
~❤️~
Aurora memutuskan untuk tidak masuk bekerja, suaminya tidak boleh tau, ia tidak bisa membawa pakaian dari mension, ia hanya bisa membawa tas kesayangan miliknya dan membawa berkas keperluan lainnya.
ia pulang ke mension dengan alasan ada yang tertinggal, Aurora pun mengambil uang tabungan hasil ia melayani suaminya.
Aurora memasukkannya ke dalam tas dan segera keluar dari mension besar itu.
Aurora memesan taksi.
penjaga yang tidak merasa curiga sedikitpun langsung membiarkan Aurora pergi begitu saja.
jauh sudah setelah taksi membawanya, dengan uang tabungan yang ia miliki, ia akan segera pergi sejauh mungkin.
Aurora memutuskan untuk ke negara Italia dan tinggal di sana.
"ya tuhan, dukunglah aku untuk kali ini, aku mohon ya tuhan" lirihnya bergetar dan menaiki pesawat yang hendak lepas landas itu.
Aurora memandangi jendela dan menghapus air matanya dengan kasar, aurora tak henti hentinya memandangi awan, air matanya terus luruh, tak mungkin ia menangisi suaminya yang kejam, namun hatinya terus terang saja ingin sekali memeluk Alvaro.
__ADS_1
di mension Alvaro.
pria itu kembali kena hari telah sore, dengan langkah penuh semangat ia mencari Aurel, namun karna hatinya penasaran pada istri kecilnya, alvaro memutuskan untuk mencari Aurora dan hendak melepaskan hasratnya yang ia tahan sedari tadi siang.
klek!
pintu terbuka, Alvaro mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru, namun hasilnya nihil, aurora tampak tidak ada dalam kamar mewah itu.
dengan mata tajamnya dan langkah kaki agak cepat, ia memeriksa bagian kamar mandi hingga balkon kamar.
tidak menemukan istrinya di dalam kamar, Alvaro murka pria itu turun ke lantai utama hingga tak menggunakan lift, karna sangking marahnya ia menuruni tangga.
Aurel yang melihat suaminya menuruni tangga merasa heran, tak biasanya suaminya itu menggunakan tangga, pasti pria itu selalu menggunakan lift khusus.
"ada apa denganmu? mengapa kau terlihat marah"
"ekhem..aku hanya mencarimu, aku kira kau tidak ada" bohongnya takut sang istri cemburu.
"ouhh, baiklah aku membuatkan mu makan malam special untukmu" ucapnya tersenyum bangga.
__ADS_1
Alvaro hanya mengangguk dan tersenyum, pria itu mengikuti langkah kaki istrinya menuju ruang makan, niat mencari istri kecilnya tertunda, ia memutuskan untuk mencari nya nanti setelah makan.
Alvaro memakan makanannya dengan gelisah, namun saat memakan makanannya, tiba tiba ia merasa mual dan memuntahkan makanannya.
pria itu segera berlari menuju westapel dan memuntahkan seluruh isi perutnya.
"Alvaro apa yang terjadi dengan mu" ucap Aurel dengan panik, ia menyuruh asisten Ali gara segera memanggil dokter.
tak butuh waktu lama, dokter Dave datang bersama seorang perawat dan melakukan pemeriksaan.
dokter Dave mengernyitkan dahinya. semua organ tubuh Alvaro yang ia periksa normal dan tidak ada penyakit apapun.
"tuan Alvaro baik baik saja nyonya, tidak ada kendala sedikitpun"
"tidak mungkin, suaminya muntah² dan merasa lemas apa kau tidak bisa bekerja dengan benar" marah Aurel karna merasa panik.
"maafkan saya sekali lagi nyonya, menurut hasil pemeriksaan saya, tuan Alvaro baik baik saja, mungkin tuan merasa lelah dan harus istirahat, saya akan memberikan vitamin agar tubuh tuan kembali stabil"
"baiklah, kau boleh pergi"
__ADS_1
asisten Ali pun mengantar dokter Dave kembali, semetara kini Aurel membawa suaminya ke kamar mereka dan membaringkan tubuh pria itu di ranjang.
"sayang istirahatlah, aku akan mencari Aurora untuk merawatmu"