"salahkan saja adikmu yang satunya, mengapa ia memaksaku untuk menikahi Aurora dengan alasan ia tidak bisa memiliki anak, padahal ia meminum pil KB"


"mengapa kau menerimanya"


"dulu aku sangat mencintainya, aku akan melakukan apapun untuknya"


"namun aku sadar jika aku hanya mencintai aurora"


"cihh, jika kau ingin menemuinya, maka carilah dengan akalmu Alvaro, buktikan padaku seberapa kuat cintamu itu pada adikku"


Alberto tersenyum sinis, ia kemudian meninggalkan Alvaro yang masih marah dengan dirinya saat ini, Lucas mengikuti alberto, ia tak ingin di introgasi oleh lelaki aneh seperti Alvaro

__ADS_1


__ADS_2