Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI

Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI
EXP 21


__ADS_3

~❤️~


Alvaro menghela nafasnya dengan berat, apakah ia melakukan kesalahan? sehingga istrinya marah padanya.


Alvaro duduk di samping Aurel, pria itu memainkan ujung rambut istrinya.


"apa aku melakukan kesalahan hmm??"


"kau darimana? aku tau kau pasti dari kamar Aurora bukan"


"aku-"


"sudahlah lupakan, aku sungguh kesal memiliki suami seperti mu" ketus Aurel hendak beranjak dari duduknya dan meninggalkan suaminya, namun Alvaro menarik tangannya sehingga ia jatuh ke dalam pangkuan Alvaro.


"lepaskan aku..!!!"


"sayang apa kau marah padaku? maafkan aku"


Aurel tak perduli, yang jelas rasa cemburu itu kini memenuhi relung hatinya, kapan Aurora melahirkan anak dan segera pergi dari mension, ingin sekali Aurel membuang jauh jauh adik kembarnya.


Aurel yang sudah di penuhi rasa iri dan dengki, apalagi Aurora selalu yang lebih unggul darinya, padahal mereka saudara kembar.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


di kamar Aurora.


tiba tiba Aurora terbangun dan merasa mual di perutnya. Aurora berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan seluruh isi perutnya.


Hoek...Hoek..

__ADS_1


"apa yang terjadi padaku? apa aku salah makan" lirihnya terduduk lemas di dekat westapel.


rasa sakit memenuhi kepalanya, rasanya seperti ingin pecah, Aurora dengan sisa tenaganya berjalan menuju ranjang dan membaringkan tubuhnya.


"sepertinya aku harus periksa ke rumah sakit besok"


dengan langkah gontai, Aurora berjalan ke arah ranjang. ia membaringkan tubuhnya dan memutuskan untuk tidur.


mension Alberto.


pria tampan dengan tatapan tajam itu sedang duduk dengan tenang, namun nafas yang tak beraturan.


matanya menghunus bagaikan pedang, mata birunya yang menatap seperti elang membuat semua orang ketakutan, termasuk asisten Lucas.


"Lucas, aku mau Alvaro menerima hukumannya"


"tuan apa tidak sebaiknya anda memberitahu pada tuan kenzo"


"apa kau ingin menerima hukuman dari ayahku"


ya, Alberto yang sangat menyayangi Aurora itu mencaritahu keberadaan adiknya, yang ia dengar dari momynya jika Aurora pindah ke negara paris dan tinggal di sebuah apartemen.


nyatanya, adiknya seorang istri ke dua dari adik iparnya, tentu saja Alberto murka mendengarnya.


"Aurel, tega sekali dia pada adik kandungnya, bahkan saudara kembarnya sendiri" lirih alberto pelan.


jujur,. jika Aurel bukan adik kandung alberto, pria itu pasti membunuhnya, tiba tiba seorang pelayan mengetuk pintu membuatnya berhenti membicarakan soal itu.


"ada apa"


"maaf tuan, nyonya Ariana meminta anda untuk segera ke kamar, sebab Beby twins mencari anda"


"baiklah, aku akan segera ke sana"

__ADS_1


Alberto pun berdiri dari duduknya. "kau tunggulah disini , urus keberangkatan ku besok, aku ingin memberi pelajaran pada pria tak tau diri itu"


"baik tuan"


Alberto segera keluar melangkahkan kakinya menuju kamar anak dan istrinya. ia menetralkan emosinya, hot Deddy itu tidak akan berbagi informasi pada istri tercintanya, bisa bisa Ariana akan menangis karna melihat adik iparnya tersiksa.


"sayang"


"Deddy, kau dari mana saja? lihatnya Mateo mencarimu sedari tadi, dan iya zanetta"


"hei boys, mengapa kau menangis, anak laki laki Deddy tidak boleh menangis ok" ucapnya menggendong Beby Mateo.


"apa kau tidak ingin menggendong Zanetta juga"


Alberto tersenyum, pria itu segera menggendong kedua anaknya, dengan rasa senang hingga ia melupakan kejadian tadi.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


keesokan harinya.


Aurora kembali bekerja seperti semula, namun ia memutuskan untuk memeriksa diri ke rumah sakit terlebih dahulu.


kini ia duduk berhadapan dengan sang dokter cantik bermata biru itu.


"selamat nona, anda mengandung dan sudah berjalan 4 minggu" ucap sang dokter tersenyum ramah.


namun apa yang terjadi dengan Aurora? wanita itu hendak menangis, ia mengucapkan terimakasih dan dengan segara pergi dari rumah sakit. ia menumpahkan segala isi hatinya di tempat yang sepi.

__ADS_1


ia tidak akan memberikan anaknya pada 2 makhluk kejam seperti Alvaro dan Aurel, Aurora memutuskan untuk segera pergi dari mension milik Alvaro


__ADS_2